cross
Tekan Enter untuk mencari atau ESC untuk menutup
4
Januariuary 2026

Adopsi AI dalam Ekosistem Riset Ilmiah Global dan Tantangan Kepercayaan

  • 68 tayangan
  • 04 Januari 2026
Adopsi AI dalam Ekosistem Riset Ilmiah Global dan Tantangan Kepercayaan Survei terhadap 6.000 peneliti menunjukkan adopsi aktif AI untuk tugas ilmiah inti di institusi global. BRIN Indonesia mengakui kecanggihan AI untuk penulisan ilmiah, sementara Genesis Mission AS mempercepat discovery dengan supercomputing. Tantangan kredibilitas dan kualitas riset memerlukan framework kepercayaan baru.

Adopsi Massal AI di Institusi Riset Internasional

Survei Penggunaan AI untuk Tugas Ilmiah Inti

Survei terhadap 6.000 peneliti dari Max Planck Society dan Fraunhofer Society mengungkap adopsi aktif AI1. Penggunaan meliputi tugas ilmiah inti, bukan hanya administratif. Perubahan fundamental dalam praktik riset.

BRIN Indonesia mengakui kecanggihan AI untuk menunjang penulisan ilmiah dan publikasi2. Teknologi mempermudah peneliti dalam menyusun naskah berkualitas. "AI is used to analyze patterns in large-scale and small-scale evacuations using historical data" tulis Russell dan Norvig3—teknik serupa diterapkan analisis literatur.

Jepang mengembangkan AI untuk membantu penelitian lintas disiplin4. Pemerintah memperluas dukungan ke laboratorium universitas. Investasi infrastruktur AI meningkat signifikan.

Kolaborasi Internasional dan Inisiatif Strategis

Department of Energy AS mensponsori Genesis Mission untuk mempercepat scientific discovery (penemuan ilmiah) dengan AI5. Supercomputing skala masif diintegrasikan dengan algoritma pembelajaran mesin. Target: terobosan energi bersih dan material maju.

China meluncurkan sistem AI yang dapat menjalankan riset ilmiah kompleks secara independen6. Jaringan supercomputing nasional mendukung eksperimen otomatis. Kompetisi geopolitik memacu inovasi.

Samsung mengoperasikan pusat penelitian AI di New York dengan Daniel D Lee sebagai pemimpin7. Korporasi teknologi berinvestasi besar dalam riset dasar. Kolaborasi industri-akademia menguat.

MIT membangun "scientific sandbox" (kotak pasir ilmiah) menggunakan AI untuk mensimulasikan evolusi sistem penglihatan8. Aplikasi: desain sensor generasi berikutnya untuk robotika dan kendaraan otonom.

Tantangan Kredibilitas dan Framework Kepercayaan Baru

Risiko Kualitas dan Flooding Riset Rendah

AI berisiko membanjiri akademia dengan riset berkualitas rendah9. Produktivitas meningkat drastis, tetapi apakah kualitas terjaga? Pertanyaan krusial untuk integritas sains.

Krisis kredibilitas sains sudah terjadi sebelum era AI. Banyak penelitian tidak dapat direplikasi10. Keengganan peneliti menyediakan akses terbuka pada data memperburuk masalah. AI dapat mengeksaserbasi atau menyelesaikan dilema ini.

Studi mengungkapkan chatbot AI tidak dapat mengganti terapis kesehatan mental11. Analogi untuk riset: AI tidak mengganti pemikiran kritis peneliti. Alat bantu, bukan pengganti.

Membangun Kepercayaan pada LLM untuk Sains

"Can we trust the current LLMs?" (Bisakah kita mempercayai LLM saat ini?) tanya peneliti dalam tinjauan penggunaan AI dalam sains12. Large Language Models (Model Bahasa Besar) menjadi alat teknologi yang kuat, namun keterbatasan harus dipahami.

Russell dan Norvig mengusulkan Bayesian neural networks yang mengukur ketidakpastian prediksi3. Transparensi tentang confidence level (tingkat keyakinan) esensial. Peneliti harus tahu kapan AI tidak yakin.

