Worldview Encounters hadir sebagai publikasi mingguan yang mengeksplorasi beragam cara pandang dunia (worldview) dalam kehidupan modern. Jens Van Steerteghem meluncurkan platform ini pada 9 Maret 2022 dengan misi membantu pembaca memahami kompleksitas perspektif budaya, politik, dan spiritual di era konektivitas global1. Kehidupan modern yang semakin kompleks memerlukan pendekatan komprehensif untuk memahami bagaimana berbagai pandangan dunia berinteraksi dan bertabrakan.
Konsep Inti Worldview Encounters
Istilah worldview (pandangan dunia) digunakan untuk menyatukan berbagai dimensi kehidupan manusia. Menurut Van Steerteghem, "by using the term worldview, we are able to address psychological, cultural, political, spiritual, religious and scientific concerns in a comprehensive manner"1. Pendekatan ini mengakui bahwa semua aspek tersebut konvergen dalam membentuk cara kita memandang realitas.
Platform ini mendorong sikap refleksif. Kita diminta "to recognise our own assumptions and to (at least temporarily) suspend our judgment when first encountering a different worldview"1. Ini penting karena teknologi yang berkembang pesat telah memfasilitasi konektivitas global, membuat bentrokan antar cara hidup menjadi tak terhindarkan.
Metodologi Eksplorasi
Worldview Encounters mengadopsi pendekatan unik dalam menganalisis pandangan dunia. Setiap worldview akan "be met on their own terms and they will be contrasted with competing worldviews"1. Bukan sekadar deskripsi netral, publikasi ini mengadopsi sikap kritis namun konstruktif yang menyeimbangkan antara penjelasan objektif dan evaluasi kritis.
| Aspek π― | Pendekatan Modernis π | Pendekatan Postmodernis π¬ |
|---|---|---|
| Tujuan Utama | Konstruksi pandangan dunia yang koheren dan rasional | Dialog terbuka dengan Yang Lain tanpa penutupan final |
| Peran Pembaca | Pencipta individual dari gambaran realitas sendiri | Partisipan dalam diskusi antarwacana yang setara |
| Fokus Analisis | Fragmen pandangan dunia dengan kelebihan dan kekurangan | Perjumpaan dan keterlibatan dengan perspektif berbeda |
| Penggunaan Rasio | Penekanan pada tuntutan rasional dan etika turunannya | Kritik atas klaim primasi dengan konsistensi internal |
| Hasil Akhir | Pembentukan pandangan dunia personal yang logis | Diskusi berkelanjutan tanpa kesimpulan tunggal |
| Sikap Epistemik | Pencarian kebenaran objektif melalui nalar | Apresiasi terhadap pluralitas diskursus |
| Relevansi Kontemporer | Sesuai tradisi Pencerahan dan individualisme Barat | Respons terhadap kritik atas universalisme modern |
Urgensi di Tengah Krisis Global
Publikasi ini tidak hanya soal akurasi intelektual. "Worldviews should not only provide an account of reality, they should also make us feel at home in the world"1. Di era kecemasan dan depresi yang merajalela, pertanyaan tidak nyaman muncul tentang apakah pendekatan hidup kita saat ini benar-benar melayani kesejahteraan kita.
Investigasi menyeluruh terhadap berbagai worldview menjadi sangat mendesak mengingat krisis global yang beragam. Van Steerteghem menegaskan bahwa "given the numerous global crises β be they political, economic, environmental or psychological β a thorough investigation of worldviews could not be more urgent"1. Pandangan dunia kita menentukan relasi dengan diri sendiri, orang lain, dan planet ini.
Dimensi Kesejahteraan dan Keberlanjutan
Penelitian menunjukkan bahwa pandangan dunia memengaruhi preferensi produk dan gaya hidup. Studi Lifemind mengungkapkan bahwa nilai liberal dan konservatif memengaruhi preferensi produk dalam pemasaran ritel2. Ini membuktikan bahwa worldview bukan sekadar abstraksi filosofis tetapi membentuk pilihan ekonomi konkret.
Dalam konteks lingkungan, penelitian Hemp dan Winter tentang kebun rumah Chagga menunjukkan kaitan erat antara pandangan dunia dan praktik lingkungan3. Konferensi Sustainability Environment Asia 2025 juga menekankan pentingnya perspektif ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam menterjemahkan komitmen hijau menjadi aksi nyata4.
Komunitas Intelektual dan Partisipasi
Worldview Encounters mengundang pembaca untuk berkontribusi. "We envision this publication as a space for encountering different perspectives on the world and also one where we can think reflexively about our own worldview and our culture's worldview"1. Ini bukan monolog tetapi dialog komunitas yang terus berkembang.
Pembaca dapat berpartisipasi melalui kolom komentar atau surat elektronik. Platform ini mendorong diskusi toleran antar pandangan dunia yang berbeda, mencerminkan kebutuhan akan pendidikan politik yang inklusif seperti yang diluncurkan Bawaslu Indonesia untuk pemilih pemula5. Dialog lintas perbedaan menjadi kunci membangun kepercayaan dan pemerintahan yang lebih baik.
Kesimpulan
Worldview Encounters menawarkan pendekatan segar dalam memahami kompleksitas pandangan dunia modern. Dengan menyeimbangkan analisis kritis dan keterbukaan dialogis, publikasi ini membekali pembaca untuk menavigasi lanskap perspektif yang beragam. Tujuan akhirnya bukan menemukan satu pandangan dunia absolut, melainkan memahami sesama manusia dengan lebih baik sambil merevisi pandangan kita sendiri. Di tengah krisis global multidimensi, eksplorasi mendalam terhadap worldview bukan lagi kemewahan intelektual tetapi kebutuhan mendesak untuk kesejahteraan kolektif dan masa depan berkelanjutan.
Daftar Pustaka
- Van Steerteghem, J. (2022, 9 Maret). The Aim of Worldview Encounters. Worldview Encounters. https://worldviewencounters.substack.com/p/aim-of-worldview-encounters
- ABC27. (2025, 21 Oktober). New Research Links Product Preference to Worldview, Not Politics. https://www.abc27.com/business/press-releases/ein-presswire/859910016/new-research-links-product-preference-to-worldview-not-politics/
- Smithsonian Institution. (2025, 16 Oktober). Environmental and worldview: the Chagga homegardens. https://www.si.edu/object/environmental-and-worldview-chagga-homegardens-andreas-hemp-claudia-hemp-and-j-christoph-winter:siris_sil_1005060
- Tirto.id. (2025, 13 November). Sustainability Environment Asia Opens 2025 Edition with Focus on ESG, Water and Carbon. https://tirto.id/sustainability-environment-asia-opens-2025-edition-with-focus-on-esg-water-and-carbon-hlMC
- Antara News. (2025, 12 November). Indonesia's Bawaslu launches political education for first-time voters. https://en.antaranews.com/news/391489/indonesias-bawaslu-launches-political-education-for-first-time-voters

