Pembangunan kota cerdas (smart city) di Kabupaten Gunungkidul mendapat angin segar melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Strategi pendanaan inovatif ini memungkinkan Pemkab Gunungkidul untuk mempercepat transformasi digital sambil mengoptimalkan layanan publik berbasis teknologi modern.
Tantangan Pendanaan Infrastruktur Digital
Indonesia memerlukan investasi infrastruktur sebesar Rp10.303 triliun untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 20291. Angka fantastis ini meningkat hampir 60% dibanding periode sebelumnya. Dalam konteks Gunungkidul, wilayah yang dikenal dengan keindahan alamnya2 kini berupaya mengintegrasikan teknologi dlm sektor pariwisata dan pelayanan publik.
Komposisi pendanaan infrastruktur nasional terbagi menjadi tiga segmen utama. Pemerintah berkontribusi 40%, swasta 30%, dan BUMN/BUMD menanggung 30%3. Pembagian proporsional ini membantu mengurangi risiko finansial sekaligus membuka peluang partisipasi sektor privat dlm pembangunan smart city.
Dasar Hukum dan Regulasi KPBU
Skema KPBU memiliki fondasi hukum yg kuat melalui berbagai peraturan. Perpres No. 38 Tahun 2015 tentang KPBU menjadi payung utama, dilengkapi PerMen PPN/Bappenas No. 7 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pelaksanaan KPBU4. Regulasi ini diperkuat dengan Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE dan PMK No. 68 Tahun 2024 tentang Dukungan Pemerintah dalam KPBU.
Mekanisme Pengembalian Investasi
Skema pengembalian investasi dlm KPBU dapat dilakukan melalui user charge atau tarif layanan dari pengguna. Alternatif lainnya adalah availability payment yaitu pembayaran berkala dari pemerintah5. Model fleksibel ini memungkinkan adaptasi sesuai karakteristik proyek dan kemampuan finansial daerah.
Peluang Smart City di Gunungkidul
Jenis infrastruktur dlm lingkup KPBU untuk smart city semakin diperluas mencakup smart metering untuk listrik dan air. PDAM Tirta Handayani Gunungkidul telah memasang sensor water level untuk memperkuat pengawasan sumber air tanah6. Langkah ini menunjukkan komitmen daerah terhadap pengelolaan sumber daya berbasis teknologi.
Early warning system untuk bencana juga menjadi prioritas mengingat karakteristik geografis Gunungkidul yg rawan kekeringan. Transportasi umum berbasis kendaraan listrik dan SPKLU mulai dirintis melalui berbagai program kerjasama7. Inovasi ini sejalan dengan upaya menciptakan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Integrasi Teknologi dan Pariwisata
Smart traffic management dan smart surveillance system sangat relevan untuk mendukung sektor pariwisata Gunungkidul. Tercatat 10.000 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi saat malam pergantian tahun8. Angka ini membutuhkan infrastruktur digital yg mampu mengelola arus wisatawan secara efisien.
Pengelolaan sampah berbasis teknologi dan waste-to-energy menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan. DPRD Gunungkidul mendukung wacana pengolahan sampah secara bersama dengan Kota Yogyakarta9. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan regional dalam mengatasi tantangan perkotaan modern.
Proses Implementasi KPBU
Pelaksanaan KPBU dibagi menjadi solicited (inisiatif pemerintah) dan unsolicited (inisiatif badan usaha)10. Tahapan mencakup perencanaan untuk identifikasi kebutuhan dan studi pendahuluan. Fase penyiapan melibatkan kajian strategis, ekonomi, finansial, dan teknis yang komprehensif.
Proses transaksi mencakup lelang, pembentukan Badan Usaha Pelaksana (BUP), dan penandatanganan perjanjian. Manajemen kontrak berlangsung mulai dari konstruksi, operasional, hingga akhir masa kontrak. Total waktu untuk menyiapkan proyek KPBU berkisar 9 hingga 23 bulan tergantung kompleksitas proyek11.
