Amerika Serikat menjadi pusat perkembangan ska melalui dua hotspot utama di New York City dan Orange County California yang memicu third-wave ska pada 1990-an. The Toasters dan Mighty Mighty Bosstones menjadi pelopor yang membawa ska dari underground ke sukses komersial mainstream melalui fusi dengan punk.
Dua Hotspot Ska di Amerika: NYC dan Orange County
The Toasters dan Scene New York City
Amerika menjadi kiblat penting perkembangan ska dari band yang dipengaruhi 2Tone di awal 1980-an hingga ledakan third-wave (gelombang ketiga) tahun 1990-an. Foster mencatat bahwa pada 1983, gelombang berturut-turut dari band ska Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat menarik perhatian begitu besar hingga pendiri Reggae Sunsplash Jamaica meminta The Skatalites untuk bersatu kembali.1 Gelombang dari AS menjadi pemicu reuni band legenda tersebut.
Scene (kancah musik) AS berkembang di dua hotspot (titik panas) utama. Foster menulis bahwa dua hotspot untuk scene ska Amerika Serikat yang sedang berkembang adalah New York City dan Orange County, California.1 Pada awal 1980-an, band ska yang dipengaruhi 2Tone mulai terbentuk di seluruh AS, seperti The Uptones dari Berkeley dan The Toasters dari NYC yang menjadi band ska pertama yang aktif di Amerika Utara.2
The Toasters menjadi pelopor scene ska Amerika. Mereka membuka jalan bagi band-band lain untuk mengikuti jejak mereka dan membantu membangun fondasi untuk apa yang akan menjadi ledakan ska pada 1990-an. Dedikasi mereka terhadap genre ini membantu mempertahankan ska tetap hidup selama periode ketika musik ini tidak begitu populer di arus utama.
Artikel akan dilanjutkan setelah pembaca melihat 5 judul artikel dari 131 artikel tentang Musik Ska yang mungkin menarik minat Anda:
- Transformasi Musik Jamaika: Transisi Ska ke Rocksteady 1966-1967
- Perempuan di Industri Musik Ska: Dari Marginalisasi ke Kepemimpinan Global
- Autentisitas Versus Komersialisme: Paradoks Kesuksesan Israelites sebagai Novelty Record
- Pengaruh British Mod Subculture terhadap Kesuksesan Internasional Desmond Dekker
- Debut Historis The Skatalites di Hi-Hat Club Kingston 1964: Momen Kelahiran Supergroup Ska Jamaika
Orange County dan Perkembangan Ska-Punk
Orange County, California menjadi hotspot kedua yang sangat penting. Wilayah ini melahirkan banyak band ska-punk yang akan mendefinisikan third-wave ska. Band-band seperti No Doubt dan Sublime berasal dari area ini dan menjadi bagian dari kawanan ska-punk SoCal (Southern California).3
Ketika band-band ini pertama kali muncul, banyak orang menyebut mereka sebagai Ska Revival (Kebangkitan Ska).3 Reel Big Fish adalah salah satu dari kawanan ska-punk SoCal, yang paling terkenal adalah band seperti No Doubt dan Sublime. Fusi ska dengan punk menciptakan suara yang energik dan dapat diakses yang menarik bagi penonton muda Amerika.
McCook dari The Skatalites terkejut dengan reaksi California. Dia tidak pernah mendapat reaksi seperti yang dia dapatkan di sana dan di California pada awal 1990-an.1 Antusiasme penonton California terhadap ska menunjukkan bahwa musik ini telah menemukan rumah baru yang bersemangat di pantai barat Amerika Serikat.
Artikel akan dilanjutkan setelah pembaca melihat 5 judul artikel dari 131 artikel tentang Musik Ska yang mungkin menarik minat Anda:
- Kolaborasi Desmond Dekker dan The Specials: Album King of Kings 1993
- Live at Sunsplash 1984: Album Langka yang Mengabadikan Kolaborasi The Skatalites dan Prince Buster
- Tommy McCook dan Fondasi Jazz dalam Musik Ska Jamaika
- Treasure Isle dan The Skatalites: Pelopor Transisi dari Ska ke Rocksteady Jamaica
- Perjuangan Karir Desmond Dekker: Perintis Ska Jamaika yang Membuka Pintu Industri
Third-Wave Ska dan Sukses Komersial Mainstream
Mighty Mighty Bosstones dan Breakthrough Komersial
Mighty Mighty Bosstones menjadi band ska punk AS pertama yang menemukan sukses komersial mainstream (arus utama) pada 1993.2 Pencapaian ini membuka pintu bagi band-band ska lainnya untuk memasuki pasar mainstream. Mereka membuktikan bahwa ska dapat diterima oleh penonton luas di luar komunitas underground (bawah tanah).
