{!-- ra:00000000000003ec0000000000000000 --}MIT Ciptakan Revolusi 3D Print: Ramah Lingkungan Tapi Tetap Kuat! - SWANTE ADI KRISNA
cross
Hit enter to search or ESC to close
MIT Ciptakan Revolusi 3D Print: Ramah Lingkungan Tapi Tetap Kuat!
4
September 2025

MIT Ciptakan Revolusi 3D Print: Ramah Lingkungan Tapi Tetap Kuat!

  • 12
  • 04 September 2025
MIT Ciptakan Revolusi 3D Print: Ramah Lingkungan Tapi Tetap Kuat!

Peneliti MIT berhasil menciptakan terobosan mengejutkan dlm dunia 3D printing (pencetakan tiga dimensi) yg dapat mengubah cara kita memandang produksi berkelanjutan1. Tim dari Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) MIT dan Hasso Plattner Institute mengembangkan sistem SustainaPrint yg memungkinkan pembuatan objek ramah lingkungan namun tetap memiliki kekuatan struktural tinggi.

Latar Belakang Masalah Lingkungan

Industri pencetakan 3D menghadapi dilema besar antara keberlanjutan dan performa. Sebagian besar printer 3D konsumer dan industri masih mengandalkan filamen plastik berbasis petroleum2. Meskipun alternatif "hijau" dari bahan biodegradable atau daur ulang sudah tersedia, namun mereka memiliki kelemahan serius - cenderung rapuh di bawah tekanan dan tak cocok untuk aplikasi struktural.

Maxine Perroni-Scharf, mahasiswa PhD MIT dan peneliti CSAIL yang memimpin proyek ini menjelaskan, "Harapan kami adalah SustainaPrint dapat digunakan dalam pengaturan manufaktur industri dan terdistribusi suatu hari, dimana stok material lokal mungkin bervariasi dlm kualitas dan komposisi"3. Sistem pengujian toolkit dapat membantu memastikan keandalan filamen yg tersedia, sementara strategi penguatan software dapat mengurangi konsumsi material keseluruhan tanpa mengorbankan fungsi.

Bagaimana SustainaPrint Bekerja

SustainaPrint dimulai dengan memungkinkan pengguna mengunggah model 3D mereka ke antarmuka khusus4. Dengan memilih wilayah tetap dan area dimana gaya akan diterapkan, software kemudian menggunakan pendekatan yg disebut "Finite Element Analysis" untuk mensimulasikan bagaimana objek akan berdeformasi di bawah stres. Sistem ini kemudian membuat peta yang menunjukkan distribusi tekanan di dalam struktur.

Untuk eksperimen mereka, tim menggunakan PolyTerra PLA dari Polymaker sebagai filamen ramah lingkungan, dan PLA standar atau Tough PLA dari Ultimaker untuk penguatan5. Mereka menggunakan ambang batas penguatan 20 persen untuk menunjukkan bahwa bahkan sejumlah kecil plastik kuat dapat berjalan jauh. Menggunakan rasio ini, SustainaPrint mampu memulihkan hingga 70 persen kekuatan objek yg dicetak seluruhnya dengan plastik berkinerja tinggi.

Hasil Pengujian dan Efektivitas

Tim mencetak lusinan objek, dari bentuk mekanis sederhana seperti cincin dan balok hingga barang rumah tangga yang lebih fungsional seperti dudukan headphone, gantungan dinding, dan pot tanaman6. Setiap objek dicetak tiga cara: sekali menggunakan hanya filamen ramah lingkungan, sekali menggunakan hanya PLA kuat, dan sekali dengan konfigurasi hibrida SustainaPrint.

Dalam banyak kasus, cetakan hibrida bertahan hampir sebaik versi kekuatan penuh. Misalnya, dlm satu tes yang melibatkan bentuk seperti kubah, versi hibrida mengungguli versi yg dicetak seluruhnya dalam Tough PLA7. Tim percaya ini mungkin karena kemampuan versi yang diperkuat untuk mendistribusikan stres lebih merata, menghindari kegagalan rapuh yg kadang-kadang disebabkan oleh kekakuan berlebihan.

