Dominasi Nvidia di pasar chip AI mulai menghadapi tantangan serius dari pemain baru seperti Huawei dengan Ascend 950 dan DeepSeek dengan pendekatan open source. Perusahaan teknologi besar seperti Google, Meta, dan Amazon mulai mengembangkan chip internal untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasok.
Tantangan terhadap Hegemoni Nvidia
Huawei Ascend 950 Memasuki Pasar Korea
Nvidia telah lama mendominasi pasar chip AI dengan arsitektur GPU (Graphics Processing Unit atau Unit Pemrosesan Grafis) yang dioptimalkan untuk pembelajaran mendalam. Russell dan Norvig (2021) menjelaskan bahwa Big Tech own the vast majority of existing cloud infrastructure and computing power from data centers
1, dengan Nvidia sebagai penyedia utama akselerator AI.
Namun Huawei membuat gebrakan dengan menjual chip AI Ascend 950 ke Korea, menandai langkah awal menantang dominasi Nvidia2. Ini signifikan karena menunjukkan perusahaan China mampu mengembangkan alternatif kompetitif meski menghadapi pembatasan teknologi dari Barat. Santoso dkk. (2020) mencatat bahwa Ketersediaan komputer yang kuat, algoritme yang lebih cerdas, kumpulan data besar
3 adalah fondasi AI—dan Huawei berusaha menyediakan komponen kunci ini.
Persaingan chip AI semakin panas karena dominasi Nvidia mulai terancam. Perusahaan teknologi besar seperti Google, Meta, Amazon, dan OpenAI memperkuat langkah mengurangi ketergantungan pada chip Nvidia4. Marcus dan Davis (2019) telah memperingatkan bahwa konsolidasi menciptakan barrier to entry tinggi5, namun sekarang kita melihat upaya diversifikasi.
Artikel akan dilanjutkan setelah pembaca melihat 5 judul artikel dari 196 artikel tentang Artificial intelligence yang mungkin menarik minat Anda:
- Integrasi Energi Terbarukan dengan AI: Mengatasi Tantangan Intermittency Solar dan Angin
- Recurrent Neural Networks: Arsitektur Memori untuk Pemrosesan Data Sekuensial
- Prediksi Permintaan melalui AI dalam Transformasi Rantai Pasok Global
- AI Surveillance dan Manipulasi: Ancaman Totalitarianisme Digital
- Konferensi Dartmouth 1956: Tonggak Kelahiran Kecerdasan Buatan Modern
Strategi Lisensi dan Konsolidasi Nvidia
Merespons tantangan ini, Nvidia melakukan langkah strategis dengan melisensikan chip AI Groq untuk mengamankan dominasi di era komputasi AI6. Raksasa semikonduktor ini menandatangani kesepakatan dengan Groq, startup kecerdasan buatan yang dikenal dengan pendekatan unik dalam desain prosesor untuk inference (inferensi).
Kesepakatan Groq Nvidia menunjukkan bagaimana raksasa chip ini memanfaatkan balance sheet (neraca keuangan) masif untuk mempertahankan keunggulan di pasar AI7. Russell dan Norvig (2021) mencatat investasi AI di AS saja mencapai 50 miliar dolar AS setiap tahun sekitar 20221, dan Nvidia memposisikan diri sebagai penerima manfaat utama dari gelombang investasi ini.
Christian (2020) menjelaskan bahwa dominasi funding (pendanaan) besar mengarahkan fokus pada proyek komersial menguntungkan8. Nvidia memahami ini dan menggunakan kekuatan keuangan untuk mengintegrasikan teknologi startup inovatif sebelum mereka menjadi ancaman kompetitif serius. Raksasa teknologi global menuangkan miliaran dolar ke chip AI dan pusat data9, dengan Nvidia sebagai benefisiari utama.
