{!-- ra:00000000000003ea0000000000000000 --}Agentic AI 🤖 Memberdayakan Tata Kelola Arsitektur: Solusi Kerapuhan Sistem Enterprise - SWANTE ADI KRISNA
cross
Hit enter to search or ESC to close
Agentic AI 🤖 Memberdayakan Tata Kelola Arsitektur: Solusi Kerapuhan Sistem Enterprise
19
November 2025

Agentic AI 🤖 Memberdayakan Tata Kelola Arsitektur: Solusi Kerapuhan Sistem Enterprise

  • 6
  • 19 November 2025

JAKARTA - Neal Ford dan Mark Richards dari O'Reilly mengungkap terobosan signifikan dalam tata kelola arsitektur perangkat lunak. Agentic AI (AI Agensi) kini mampu mengatasi masalah kerapuhan yang selama ini menghambat arsitek enterprise dalam menerapkan pemeriksaan otomatis.1 Model Context Protocol (MCP) menjadi lapisan antikorupsi sempurna untuk menyatakan niat tata kelola tanpa bergantung pada detail implementasi.

Konsep Fitness Function dalam Arsitektur

Fitness function didefinisikan sebagai mekanisme pemeriksaan integritas objektif untuk karakteristik arsitektur.1 Seperti unit test, tapi untuk urusan arsitektur. Banyak tim mengira integritas referensial hanya mungkin dalam database relasional—padahal kita bisa memisahkan aktivitas governance dari implementasinya.

Ford dan rekan penulisnya Rebecca Parsons serta Patrick Kua sudah mengusulkan ide ini sejak 2017 dalam Building Evolutionary Architectures.1 Ratusan proyek telah mengimplementasikannya dengan sukses, meski terkendala spesifisitas detail implementasi yang membuat sulit diperluas ke level enterprise.

Integritas Referensial Tanpa Database Relasional

Ketika tim memecah data ke dua database untuk skalabilitas lebih baik, mereka tak bisa lagi mengandalkan database untuk menegakkan integritas referensial. Solusinya? Fitness function kecil yang memantau antrian antara customer dan ticket.1 Saat kedalaman antrian turun ke nol, fungsi ini membuat set kunci pelanggan dan memastikan semua foreign key tiket ada dalam set kunci pelanggan.

Mengapa tidak langsung query database? Abstraksi sebagai set memberikan fleksibilitas—query konstan ke database menimbulkan overhead dengan efek samping negatif.1 Menggunakan set memungkinkan caching data non-volatile, menghindari query database terus-menerus.

Service Mesh sebagai Governance Mesh

Dalam arsitektur terdistribusi seperti microservices, kode governance ini dieksekusi dalam service mesh. Pola umum untuk menangani operasional seperti logging, monitoring, penamaan, dan penemuan layanan.1 Ekosistem microservices matang menggunakan service mesh sebagai governance mesh juga—menerapkan fitness function dan aturan lain saat runtime.

Aspek 🔍Pendekatan TradisionalDengan Agentic AI 🤖
Scope Tanggung JawabSempit, spesifik per proyekHolistik di level enterprise
Detail ImplementasiTerlalu banyak exposureDisembunyikan via MCP
Brittleness (Kerapuhan)Tinggi saat perubahanRendah berkat indirection
Maintenance 🔧Sering breakStabil meski evolusi
Feedback Loop ⚡Lambat, manualCepat, otomatis
Integrasi GovernancePer-project basisEnterprise-wide
Evolusi ArsitekturMenghambat governanceMendukung governance

Model Context Protocol: Lapisan Antikorupsi

MCP mendefinisikan lapisan integrasi umum bagi agen untuk query dan konsumsi kapabilitas dalam metascope tertentu.1 Tim bisa setup MCP server di level aplikasi atau arsitektur integrasi untuk expose tools dan sumber data ke AI agents. Ini memberikan lapisan antikorupsi sempurna.

Enterprise architect cukup menyatakan niat governance—validasi integritas referensial—ke MCP server proyek. Server ini expose fitness function via tools atau sumber data seperti log files.1 Ketika proyek berevolusi di masa depan, governance tidak rusak karena kerapuhan.

Implementasi dengan Indirection Metalevel

Concern enterprise architect (validasi integritas referensial) tidak berubah meski detail proyek berubah. Tim menambah service lain untuk experts yang mengerjakan tickets—kini perlu validasi integritas di tiga database.1 Tim mengubah internal MCP tool yang implementasi fitness function, request enterprise architect tetap sama.

Ini memungkinkan enterprise architect menyatakan governance intent secara efektif tanpa menyelami detail implementasi. Menghilangkan brittleness fitness function berjangkauan jauh, memungkinkan governance holistik lebih proaktif oleh arsitek di semua level.1

Ekosistem Agentic AI yang Berkembang

OutSystems Agent Workbench mempercepat adopsi enterprise agentic AI dengan pioneer seperti Thermo Fisher, Axos Bank, dan Ascot Insurance memiliki lebih dari 5.500 agen AI dalam pengembangan.2 Mereka memberikan peningkatan efisiensi terukur dan optimalisasi workflow.

Interview Kickstart meluncurkan Applied Agentic AI Pathway, program training tujuh minggu untuk profesional software dan data.3 Sistem agentic AI—yang bisa merencanakan, bertindak, dan belajar mandiri—diadopsi lebih cepat daripada AI tradisional dan generatif.

Verosoft meluncurkan mobiMentor AI, agentic AI pertama yang dirancang untuk menyelesaikan pekerjaan maintenance sebenarnya dengan eksekusi voice-driven dan agen terlatih maintenance.4 Google juga meluncurkan Antigravity, IDE bertenaga AI baru untuk autonomous agentic coding sebagai bagian dari update Gemini 3.5

Kesimpulan

Architecture as Code mencapai kematangan dengan kombinasi library fitness function yang powerful untuk berbagai platform dan inovasi ekosistem seperti MCP dan agentic AI.1 Enterprise architect kini bisa mendefinisikan intent luas secara holistik, menyerahkan detail implementasi dan evolusi ke tim masing-masing. X as code (di mana X bisa berbagai hal) biasanya muncul ketika ekosistem software development mencapai level kematangan dan otomasi tertentu—seperti yang terjadi dengan infrastructure as code lewat Puppet dan Chef.

Download PDF tentang Agentic AI dan Model Context P (telah di download 24 kali)
  • Agentic AI 🤖 Memberdayakan Tata Kelola Arsitektur: Solusi Kerapuhan Sistem Enterprise
    One of the principles in our upcoming book Architecture as Code is the ability for architects to design automated governance checks for important architectural concerns, creating fast feedback loops when things go awry. This idea isn’t new—Neal and his coauthors Rebecca Parsons and Patrick Kua espoused this idea back in 2017 in the first edition of Building Evolutionary Architectures, and many...
Penulis
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan ai paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.