Riset terbaru dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa model berbasis fisika sederhana dapat memberikan prediksi iklim yg lebih akurat dibanding deep learning canggih. Temuan ini menantang asumsi umum dlm komunitas sains lingkungan bahwa AI besar selalu unggul.
Penelitian Revolusioner dari Tim MIT
Tim peneliti dipimpin oleh Profesor Noelle Selin dari MIT Institute for Data, Systems, and Society menganalisis perbandingan teknik Linear Pattern Scaling (LPS) dengan model deep learning menggunakan dataset benchmark umum. Hasil studi menunjukan bahwa 1 LPS mengungguli model deep learning pada hampir semua parameter yang diuji, termasuk suhu dan presipitasi regional.
Björn Lütjens, penulis utama studi yang sekarang bekerja di IBM Research, menekankan pentingnya implementasi solusi existing sebelum menggunakan pendekatan machine learning kompleks. "Metode AI besar sangat menarik bagi ilmuwan, tapi jarang benar2 memecahkan masalah baru," ungkapnya dalam konferensi pers kemarin.
Keunggulan Model Berbasis Fisika
Studi ini membuktikan bahwa climate emulator (emulator iklim) sederhana dapat mensimulasi efek aktivitas manusia terhadap iklim masa depan dengan lebih cepat dan akurat. Variabilitas alami yang tinggi dlm model iklim ternyata menyebabkan deep learning berkinerja buruk pada osilasi jangka panjang yang tidak dapat diprediksi seperti El Niño/La Niña.
Evaluasi Benchmarking yang Baru
Para peneliti mengkonstruksi evaluasi baru dengan data lebih banyak untuk mengatasi variabilitas iklim alami. Dengan evaluasi ini, model deep learning menunjukkan performa sedikit lebih baik untuk presipitasi lokal, namun LPS tetap lebih akurat untuk prediksi suhu. 2 Profesor Raffaele Ferrari, co-director Lorenz Center, menegaskan bahwa LPS masih memiliki keterbatasan dalam memprediksi variabilitas atau peristiwa cuaca ekstrem.
Implikasi untuk Kebijakan Iklim
Temuan ini memiliki dampak signifikan bagi pembuat kebijakan yang mengandalkan prediksi iklim untuk mengembangkan regulasi. Climate emulator yg akurat memungkinkan policymaker melihat bagaimana asumsi alternatif emisi gas rumah kaca akan mempengaruhi suhu masa depan. 3 Penelitian menunjukkan pentingnya memilih alat modeling yang tepat untuk masalah spesifik.
Peringatan terhadap AI Besar
Studi ini menjadi "cautionary tale" tentang risiko penerapan model AI besar untuk sains iklim tanpa mempertimbangkan hukum fisika yang telah terbukti. Sementara deep learning menunjukkan kesuksesan luar biasa dlm domain seperti natural language processing, sains iklim memiliki seperangkat hukum fisika dan aproksimasi yang terbukti.
Kesimpulan
Penelitian MIT ini memperkuat argumen bahwa kompleksitas teknologi tidak selalu berkorelasi dengan akurasi prediksi. Model Linear Pattern Scaling yang relatif sederhana terbukti lebih handal untuk estimasi suhu regional, meskipun deep learning masih unggul untuk estimasi curah hujan lokal. Temuan ini mendorong pengembangan teknik benchmarking yang lebih baik dan penerapan alat modeling yang sesuai dengan karakteristik masalah iklim spesifik.
Referensi
- MIT News. (2025, 26 Agustus). Simpler models can outperform deep learning at climate prediction. https://news.mit.edu/2025/simpler-models-can-outperform-deep-learning-climate-prediction-0826
- MSN. (2025, 27 Agustus). Simpler Physics-Based Models Outperform Large AI in Climate Predictions. https://www.msn.com/en-gb/money/technology/simpler-physics-based-models-outperform-large-ai-in-climate-predictions/ar-AA1LlrVq
- Science Daily. (2025, 6 September). Satellites confirm 1990s sea-level predictions were shockingly accurate. https://www.sciencedaily.com/releases/2025/09/250906013453.htm
- Turn To 10. (2025, 26 Agustus). Climate Prediction Center forecasting a "warmer than normal" meteorological fall. https://turnto10.com/weather/weather-blog/climate-prediction-center-forecasting-a-warmer-than-normal-meteorological-fall
- MSN. (2025, 5 September). Could supervolcanoes trigger faster climate change than predicted? https://www.msn.com/en-us/weather/topstories/could-supervolcanoes-trigger-faster-climate-change-than-predicted/ar-AA1LYhWS