Editage mendorong pemerataan akses riset AI di Indonesia melalui GRC 2025 Asia Pacific Meeting13. Sains terbuka dan demokratisasi alat AI memperkuat kepercayaan global. Kolaborasi inklusif mencegah monopoli pengetahuan.

Universitas Terbuka meluncurkan buku hasil penelitian dosen sains dan teknologi terkait inovasi berkelanjutan14. Dokumentasi praktik terbaik AI dalam riset mempercepat adopsi bertanggung jawab.

Daftar Pustaka

  1. MSN. (2025). Survey of researchers shows active AI adoption for core scientific tasks. https://www.msn.com/en-us/news/technology/survey-of-researchers-shows-active-ai-adoption-for-core-scientific-tasks/ar-AA1SCLf1
  2. Tempo.co. (2024). Kecanggihan Artificial Intelligence Ternyata Mempermudah Penelitian Ilmiah. https://www.tempo.co/sains/kecanggihan-artificial-intelligence-ternyata-mempermudah-penelitian-ilmiah-36883
  3. Russell, S. J., & Norvig, P. (2021). Artificial intelligence: A modern approach (4th ed.). Pearson Education.
  4. Antaranews. (2023). Jepang akan kembangkan AI untuk bantu penelitian. https://www.antaranews.com/berita/3658530/jepang-akan-kembangkan-ai-untuk-bantu-penelitian
  5. ExecutiveGov. (2026). The Genesis Mission: Accelerating Scientific Discovery With AI. https://executivegov.com/articles/doe-genesis-mission-ai
  6. MSN. (2026). China rolls out super AI science network to challenge Trump's Genesis Mission. https://www.msn.com/en-us/news/technology/china-rolls-out-super-ai-science-network-to-challenge-trump-s-genesis-mission/ar-AA1TolDe
  7. Beritasatu.com. (2018). Samsung Operasikan Pusat Penelitian AI di New York. https://www.beritasatu.com/ototekno/509549/samsung-operasikan-pusat-penelitian-ai-di-new-york
  8. ElectronicsForU. (2025). AI "Scientific Sandbox" Simulates The Vision Systems. https://www.electronicsforu.com/news/ai-scientific-sandbox-simulates-the-vision-systems
  9. Securities.io. (2025). AI in Scientific Research: Productivity Gains vs Quality Risks. https://www.securities.io/ai-double-edged-sword-scientific-research/
  10. Kompas.com. (2018). Krisis Kredibilitas Sains, Banyak Penelitian Tak Dapat Dipercaya. https://sains.kompas.com/read/2018/10/20/110000823/krisis-kredibilitas-sains-banyak-penelitian-tak-dapat-dipercaya
  11. Tempo.co. (2025). Hasil Penelitian: Jangan Konsultasikan Masalah Kejiwaan ke Chatbot AI. https://www.tempo.co/sains/hasil-penelitian-jangan-konsultasikan-masalah-kejiwaan-ke-chatbot-ai-1955265
  12. CNBCTV18. (2025). AI in science: Can we trust the current LLMs? https://www.cnbctv18.com/technology/ai-in-science-can-we-trust-the-current-llms-19798919.htm
  13. JPNN.com. (2025). AI dan Sains Terbuka: Editage Dorong Pemerataan Akses Riset di Indonesia. https://www.jpnn.com/news/ai-dan-sains-terbuka-editage-dorong-pemerataan-akses-riset-di-indonesia
  14. Antaranews. (2022). UT luncurkan buku hasil penelitian dosen sains dan teknologi. https://www.antaranews.com/berita/3191913/ut-luncurkan-buku-hasil-penelitian-dosen-sains-dan-teknologi
PROFIL PENULIS
Swante Adi Krisna
Penggemar musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooner sejak 1998. Blogger dan SEO spesialis paruh waktu sejak 2014. Perancang Grafis otodidak sejak 2001. Pemrogram Website otodidak sejak 2003. Tukang Kayu otodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari Universitas Negeri di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Magister Hukum Pidana dalam bidang kejahatan dunia maya dari Universitas Swasta di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Magister Kenotariatan dalam bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari Universitas Negeri di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Bagian dari Keluarga Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.