{!-- ra:00000000000003ea0000000000000000 --}AI Revolusi Desain Glider Bawah Laut Otonom untuk Eksplorasi Laut - SWANTE ADI KRISNA
cross
Hit enter to search or ESC to close
AI Revolusi Desain Glider Bawah Laut Otonom untuk Eksplorasi Laut
9
July 2025

AI Revolusi Desain Glider Bawah Laut Otonom untuk Eksplorasi Laut

  • 66
  • 09 July 2025
AI Revolusi Desain Glider Bawah Laut Otonom untuk Eksplorasi Laut

Peneliti dari MIT Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) dan University of Wisconsin mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) yang revolusioner untuk merancang kendaraan bawah air otonom berbentuk glider. Inovasi ini memungkinkan eksplorasi bentuk-bentuk glider yang tak konvensional dengan efisiensi energi tinggi, mirip dgn cara ikan dan anjing laut berenang di lautan.

Teknologi AI dalam Perancangan Glider

Peter Yichen Chen, postdoc MIT CSAIL dan peneliti utama proyek, menjelaskan bahwa mereka telah mengembangkan proses semi-otomatis yg dapat membantu menguji desain tidak konvensional yang sangat sulit dirancang manusia 1. Sistem AI ini menggunakan machine learning (pembelajaran mesin) untuk menguji berbagai desain 3D dlm simulator fisika, kemudian membentuknya menjadi bentuk yang lebih hidrodinamis.

Tim peneliti menciptakan dataset dari lebih dari 20 bentuk eksplorasi laut konvensional seperti kapal selam, paus, pari manta, dan hiu. Mereka kemudian menempatkan model-model ini dalam "kandang deformasi" yang memetakan titik-titik artikulasi berbeda yg dapat ditarik peneliti untuk menciptakan bentuk baru 2. Pendekatan ini sangat relevan bagi Indonesia yang memiliki wilayah perairan luas dan membutuhkan teknologi eksplorasi laut yang efisien.

Optimasi Rasio Lift-to-Drag

Niklas Hagemann, mahasiswa pascasarjana MIT dalam bidang arsitektur dan afiliasi CSAIL, mencatat bahwa rasio lift-to-drag sangat berguna untuk gerakan meluncur yang serupa di laut. Pipeline mereka memodifikasi bentuk glider untuk menemukan rasio lift-to-drag terbaik, mengoptimalkan kinerjanya di bawah air 3. Semakin tinggi rasionya, semakin efisien kendaraan tersebut bergerak; semakin rendah, semakin glider akan melambat selama perjalanannya.

Simulasi dan Pengujian Real-World

Jaringan saraf mereka mensimulasikan bagaimana glider tertentu akan bereaksi terhadap fisika bawah air, bertujuan menangkap bagaimana ia bergerak maju dan gaya yang menahannya. Untuk memastikan prediksi AI tentang kinerja glider akurat, mereka melakukan eksperimen dalam lingkungan yang lebih mirip kehidupan nyata 4.

Hasil Prototipe dan Pengujian

Tim berhasil memproduksi dua glider berukuran sekitar papan boogie: mesin bersayap dua yang menyerupai pesawat terbang, dan objek unik bersayap empat yg menyerupai ikan pipih dengan empat sirip. Kedua desain dicetak menggunakan printer 3D sebagai cangkang berlubang dengan lubang kecil yang mengalir ketika terendam sepenuhnya 5.

Performa Superior

Setiap desain mengungguli glider berbentuk torpedo buatan tangan dengan bergerak lebih efisien melintasi kolam. Dengan rasio lift-to-drag yang lebih tinggi dari rekan mereka, kedua mesin yang didorong AI mengeluarkan lebih sedikit energi, mirip dengan cara hewan laut bernavigasi di lautan 6. Ini sangat penting bagi Indonesia yg memiliki 17.000 pulau dan membutuhkan teknologi monitoring laut yang efisien.

Aplikasi untuk Oseanografi

Para ilmuwan MIT mengatakan bahwa pipeline desain ini dapat menciptakan mesin baru yang lebih efisien untuk membantu oseanografer mengukur suhu air dan tingkat garam, mengumpulkan wawasan lebih detail tentang arus, dan memantau dampak perubahan iklim 7. Teknologi ini sangat relevan untuk Indonesia yang berada di garis khatulistiwa dan rentan terhadap perubahan iklim.

