cross
Tekan Enter untuk mencari atau ESC untuk menutup
11
Januariuary 2026

Warisan Pasca-Skatalites: Soul Brothers dan Supersonics dalam Transformasi Musik Jamaika

  • 44 tayangan
  • 11 Januari 2026
Warisan Pasca-Skatalites: Soul Brothers dan Supersonics dalam Transformasi Musik Jamaika Warisan Skatalites melalui Soul Brothers dan Supersonics menunjukkan ketahanan musisi Jamaika dalam mengadaptasi perubahan era musikal. Meski Skatalites hanya bertahan 14 bulan, dua supergroup yang terbentuk pasca-pembubarannya melanjutkan tradisi dan menciptakan fondasi bagi reggae modern yang dikenal dunia.

Adaptabilitas Musisi Legendaris Jamaika

Dari Satu Band Menjadi Dua Entitas Dominan

Skatalites hanya bersama selama 14 bulan. Namun warisan mereka melampaui durasi singkat itu. Mittoo, Alphonso, dan pemain terompet Dizzy Moore bertahan dengan Coxsone untuk membentuk Soul Brothers yang memotong banyak hits untuk Studio One1. Di sisi lain, McCook pindah ke label Treasure Isle milik kompetitor Duke Reid, memanggil bandnya Supersonics2.

Kedua grup ini menghasilkan banyak hits hingga akhir 60-an, membuktikan talenta individu Skatalites cukup kuat untuk membentuk dua entitas terpisah yang dominan3. Ini bukan sekadar perpecahan — ini multiplikasi kekuatan kreatif. Bassist Lloyd Brevett yang terkenal membantu membawa musik ska dari Jamaika ke dunia sebagai anggota pendiri band yang sangat berpengaruh The Skatalites4. Talenta seperti Brevett tersebar di kedua formasi baru.

Selain memimpin masuk ke studio rekaman untuk mendukung hampir setiap penyanyi ska terkemuka dalam rekaman, Skatalites adalah dan tetap musisi berbakat yang tetap menjadi band ska paling terkemuka5. Soul Brothers dan Supersonics melanjutkan tradisi keunggulan ini dengan pendekatan masing-masing.

Ketahanan dalam Era Transisi Musikal

Soul Brothers mempertahankan relevansi ska di era transisi yang penuh tantangan. Sementara Supersonics membantu menciptakan sound yang menggantikan ska — rocksteady yang short-lived (berumur pendek) namun brilian6. Kedua pendekatan ini sama validnya, sama pentingnya.

Alto saxophonist Lester Sterling adalah yang terakhir dari tiga pemain horn dari Skatalites ikonik, band yang menciptakan warisan abadi7. Ketika musisi seperti Sterling akhirnya meninggal, tribut datang dari sudut-sudut bumi yang jauh. Ini menunjukkan dampak global dari musik yang diciptakan di studio-studio kecil Kingston.

The Skatalites melakukan konser yang benar-benar mengangkat semangat, dengan Doreen Shaffer sebagai vokalis yang membawa energi luar biasa8. Soul Brothers dan Supersonics melanjutkan tradisi live performance (penampilan langsung) yang energetik ini, meskipun lebih fokus pada kerja studio.

Blueprint untuk Generasi Musisi Studio Berikutnya

Pengaruh terhadap Gerakan Two-Tone dan Beyond

Pada akhir 70-an dan awal 80-an, gelombang terbentuk di Inggris yang akhirnya menjadi gerakan two-tone (dua nada)9. Gerakan ini tidak muncul dari vakum — ini hasil langsung dari rekaman yang dibuat Soul Brothers dan Supersonics dekade sebelumnya. Band-band seperti The Specials dan Madness mempelajari rekaman ini dengan seksama.

Anda mungkin menyukai Skatalites tanpa tahu siapa mereka — pendiri ska, sejenis jazz Jamaika. Mereka mendukung Bob Marley dan Desmond Dekker sebelum menjadi Skatalites10. Soul Brothers dan Supersonics melanjutkan tradisi session work (kerja sesi) ini, membentuk sound artis-artis yang kemudian menjadi ikon global.

Tahun 2014, The Skatalites mengumumkan pertunjukan Selandia Baru, menunjukkan daya tahan warisan mereka11. Meski formasi sudah berubah berkali-kali, spirit yang dibawa Soul Brothers dan Supersonics tetap hidup dalam setiap penampilan.

Warisan yang Dihargai hingga Era Digital

Karier Bob Marley tidak mungkin terjadi tanpa fondasi yang diletakkan oleh Skatalites, Soul Brothers, dan Supersonics. Ini fakta yang adil untuk dikatakan12. Setiap ritme reggae, setiap bassline yang berjalan, setiap aksen keyboard — semua berakar pada eksperimen yang dilakukan di Studio One dan Treasure Isle.

Band-band seperti Superchunk bahkan membuat lagu yang didedikasikan untuk Jackie Mittoo — Me & You & Jackie Mittoo — menunjukkan bagaimana pengaruh musisi Jamaika ini melampaui genre dan geografi13. Radio Selandia Baru masih memutar musik Jackie Mittoo di program seperti Nashville Babylon pada Januari 202614.

Warisan Soul Brothers dan Supersonics tetap dihargai hingga era digital karena mereka membuktikan bahwa talenta sejati tidak dibatasi oleh satu formasi band. Dari pembubaran Skatalites lahir dua tradisi yang sama kuatnya, masing-masing berkontribusi pada transformasi musik Jamaika dari ska ke rocksteady ke reggae. Mereka adalah blueprint (cetak biru) untuk setiap band studio yang datang setelahnya, menunjukkan bahwa adaptabilitas dan visi musikal dapat mengubah akhir menjadi awal baru yang lebih kuat.

Daftar Pustaka

  1. Foster, C. (1999). Roots rock reggae. Billboard Books, hlm. 12
  2. Ibid., hlm. 12
  3. The Skatalites. (n.d.). Dokumen referensi, hlm. 2
  4. Yahoo News. (2012, 3 Mei). Skatalites' bassist Brevett dies in Jamaica at 80
  5. Jamaicans.com. (2004, 25 Maret). Listen the History of Jamaican Music: The Skatalites
  6. Foster, C. (1999). Op. cit., hlm. 12
  7. Dancehall Magazine. (2023, 17 Mei). The Skatalites' Saxophonist Lester Sterling Dead At 87
  8. Brighton and Hove News. (2019, 27 Mei). The Skatalites perform a truly uplifting concert
  9. Foster, C. (1999). Loc. cit., hlm. 14
  10. All About Jazz. (2005, 20 Juni). Skatalites: The Best Music You Never Heard
  11. Under the Radar. (2014, 28 Agustus). The Skatalites Announce New Zealand Shows
  12. List.co.uk. (2025, 26 Agustus). The Skatalites - 60th Anniversary Tour
  13. Stereogum. (2013, 9 Juli). Superchunk – Me & You & Jackie Mittoo
  14. Radio New Zealand. (2026, 2 Januari). Nashville Babylon: 3 January 2026
PROFIL PENULIS
Swante Adi Krisna
Penggemar musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooner sejak 1998. Blogger dan SEO spesialis paruh waktu sejak 2014. Perancang Grafis otodidak sejak 2001. Pemrogram Website otodidak sejak 2003. Tukang Kayu otodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari Universitas Negeri di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Magister Hukum Pidana dalam bidang kejahatan dunia maya dari Universitas Swasta di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Magister Kenotariatan dalam bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari Universitas Negeri di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Bagian dari Keluarga Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.