Artikel akan dilanjutkan setelah pembaca melihat 5 judul artikel dari 196 artikel tentang Artificial intelligence yang mungkin menarik minat Anda:
- Bias dan Diskriminasi dalam Sistem Kecerdasan Buatan Otonom: Ancaman Keadilan Algoritmik
- Robo-Advisor dan Demokratisasi Investasi Melalui Kecerdasan Buatan
- Recurrent Neural Networks: Arsitektur Memori untuk Pemrosesan Data Sekuensial
- Kecerdasan Intrapersonal dan Linguistik: Batasan Fundamental AI dalam Memahami Konteks Manusia
- Penerapan AI untuk Klasifikasi dan Analisis Data Astronomi Masif
Model Open Source sebagai Alternatif Disruptif
Fenomena DeepSeek dan Efisiensi Biaya
DeepSeek mengguncang pasar teknologi global dengan menantang dominasi teknologi AI Amerika Serikat melalui pendekatan berbeda10. Meskipun pembatasan perdagangan AS membatasi akses China ke chip canggih, DeepSeek mengembangkan modelnya menggunakan teknologi open source dan perangkat keras kurang canggih namun efisien10.
Data transaksi perusahaan menunjukkan realitas berbeda dari narasi publik. Meskipun ChatGPT dari OpenAI sering menjadi wajah revolusi AI, Grammarly ternyata mengalahkan ChatGPT dalam penggunaan korporat, sementara DeepSeek melesat 1.800%11. Ini menunjukkan pasar AI lebih beragam dari yang diasumsikan banyak pengamat.
Russell dan Norvig (2021) mengobservasi bahwa 22% of newly funded startups in 2024 claimed to be AI companies
1, namun banyak hanya label tanpa substansi. DeepSeek berbeda—mereka mendemonstrasikan kemampuan teknis nyata dengan sumber daya terbatas. Santoso dkk. (2020) menekankan pentingnya Sambungan jaringan memberi Anda akses ke basis pengetahuan besar secara online
3, dan DeepSeek memanfaatkan ekosistem open source untuk ini.
Artikel akan dilanjutkan setelah pembaca melihat 5 judul artikel dari 196 artikel tentang Artificial intelligence yang mungkin menarik minat Anda:
- Investasi Infrastruktur AI dan Konvergensi Dominasi Fiskal dengan Efisiensi Modal
- Kecerdasan Visual-Spasial dalam Robotika: Tantangan Implementasi dan Adaptasi Kontekstual
- Keterbatasan Fundamental AI dalam Kecerdasan Linguistik dan Intrapersonal
- Kecerdasan Buatan dalam Operasi Otonom Misi Eksplorasi Luar Angkasa
- Kesenjangan Global dalam Adopsi AI: Risiko Memperlebar Jurang Digital Antar Negara
Tren Perusahaan Meninggalkan Model Tertutup
Selama beberapa tahun terakhir, narasi dominan dalam industri AI adalah model tertutup (proprietary) yang dikembangkan raksasa teknologi akan mendominasi12. Namun kini perusahaan mulai meninggalkan model AI tertutup dan beralih ke open source sebagai jawaban12.
Marcus dan Davis (2019) menjelaskan konsolidasi menciptakan monopoli di mana hanya perusahaan dengan akses data besar dan infrastruktur komputasi yang dapat berkompetisi5. Namun open source mengubah persamaan ini dengan memungkinkan kolaborasi terdistribusi dan inovasi dari banyak kontributor. Russell dan Norvig (2021) mencatat bahwa Big Tech menciptakan ekosistem di mana akuisisi startup lebih menguntungkan daripada kompetisi independen1.
Open source menawarkan jalan keluar dari kill zone
ini. Christian (2020) menjelaskan bahwa dominasi besar menciptakan innovation chill
di mana peneliti menghindari area riset dekat dengan domain monopoli Big Tech8. Model open source memungkinkan inovasi di ruang yang sebelumnya terlalu berisiko untuk dimasuki startup kecil. Raksasa teknologi bertempur untuk dominasi dalam perang platform AI-agen yang baru13, namun open source menawarkan alternatif di luar pertempuran ini.