Singel "Time Bomb" dari Rancid pada 1995 meluncurkan genre ska ke publik dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.2 Lagu ini menjadi anthem (lagu kebangsaan) bagi generasi baru penggemar ska dan membantu mendefinisikan suara third-wave ska yang memadukan elemen punk dengan irama ska tradisional.
The Skatalites telah banyak tampil di AS dan merilis album live (langsung) dari pertunjukan di sana, menunjukkan pasar yang besar dan loyal.4 Kehadiran berkelanjutan mereka di Amerika membantu melegitimasi scene ska lokal dan memberikan inspirasi bagi musisi muda Amerika yang ingin mengejar musik ska.
Artikel akan dilanjutkan setelah pembaca melihat 5 judul artikel dari 131 artikel tentang Musik Ska yang mungkin menarik minat Anda:
- Fenomena Global Israelites: Dominasi Chart di Jamaika, Inggris, dan Amerika Serikat
- The Skatalites dan Jepang: Diplomasi Musik Lintas Budaya Melalui Ska
- Sistem Jam Session Massal: Efisiensi Produksi Musik Ska di Studio Leslie Kong Era 1960-an
- Alpha Boys School: Institusi Legendaris Pembentuk Musisi Ska dan Reggae Jamaika
- Transformasi Musik Jamaika: Transisi Ska ke Rocksteady 1966-1967
Warisan Third-Wave dan Pengaruh Global
Scene AS memperkaya ska dengan fusi punk, menciptakan third-wave yang dominan di 1990-an dan menjadikan ska fenomena global. Fusi ini tidak hanya populer di Amerika tetapi juga mempengaruhi band-band ska di seluruh dunia yang mulai mengadopsi elemen punk dalam musik mereka.
Promosi musik underground adalah kerja keras cinta, dan tidak ada yang bekerja lebih keras atau mencintai lebih dari orang-orang di belakang festival tahunan seperti yang terlihat di berbagai kota Amerika.5 Festival-festival ini membantu mempertahankan scene ska tetap hidup dan memberikan platform bagi band-band baru untuk tampil.
Warisan third-wave ska Amerika terus terasa hingga hari ini. Banyak band yang terbentuk selama periode ini masih aktif dan terus mempengaruhi generasi baru musisi. The Skatalites sendiri terus melakukan tur dan menginspirasi musisi di seluruh dunia, membuktikan bahwa musik ska memiliki daya tarik universal yang melampaui batas geografis dan generasi. Kesuksesan komersial third-wave ska di Amerika membuktikan bahwa musik Jamaika dapat beradaptasi dan berkembang di konteks budaya yang sangat berbeda sambil mempertahankan esensi dan energi intinya.
Artikel akan dilanjutkan setelah pembaca melihat 5 judul artikel dari 131 artikel tentang Musik Ska yang mungkin menarik minat Anda:
- Desmond Dekker dan Pengaruhnya terhadap Gerakan Ska Revival 2Tone di Inggris
- Krisis Lisensi Leslie Kong Pasca-Kematian: Dampak Bootleg terhadap Warisan Ska Jamaika
- Integrasi Keyboard-Gitar The Skatalites: Kompleksitas Harmonik dalam 14 Bulan
- Filosofi Kepemilikan dalam Lagu Fu Manchu Karya Desmond Dekker
- Reggae Sunsplash 1983: Momentum Reuni The Skatalites yang Mengubah Sejarah Ska Global
Daftar Pustaka
- Foster, C. (1999). Roots rock reggae. Billboard Books.
- Wikipedia contributors. (n.d.). Ska.
- Broward Palm Beach New Times. (2003, Juli 16). The Skankin' Revival. https://www.browardpalmbeach.com/arts-culture/the-skankin-revival-6320350/
- Wikipedia contributors. (n.d.). The Skatalites.
- Korea Times. (2017, Agustus 15). NGOSKA Fest takes to Sinchon's streets. https://www.koreatimes.co.kr/entertainment/k-pop/20170815/ngoska-fest-takes-to-sinchons-streets