cross
Tekan Enter untuk mencari atau ESC untuk menutup
11
Januariuary 2026

Treasure Isle dan The Skatalites: Pelopor Transisi dari Ska ke Rocksteady Jamaica

  • 34 tayangan
  • 11 Januari 2026
Treasure Isle dan The Skatalites: Pelopor Transisi dari Ska ke Rocksteady Jamaica Treasure Isle milik Duke Reid menjadi katalis penting transformasi musik Jamaica dari ska energik menjadi rocksteady yang lebih soulful. The Skatalites di bawah Tommy McCook menciptakan sound baru yang mengubah lanskap musik Karibia tahun 1960-an secara fundamental.

Duke Reid dan Visi Treasure Isle dalam Inovasi Musikal

Perpindahan Strategis dari Studio One ke Treasure Isle

Perpindahan Tommy McCook dari Studio One ke Treasure Isle Duke Reid merupakan langkah kalkulatif yang mengubah arah musik Jamaica1. McCook membawa pengalaman sebagai musical director (direktur musik) The Skatalites, membentuk The Supersonics di Treasure Isle.

"McCook moved over to competitor Duke Reid's Treasure Isle label (the Skatalites had cut many hits for Reid as well), calling his band the Supersonics"1. Nama baru dengan agenda musikal berbeda dari era Studio One.

Duke Reid punya pendekatan berbeda dari Coxsone Dodd2. Reid lebih direktif dengan visi spesifik tentang sound—musik lebih slow, sensual, fokus pada groove. Hubungan The Skatalites dengan Reid sudah terjalin lama sebelum perpindahan resmi McCook1.

Lahirnya Sound Rocksteady di Treasure Isle

Di Treasure Isle, terjadi sesuatu yang monumental. Foster mencatat: "There they helped create the sound that replaced ska, the short-lived but brilliant rock steady"1. Rocksteady—genre yang hidup singkat namun cemerlang—lahir dari eksperimen di studio Reid ini.

Apa bedanya rocksteady dengan ska? Tempo melambat dari sekitar 140-160 BPM menjadi 80-90 BPM3. Bass line jadi lebih prominent dan melodius. Guitar offbeat tetap ada tapi tidak se-aggressive ska. Dan yang paling penting—vokal jadi lebih menonjol, lebih emosional, lebih soulful.

The Supersonics di bawah McCook jadi backing band sempurna untuk sound baru ini. Mereka cukup fleksibel mengadaptasi perubahan tempo dan dinamika4. Horn section yang sebelumnya dominan di ska, sekarang lebih supportive, memberikan ruang bagi vokal dan bass untuk bersinar.

Treasure Isle jadi tempat inkubasi eksperimen ini. Album seperti Treasure Ska dan Skatalites Plus mendokumentasikan transisi bertahap dari ska murni ke proto-rocksteady5. Mendengar album-album ini secara kronologis seperti mendengar evolusi musik terjadi real-time. Menarik sekali.

Kontribusi Artistik Tommy McCook dan Legacy Treasure Isle

Album Solo dan Kolaborasi Produktif di Treasure Isle

Tommy McCook tidak puas hanya sebagai sideman. Di Treasure Isle, ia meluncurkan karir solo yang impresif1. Album Tommy McCook diproduksi langsung oleh "the legendary Duke Reid"—predikat yang tidak diberikan sembarangan dalam sejarah musik Jamaica.

Album ini menampilkan McCook dalam elemen terbaiknya: saxophone solo yang ekspresif, improvisasi jazz yang sophisticated, namun tetap grounded dalam tradisi musik Jamaica6. Duke Reid memberikan kebebasan artistik yang memungkinkan McCook mengeksplorasi berbagai style tanpa batasan komersial ketat.

