{!-- ra:00000000000003ec0000000000000000 --}Uni Eropa πŸ€– Siapkan Regulasi AI Komprehensif Pertama Dunia - SWANTE ADI KRISNA
cross
Hit enter to search or ESC to close
Uni Eropa πŸ€– Siapkan Regulasi AI Komprehensif Pertama Dunia
29
November 2023

Uni Eropa πŸ€– Siapkan Regulasi AI Komprehensif Pertama Dunia

  • 4
  • 29 November 2023
Uni Eropa πŸ€– Siapkan Regulasi AI Komprehensif Pertama Dunia

BRUSSELS – Uni Eropa tengah menyelesaikan langkah monumental dalam sejarah regulasi teknologi global. European Union Artificial Intelligence Act (EU AI Act) diharapkan menjadi kerangka hukum pertama yang komprehensif mengatur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di dunia.1 Negosiasi trilateral antara Komisi Eropa, Dewan Eropa, dan Parlemen Eropa memasuki fase krusial dengan tenggat informal 6 Desember 2023.

Legislasi ini bukan sekadar aturan regional. Seperti General Data Protection Regulation (GDPR) yang mengubah lanskap privasi data global, EU AI Act berpotensi membentuk standar regulasi AI internasional.1 Dampaknya melampaui batas geografis Eropa, menjangkau setiap penyedia dan pengguna sistem AI yang beroperasi di wilayah Uni Eropa.

Sistem Empat Tingkat Risiko

Pendekatan regulasi yang diajukan mengelompokkan teknologi AI berdasarkan tingkat risiko potensial terhadap hak-hak fundamental manusia. Kerangka ini dibagi menjadi empat kategori berbeda.1

Kategori Risiko 🎯Status RegulasiContoh Aplikasi
Risiko Tidak Dapat DiterimaDilarang sepenuhnyaSistem social scoring, manipulasi perilaku berbahaya
Risiko TinggiPersyaratan ketat wajib dipenuhiRekrutmen kerja otomatis, sistem kredit finansial
Risiko TerbatasKewajiban transparansiChatbot, konten yang dihasilkan AI
Risiko MinimalTanpa batasan khususFilter spam email, rekomendasi produk sederhana
Sumber: Debevoise Data Blog, 2023

Sistem berisiko tinggi menghadapi persyaratan paling berat. Mereka harus menunjukkan standar tata kelola data yang ketat, pemantauan berkelanjutan, pencatatan aktivitas detail, keamanan siber tingkat lanjut, transparansi operasional, serta pengawasan manusia yang memadai.1 Mayoritas sistem AI yang ada saat ini termasuk dalam kategori risiko minimal dan tidak akan terkena pembatasan baru.

Tantangan dalam Negosiasi

Proses legislatif Uni Eropa melibatkan tiga institusi dengan kepentingan berbeda. Komisi Eropa mempublikasikan draf pertama pada April 2021, yang kemudian menjadi basis diskusi.1 Dewan Eropa – yang mewakili kepentingan pemerintah negara anggota – mengadopsi pendekatan umum pada Desember 2022 untuk mempercepat proses. Parlemen Eropa mengadopsi versi mereka Juni 2023.

Dinamika Teknologi yang Cepat

Teknologi AI berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketika Komisi mempublikasikan draf awal dua tahun lalu, kemampuan AI sangat berbeda dari hari ini.1 Munculnya model AI generatif seperti ChatGPT dan Bard membawa dimensi baru dalam diskusi. Perdebatan terkini berfokus pada kewajiban tambahan untuk pengembang model fondasi seperti GPT, Llama 2, atau Stable Diffusion 2 – mencakup transparansi, dokumentasi, kinerja, dan audit.1

