{!-- ra:00000000000003ea0000000000000000 --}Proyek Institut Filsafat ๐ŸŽ“ Independen untuk Masa Depan Pendidikan - SWANTE ADI KRISNA
cross
Hit enter to search or ESC to close
Proyek Institut Filsafat ๐ŸŽ“ Independen untuk Masa Depan Pendidikan
23
October 2025

Proyek Institut Filsafat ๐ŸŽ“ Independen untuk Masa Depan Pendidikan

  • 7
  • 23 October 2025
Proyek Institut Filsafat ๐ŸŽ“ Independen untuk Masa Depan Pendidikan

Sebuah tim peneliti akademis memulai proyek ambisius menciptakan Independent Philosophy Institute (Institut Filsafat Independen) sebagai respons terhadap penyusutan program filsafat di Amerika Serikat1. Anthony Beavers dari Indiana University memimpin inisiatif ini bersama Catherine Kemp, Corey McCall, Peter Suber, Mark Valenzuela, dan David Weinberger.

Mereka mendapat hibah dari John D. and Catherine T. MacArthur Foundation untuk mendokumentasikan defunding (pengurangan dana) dan penyusutan filsafat akademik di universitas-universitas2. Laporan terbuka akan dirilis pada musim gugur 2026.

Latar Belakang Krisis Pendidikan Filsafat

Berbagai perkembangan demografis, ekonomi, dan teknologi memicu kekhawatiran tentang kelangsungan institusi pendidikan tinggi tradisional. Selama dekade terakhir, banyak perguruan tinggi mengurangi penawaran filsafat atau menghapus program sepenuhnya3. Data kehilangan mencakup pemotongan anggaran, pemutusan hubungan kerja fakultas, penutupan departemen, penghapusan jurusan, penyempitan kurikulum, dan penurunan pendaftaran mahasiswa.

Tim peneliti ini memiliki hampir satu abad pengalaman mengajar kolektif di perguruan tinggi. Mereka mulai bertemu Oktober 2022 untuk memikirkan cara-cara baru mendukung pengajaran dan studi filsafat4. Diskusi mengarah pada dua hal: kebutuhan mendokumentasikan masalah dan kebutuhan rumah institusional alternatif serta komplementer untuk filsafat.

Konsep Institut Filsafat Independen

Aspek ๐ŸŽฏDeskripsi ๐Ÿ“‹
Bentuk OrganisasiOrganisasi nirlaba (nonprofit) di luar kampus konvensional
PenawaranSeminar filsafat kecil secara online
Cakupan TopikRentang luas: teks, tokoh, periode, gerakan, budaya
AdministrasiDikelola terutama oleh para filsuf
IndependensiTidak tunduk pada anggaran, kurikulum, tingkat staf, atau ekspektasi pendaftaran kampus
FakultasBisa dibayar (setelah periode start-up)
MahasiswaBisa mendapat kredit yang dapat ditransfer
BiayaBanyak atau sebagian besar kursus gratis; beberapa berbayar untuk pendapatan operasional

Ide masih dalam tahap perencanaan5. Tim sedang berpikir keras tentang keuangan, kontrol kualitas, kurikulum, akreditasi, tata kelola, dan infrastruktur. Harapannya, setelah periode awal, fakultas institut bisa dibayar dan mahasiswa bisa mendapatkan kredit yang dapat ditransfer.

Model Pendanaan Berkelanjutan

Institut berencana menggabungkan model campuran. Tidak semua fakultas perlu dibayar dan tidak semua mahasiswa memerlukan kredit. Namun untuk keberlanjutan, beberapa kursus akan mengenakan biaya kuliah untuk mengumpulkan pendapatan membayar pengajar dan menutup biaya operasional dasar6. Sebagian besar kursus diharapkan tetap gratis untuk menjangkau lebih luas.

Keterlibatan Komunitas dan Riset

Proyek ini tidak hanya tentang menciptakan institusi baru, tapi juga penelitian kuantitatif pemotongan di bidang filsafat selama beberapa dekade terakhir, terutama di Amerika Serikat. Mereka melampaui anekdot menuju tren terukur7.

  • Tim mengundang anggota disiplin yang tertarik pada proyek penelitian atau deliberasi tentang masa depan filsafat untuk bergabung
  • Situs web menyediakan instruksi untuk mendaftar ke mailing list, formulir sukarelawan, dan halaman pendaftaran untuk berpartisipasi dalam survei pengumpulan data penting
  • Filsafat hidup dalam percakapan antara sarjana, mahasiswa, dan pengajarโ€”ketika tokoh, teks, topik, periode, budaya, dan gerakannya menghilang dari kurikulum institusional tradisional, filsafat itu sendiri berisiko menghilang
  • Mereka ingin menemukan cara melestarikannya dan mengajak semua pihak bergabung dalam misi ini

Perspektif Global tentang Masa Depan Filsafat

Kekhawatiran serupa muncul di berbagai belahan dunia. Konferensi di Bristol mempertanyakan apakah masa depan konferensi filsafat ada di akademia atau sektor swasta, dan apakah pembuatan film menjadi masa depan filsafat8. UNESCO juga mengadakan acara tentang filsafat untuk semua, dengan sosiolog Hartmut Rosa menyampaikan pidato utama tentang konsep baru energi sosial9.

Peter Suber dan David Weinberger bersama rekan penulisnya bertanya apakah masa depan filsafat akademik terletak di universitas dalam tulisan tamu untuk Daily Nous10. Pertanyaan ini mencerminkan kegelisahan global tentang keberlanjutan disiplin filosofis di tengah perubahan lanskap pendidikan.

Kesimpulan

Institut Filsafat Independen menawarkan visi alternatif untuk pendidikan filsafat di luar struktur universitas tradisional. Dengan fokus pada aksesibilitas, kualitas, dan keberlanjutan, proyek ini berpotensi menjadi model baru bagaimana pengetahuan filosofis dapat disebarluaskan dan dilestarikan untuk generasi mendatang. Tim berharap dapat meluncurkan laporan penelitian komprehensif pada 2026 dan terus mengembangkan konsep institut ini dengan masukan dari komunitas filosofis global.

Daftar Pustaka

  • Weinberg, Justin. "Exploring the Future of Philosophy: An Independent Philosophy Institute?" Daily Nous, 23 Oktober 2025, https://dailynous.com/2025/10/23/exploring-the-future-of-philosophy-an-independent-philosophy-institute-guest-post/
  • Ibid.
  • Ibid.
  • Ibid.
  • Ibid.
  • Ibid.
  • Ibid.
  • "The Future of Philosophy Conferences." University of Bristol, 11 Agustus 2025, https://www.bristol.ac.uk/arts-law-social-sciences/events/2025/august/philthe-future-of-philosophy-conferences.html
  • "Philosophy for All: Reigniting Social Energy for an Inclusive Future." UNESCO, 21 November 2024, https://www.unesco.org/en/articles/philosophy-all-reigniting-social-energy-inclusive-future
  • "Exploring the Future of Philosophy." Harvard Berkman Klein Center, 25 Oktober 2025, https://cyber.harvard.edu/story/2025-10/exploring-future-philosophy
Download PDF tentang Institusionalisasi Alternatif (telah di download 13 kali)
Penulis
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.