Digital Library dan Pendidikan
Digital library, STEM campus, dan laboratorium digital menjadi komponen penting dlm ekosistem smart city. Pemkab Gunungkidul telah mengalihkan anggaran senilai Rp 12 miliar ke pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur12. Keputusan strategis ini menunjukkan prioritas terhadap pengembangan SDM dan infrastruktur pendukung.
Akses internet publik terbuka melalui WiFi publik menjadi kebutuhan mendasar. Program-program inovasi teknologi seperti penerapan IoT untuk pertanian digital telah dimulai13. Inisiatif ini membuktikan bahwa teknologi dapat diintegrasikan dlm berbagai sektor ekonomi lokal.
Kesimpulan
Skema KPBU menjadi instrumen vital untuk membiayai pembangunan smart city yg berkelanjutan di Gunungkidul. Dengan dasar regulasi yang kuat, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan pendanaan dari pemerintah, BUMN, serta swasta, implementasi smart city dapat terwujud lebih cepat. Hasilnya adalah kota dengan infrastruktur digital modern, layanan publik efisien, dan kualitas hidup masyarakat yang semakin baik.
Transformasi Gunungkidul menjadi smart city tidak hanya berdampak pada efisiensi pelayanan publik, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Integrasi teknologi dlm pengelolaan sumber daya alam, sampah, dan transportasi menciptakan ekosistem berkelanjutan yg menguntungkan semua pihak.
Referensi
- Novie Andriani, SH, LLM, CPPPSS. (2025). Regulasi Pelaksanaan KPBU Smart City. Direktur Pembiayaan Strategis dan Inovatif Kementerian PPN/Bappenas.
- Website. (2022, Mei 19). 6 Wisata Gunungkidul yang Tersembunyi, Wajib Dikunjungi. Merdeka.com. https://www.merdeka.com/jateng/6-wisata-gunungkidul-yang-tersembunyi-wajib-dikunjungi-kln.html
- Ibid, Andriani.
- Op. cit., Andriani.
- Loc. cit.
- Website. (2025, September 24). PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Pasang Sensor Water Level, Perkuat Pengawasan Sumber Air Tanah. Radar Jogja. https://radarjogja.jawapos.com/gunungkidul/656616593/pdam-tirta-handayani-gunungkidul-pasang-sensor-water-level-perkuat-pengawasan-sumber-air-tanah
- Website. (2024, Juli 31). PLN EPI inisiasi Desa Berdaya Energi Gunungkidul perluas ekonomi hijau. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/4229647/pln-epi-inisiasi-desa-berdaya-energi-gunungkidul-perluas-ekonomi-hijau
- Website. (2025, Januari 2). Malam Pergantian Tahun, 10.000 Wisatawan Kunjungi Gunungkidul. Kompas.com. https://travel.kompas.com/read/2025/01/02/144659927/malam-pergantian-tahun-10000-wisatawan-kunjungi-gunungkidul
- Website. (2025, September 2). DPRD Gunungkidul Dukung Wacana Pengolahan Sampah Secara Bersama dengan Kota Yogyakarta. Kompas.com. https://regional.kompas.com/read/2025/09/02/161312078/dprd-gunungkidul-dukung-wacana-pengolahan-sampah-secara-bersama-dengan-kota
- Op. cit., Andriani.
- Ibid.
- Website. (2025, September 16). Pemkab Gunungkidul Alihkan Anggaran MBG Rp 12 Miliar ke Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur. Kompas.com. https://regional.kompas.com/read/2025/09/16/201037378/pemkab-gunungkidul-alihkan-anggaran-mbg-rp-12-miliar-ke-pendidikan
- Website. (2025, September 24). USD Dampingi KWT Godhong Ijo Terapkan IoT demi Pertanian Digital. Tribun Jogja. https://jogja.tribunnews.com/diy/1194016/usd-dampingi-kwt-godhong-ijo-terapkan-iot-demi-pertanian-digital