Beberapa pihak mempertanyakan apakah ini merupakan "regulasi dalam regulasi" dan apakah EU AI Act adalah instrumen yang tepat untuk memperkenalkan kewajiban baru yang berpotensi menghambat inovasi dalam industri yang sedang berkembang pesat.1 Namun demikian, Komisi Eropa mengusulkan revisi melalui paket Digital Omnibus on AI yang diharapkan menghemat biaya administratif hingga €5 miliar untuk bisnis pada 2029.2

Implementasi dan Penegakan

Setiap negara anggota diwajibkan menunjuk otoritas pengawas AI untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi baru. Beberapa negara mengindikasikan akan memberikan tanggung jawab kepada otoritas perlindungan data yang sudah ada, sementara yang lain seperti Spanyol akan membentuk lembaga khusus fokus AI.1 Jika kesepakatan tercapai, sebagian besar ketentuan akan berlaku efektif pada paruh pertama 2026 setelah periode transisi dua tahun.

Langkah Persiapan untuk Bisnis

Meskipun detail final masih dalam negosiasi, perusahaan yang beroperasi atau melayani pasar Uni Eropa perlu memulai persiapan. Beberapa langkah strategis dapat diambil sekarang.1

  • Membentuk komite pengawas khusus AI yang terdiri dari perwakilan unit bisnis kunci seperti legal, kepatuhan, risiko, keuangan, dan teknologi informasi untuk memantau penggunaan alat AI dalam organisasi
  • Membuat inventarisasi lengkap alat AI yang digunakan perusahaan beserta kasus penggunaannya dalam produksi operasional aktif
  • Mengembangkan kerangka penilaian risiko untuk mengklasifikasikan sistem AI berdasarkan tingkat risiko yang ditentukan dalam EU AI Act
  • Mengimplementasikan prosedur manajemen kualitas terdokumentasi yang memenuhi standar regulasi yang akan datang
  • Menyusun rencana respons insiden terkait AI untuk memastikan pelaporan kepada otoritas regulasi sesuai persyaratan hukum
  • Memperbarui prosedur keamanan siber organisasi untuk mengatasi risiko baru yang ditimbulkan oleh implementasi teknologi AI
  • Menentukan mekanisme identifikasi dan mitigasi untuk sistem dan kasus penggunaan AI berisiko tinggi dalam operasi bisnis

Regulasi teknologi netral yang ada seperti GDPR, undang-undang ketenagakerjaan, hukum anti-diskriminasi, dan legislasi hak asasi manusia tetap berlaku dan harus dipatuhi oleh bisnis.1 Berbagai regulator Eropa termasuk Komisaris Perlindungan Data Baden-Wurttemberg Jerman, Garante Italia, CNIL Prancis, dan Konfederasi Organisasi Perlindungan Data Eropa telah menerbitkan panduan khusus AI yang dapat dijadikan rujukan.

Kesimpulan

EU AI Act merepresentasikan upaya ambisius untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan hak fundamental. Pendekatannya yang berbasis risiko menawarkan fleksibilitas sambil memastikan pengawasan ketat terhadap aplikasi berisiko tinggi. Meskipun tantangan tetap ada – terutama mengingat kecepatan perkembangan teknologi – kerangka legislatif ini kemungkinan besar akan membentuk standar global untuk regulasi AI di tahun-tahun mendatang. Perusahaan bijaksana untuk memulai persiapan sekarang, membangun struktur tata kelola AI yang kuat bahkan sebelum ketentuan menjadi wajib secara hukum.

Daftar Pustaka

Download PDF tentang Transformasi Regulasi Kecerdas (telah di download 75 kali)
  • Uni Eropa πŸ€– Siapkan Regulasi AI Komprehensif Pertama Dunia
    Kajian mendalam terhadap kerangka legislatif Uni Eropa dalam mengatur kecerdasan buatan melalui pendekatan berbasis risiko empat tingkat, menganalisis proses negosiasi trilateral, tantangan implementasi teknologi dinamis, serta implikasi global terhadap standar tata kelola AI masa depan dengan fokus pada keseimbangan inovasi dan perlindungan hak fundamental manusia.
Penulis
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.