Kolaborasi McCook dengan produser lain juga produktif. Album Tommy McCook Superstar (Weed Beat), Brass Rockers (Striker Lee), dan Cookin' (Horse) diproduksi Bunny Lee dengan backing band The Aggrovators1. Tapi fondasi sound-nya tetap berakar pada eksperimen di Treasure Isle.

Fleksibilitas McCook menjadi aset berharga. Ia bisa merekam untuk berbagai produser tanpa kehilangan identitas sonik7. Setiap album punya karakter unik tapi tetap recognizable sebagai karya Tommy McCook—kombinasi teknik tinggi dengan feel yang autentik Jamaica.

Warisan Rocksteady dan Pengaruh terhadap Reggae

Rocksteady hidup singkat—hanya sekitar 1966-1968—tapi pengaruhnya abadi3. Sound yang dikembangkan di Treasure Isle jadi bridge (jembatan) penting antara ska energik dan reggae yang lebih laid-back. Tanpa rocksteady, transisi ke reggae akan jauh lebih abrupt dan mungkin kurang organik.

Duke Reid sebagai produser punya telinga emas untuk trend musikal. Ia menangkap kejenuhan publik terhadap tempo cepat ska dan menawarkan alternatif lebih rileks namun tetap engaging2. Treasure Isle jadi rumah bagi hits rocksteady terbesar era itu—dari vokal group hingga instrumental McCook.

Album Treasure Ska dan Skatalites Plus jadi dokumen penting transisi ini5. Peneliti musik Jamaica sering merujuk rekaman-rekaman ini untuk memahami evolusi genre. Mereka menunjukkan bagaimana musisi Jamaica terus berinovasi, tidak puas dengan status quo.

Legacy Treasure Isle melampaui produk rekaman. Label ini membuktikan bahwa inovasi komersial dan artistik bisa berjalan bersamaan8. Duke Reid tidak sekadar mengikuti trend—ia menciptakan trend. Dan The Skatalites/Supersonics di bawah McCook jadi instrumen sempurna untuk mewujudkan visi itu, meninggalkan jejak permanen dalam sejarah musik dunia.

Daftar Pustaka

  1. Foster, C. (1999). Roots rock reggae. Billboard Books.
  2. Under The Radar. (2025, Desember 6). The Skatalites 50th Anniversary. https://www.undertheradar.co.nz/gig/40823/The-Skatalites-50th-Anniversary.utr
  3. Brighton and Hove News. (2019, Mei 27). The Skatalites perform a truly uplifting concert. https://www.brightonandhovenews.org/2019/05/27/the-skatalites-perform-a-truly-uplifting-concert/
  4. List.co.uk. (2025, Agustus 26). The Skatalites - 60th Anniversary Tour. https://list.co.uk/event/the-skatalites-60th-anniversary-tour-185064
  5. The Skatalites. (n.d.). Discography and recordings.
  6. All About Jazz. (2005, Juni 20). Skatalites: The Best Music You Never Heard. https://www.allaboutjazz.com/skatalites-the-best-music-you-never-heard-by-jose-orozco
  7. Under The Radar. (2014, Agustus 28). The Skatalites Announce New Zealand Shows. https://www.undertheradar.co.nz/news/8631/The-Skatalites-Announce-New-Zealand-Shows.utr
  8. South China Morning Post. (2016, September 20). Ska pioneers The Skatalites promise to bring the party to Hong Kong. https://www.scmp.com/culture/music/article/2020623/ska-pioneers-skatalites-promise-bring-party-hong-kong
PROFIL PENULIS
Swante Adi Krisna
Penggemar musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooner sejak 1998. Blogger dan SEO spesialis paruh waktu sejak 2014. Perancang Grafis otodidak sejak 2001. Pemrogram Website otodidak sejak 2003. Tukang Kayu otodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari Universitas Negeri di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Magister Hukum Pidana dalam bidang kejahatan dunia maya dari Universitas Swasta di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Magister Kenotariatan dalam bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari Universitas Negeri di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Bagian dari Keluarga Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.