Inovasi Toolkit Pengujian DIY

Menyadari kebutuhan akan pengujian yg dapat diakses dan berbiaya rendah, tim juga mengembangkan toolkit pengujian DIY untuk membantu pengguna menilai kekuatan sebelum mencetak8. Kit ini memiliki perangkat yg dapat dicetak 3D dengan modul untuk mengukur kekuatan tarik dan fleksural. Pengguna dapat memasangkan perangkat dengan barang-barang umum seperti pull-up bar atau timbangan digital untuk mendapatkan metrik kinerja yang kasar, tetapi dapat diandalkan.

Tim membandingkan hasil mereka dengan data manufaktur dan menemukan bahwa pengukuran mereka secara konsisten jatuh dalam satu standar deviasi, bahkan untuk filamen yg telah mengalami beberapa siklus daur ulang9. Meskipun sistem saat ini dirancang untuk printer dual-extrusion, para peneliti percaya bahwa dengan beberapa penukaran filamen manual dan kalibrasi, itu bisa diadaptasi untuk setup single-extruder juga.

Dampak dan Prospek Masa Depan

Para peneliti berencana merilis SustainaPrint open-source, membuat baik software maupun testing toolkit tersedia untuk penggunaan dan modifikasi publik10. Inisiatif lain yg mereka cita-citakan untuk diwujudkan dlm masa depan: pendidikan. "Di ruang kelas, SustainaPrint bukan hanya alat, itu adalah cara untuk mengajarkan siswa tentang ilmu material, rekayasa struktural, dan desain berkelanjutan, semua dalam satu proyek," kata Perroni-Scharf.

Seiring pencetakan 3D menjadi lebih tertanam dalam cara kita memproduksi dan membuat prototipe segala sesuatu dari barang konsumen hingga peralatan darurat, kekhawatiran keberlanjutan hanya akan tumbuh11. Dengan alat seperti SustainaPrint, kekhawatiran tersebut tidak lagi perlu mengorbankan kinerja. Sebaliknya, mereka dapat menjadi bagian dari proses desain: dibangun ke dalam geometri hal-hal yg kita buat.

Kesimpulan

SustainaPrint menawarkan solusi inovatif untuk dilema lama antara keberlanjutan dan kinerja dalam pencetakan 3D. Dengan menggabungkan analisis elemen hingga dan strategi penguatan yang cerdas, teknologi ini membuktikan bahwa kita tidak harus memilih antara ramah lingkungan atau kuat - kita bisa memiliki keduanya. Ini adalah langkah penting menuju masa depan manufaktur yg lebih berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas atau fungsionalitas produk.

Referensi

  • MIT News - A greener way to 3D print stronger stuff, 4 September 2025
  • TechXplore - Hybrid 3D printing method boosts strength of eco-friendly parts with less plastic, 5 September 2025
  • Nanowerk - A greener way to 3D print stronger stuff, 5 September 2025
  • MIT CSAIL - SustainaPrint Research Project, 4 September 2025
  • Yahoo News - New hybrid 3D printing method reduces plastic waste while preserving durability, 5 September 2025
  • Miragenews - Greener Way To 3D Print Stronger Stuff, 4 September 2025
  • MIT Research - SustainaPrint Testing Results, 4 September 2025
  • 3D Printing Industry - DIY Testing Toolkit for 3D Printing Materials, 5 September 2025
  • Additive Manufacturing - Filament Testing and Recycling Study, 5 September 2025
  • Open Source Initiative - SustainaPrint Open Source Release, 5 September 2025
  • Environmental Science - Sustainability in 3D Printing Technology, 5 September 2025
Download PDF tentang Implementasi Teknologi Sustain (telah di download 189 kali)
  • MIT Ciptakan Revolusi 3D Print: Ramah Lingkungan Tapi Tetap Kuat!
    Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan sistem SustainaPrint yg menggabungkan analisis elemen hingga dengan strategi penguatan selektif untuk menciptakan objek pencetakan 3D yang ramah lingkungan tanpa mengorbankan integritas struktural. Melalui pendekatan hibrida yang menggunakan kombinasi strategis antara filamen biodegradable dan material berkekuatan tinggi, teknologi ini berhasil memulihkan hingga 70% kekuatan objek dibandingkan dengan pencetakan menggunakan plastik berkinerja tinggi secara penuh, sambil mengurangi konsumsi material petroleum-based secara signifikan.
Penulis
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan ai paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.