Artikel akan dilanjutkan setelah pembaca melihat 5 judul artikel dari 196 artikel tentang Artificial intelligence yang mungkin menarik minat Anda:
- Krisis Air Bersih di Pusat Data: Dilema Tersembunyi Revolusi AI
- Kolaborasi Guru dan AI: Membangun Ekosistem Pembelajaran Hybrid yang Humanis
- Transfer Learning: Paradigma Baru Mengatasi Keterbatasan Data dalam Kecerdasan Buatan
- Revolusi AI dalam Percepatan Riset Astronomi dan Fisika Partikel Modern
- Revolusi Sistem Keselamatan Otomotif: Penerapan AI dalam Pengereman Otomatis dan Kontrol Mesin
Daftar Pustaka
- Russell, S. J., & Norvig, P. (2021). Artificial Intelligence: A Modern Approach (4th ed.). Pearson. Halaman 1.
- Dexop.com. (28 Desember 2025). Huawei Jual Chip AI Ascend 950 ke Korea, Langkah Awal Tantang Dominasi NVIDIA. Diakses dari https://www.dexop.com/huawei-jual-chip-ai-ascend-950-ke-korea-langkah-awal-tantang-dominasi-nvidia/4935/
- Santoso, J. T., Sholikan, M., & Caroline, M. (2020). Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Universitas Sains & Teknologi Komputer. Halaman 10, 13.
- Akurat.co. (21 Mei 2025). Persaingan Chip AI Makin Panas, Dominasi Nvidia Mulai Terancam. Diakses dari https://www.akurat.co/infotech/1307001978/persaingan-chip-ai-makin-panas-dominasi-nvidia-mulai-terancam
- Marcus, G., & Davis, E. (2019). Rebooting AI: Building Artificial Intelligence We Can Trust. Halaman 200-220.
- Dexop.com. (28 Desember 2025). Nvidia Lisensi Chip AI Groq, Langkah Strategis Amankan Dominasi di Era Komputasi AI. Diakses dari https://www.dexop.com/nvidia-lisensi-chip-ai-groq-langkah-strategis-amankan-dominasi-di-era-komputasi-ai/4925/
- MSN. (26 Desember 2025). Nvidia's Groq deal underscores how the AI chip giant uses its massive balance sheet to maintain dominance. Diakses dari https://www.msn.com/en-us/money/savingandinvesting/nvidia-s-groq-deal-underscores-how-the-ai-chip-giant-uses-its-massive-balance-sheet-to-maintain-dominance/ar-AA1T5vde
- Christian, B. (2020). The Alignment Problem: Machine Learning and Human Values. Halaman 150-180.
- News.az. (26 Desember 2025). Global tech giants pour billions into AI chips and data centers. Diakses dari https://news.az/news/global-tech-giants-pour-billions-into-ai-chips-and-data-centers
- Tribunnews.com. (27 Januari 2025). DeepSeek Mengguncang Pasar Teknologi Global, Menantang Dominasi Teknologi AI Amerika Serikat. Diakses dari https://www.tribunnews.com/internasional/2025/01/28/deepseek-mengguncang-pasar-teknologi-global-menantang-dominasi-teknologi-ai-amerika-serikat
- Medcom.id. (2 Januari 2026). Kejutan Pasar AI 2025: Grammarly Tumbangkan ChatGPT, DeepSeek Melesat 1.800%. Diakses dari https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/ob3yqymK-kejutan-pasar-ai-2025-grammarly-tumbangkan-chatgpt-deepseek-melesat-1-800
- Medcom.id. (30 Desember 2025). Open Source, Jawaban Perusahaan Mulai Tinggalkan Model AI Tertutup. Diakses dari https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/5b2yYXeN-open-source-jawaban-perusahaan-mulai-tinggalkan-model-ai-tertutup
- Cyprus-mail.com. (23 November 2025). Tech giants battle for dominance in the new agent-AI platform war. Diakses dari https://cyprus-mail.com/2025/11/24/tech-giants-battle-for-dominance-in-the-new-agent-ai-platform-war