Tantangan dan Masa Depan

Meskipun proyek ini merupakan langkah maju yang menggembirakan untuk desain glider, para peneliti berusaha mempersempit kesenjangan antara simulasi dan kinerja dunia nyata. Mereka juga berharap mengembangkan mesin yang dapat bereaksi terhadap perubahan mendadak dalam arus, membuat glider lebih dapat beradaptasi dengan laut dan samudra 8.

Chen menambahkan bahwa tim sedang mencari untuk mengeksplorasi jenis bentuk baru, khususnya desain glider yang lebih tipis. Mereka bermaksud membuat framework mereka lebih cepat, mungkin memperkuatnya dengan fitur baru yg memungkinkan lebih banyak kustomisasi, manuverabilitas, atau bahkan penciptaan kendaraan miniatur 9.

Kesimpulan

Teknologi AI untuk perancangan glider bawah air otonom ini membuka peluang besar bagi eksplorasi dan penelitian kelautan. Dengan efisiensi energi yang tinggi dan kemampuan adaptasi yang baik, teknologi ini dapat berkontribusi signifikan dalam pemahaman kita tentang ekosistem laut dan perubahan iklim, terutama bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

Referensi

  • MIT News. (2025, Juli 9). AI shapes autonomous underwater "gliders". https://news.mit.edu/2025/ai-shapes-autonomous-underwater-gliders-0709
  • Defense Mirror. (2025, Juli 23). Japan Joins AUKUS Autonomous Underwater Communications Exercise. https://www.defensemirror.com/news/39916/Japan_Joins_AUKUS_Autonomous_Underwater_Communications_Exercise
  • Defense Mirror. (2025, Juli 22). ASELSAN Unveils New Underwater Drone, GOKSUR VLS, CENK 4D Radar at IDEF 2025. https://www.defensemirror.com/news/39910/ASELSAN_Unveils_New_Underwater_Drone__GOKSUR_VLS__CENK_4D_Radar_at_IDEF_2025
  • Sensors and Systems. (2025, Juli 15). Starts production of autonomous underwater vehicles in the U.S. https://sensorsandsystems.com/starts-production-of-autonomous-underwater-vehicles-in-the-u-s/
  • Business Times. (2025, Juli 15). Singapore startup BeeX takes the sting out of maritime inspection costs with underwater drones. https://www.businesstimes.com.sg/singapore/smes/singapore-startup-beex-takes-sting-out-maritime-inspection-costs-underwater-drones
  • MSN. (2025, Juli 25). Scientists Captured Stunning Images of Ultra-Deep Waters Near Mariana Trench Using Underwater Vehicle. https://www.msn.com/en-us/science/oceanography/scientists-captured-stunning-images-of-ultra-deep-waters-near-mariana-trench-using-underwater-vehicle/ar-AA1JiZCc
  • MSN. (2025, Juli 21). Autonomous Underwater Power: HERNE XLUAV in Action. https://www.msn.com/en-us/technology/aviation/autonomous-underwater-power-herne-xluav-in-action/vi-AA1zL4g5
  • Taiwan News. (2025, Mei 22). Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Market Growth Outlook 2024–2032. https://www.taiwannews.com.tw/en/news/6118024
  • What's Up Newport. (2025, Juli 27). Morning Notes: Maritime technology leaders set to demonstrate ocean innovations in Newport. https://whatsupnewp.com/2025/07/morning-notes-maritime-technology-leaders-set-to-demonstrate-ocean-innovations-in-newport/
Download PDF tentang Implementasi Artificial Intell (telah di download 200 kali)
  • AI Revolusi Desain Glider Bawah Laut Otonom untuk Eksplorasi Laut
    Penelitian ini mengeksplorasi penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam merancang kendaraan bawah air otonom dengan efisiensi hidrodinamis optimal. Melalui pendekatan machine learning dan simulasi fisika, studi ini mengembangkan metodologi semi-otomatis untuk menghasilkan desain AUV yang tidak konvensional namun memiliki performa superior dalam hal rasio lift-to-drag. Implementasi teknologi ini sangat relevan bagi Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia yang membutuhkan solusi eksplorasi kelautan yang efisien dan berkelanjutan.
Penulis
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan ai paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.