{!-- ra:00000000000003ec0000000000000000 --}Konferensi MITEI 2025 ⚡ Soroti Prioritas Riset Energi Rendah Karbon dan Ketahanan Jaringan Listrik - SWANTE ADI KRISNA
cross
Hit enter to search or ESC to close
Konferensi MITEI 2025 ⚡ Soroti Prioritas Riset Energi Rendah Karbon dan Ketahanan Jaringan Listrik
18
November 2025

Konferensi MITEI 2025 ⚡ Soroti Prioritas Riset Energi Rendah Karbon dan Ketahanan Jaringan Listrik

  • 6
  • 18 November 2025
Konferensi MITEI 2025 ⚡ Soroti Prioritas Riset Energi Rendah Karbon dan Ketahanan Jaringan Listrik

Lebih dari 150 peserta dari akademisi, industri, dan pemerintah berkumpul di Cambridge pada 9-10 September 2025. Mereka membahas tantangan energi yang kian mendesak. We're here to talk about really substantive changes, and we want you to be a participant in that, ujar Desirée Plata, Profesor Iklim dan Energi MIT.1 Konferensi tahunan MITEI ini mengangkat tema tackling emerging energy challenges (mengatasi tantangan energi yang muncul).

Kemitraan jadi kata kunci. Giacomo Silvestri dari Eni menegaskan, We have to be humble and open... we need to partner with startups, venture funds, universities like MIT.2 Annalisa Muccioli menambahkan bahwa transisi energi hanya bisa dimenangkan dengan menggabungkan solusi matang dan teknologi berkembang.

Ketahanan Jaringan dan Forum Data Center

Ketahanan jaringan listrik (grid resiliency) menjadi sorotan utama. Pemadaman April 2025 di Spanyol dan Portugal membuat jutaan orang tanpa listrik selama 8-15 jam. Pablo Duenas-Martinez dari MITEI mengidentifikasi masalah teknis: kontrol daya reaktif dan tegangan yang bermasalah.1 Tapi bukan itu saja.

Kapasitas transmisi dengan Eropa Tengah kurang memadai. Prosedur operasional sudah usang. Jennifer Pearce dari Avangrid menyatakan, You can't plan for every single eventuality, which means we need to broaden the portfolio of extreme events we prepare for.1

MITEI meluncurkan Data Center Power Forum pada September 2025. Forum ini mencakup proyek riset, webinar, dan konten terkait pasokan energi, desain jaringan, serta kebijakan publik untuk pusat data.3

Penyimpanan Energi dan Bahan Bakar Berkelanjutan

Tantangan Penyimpanan 300 Terawatt-jam

Asegun Henry, Profesor Teknik Mesin MIT, mengembangkan sistem penyimpanan termal suhu tinggi bernama sun in a box. Sistem ini menggunakan logam cair dan grafit untuk menyimpan listrik sebagai panas.4 Tujuannya ambisius: membangun 300 terawatt-jam penyimpanan untuk dekarbonisasi global 2050.

Nestor Sepulveda dari Google mengatakan, I don't think there is one winner-takes-all type of market here.1 Setiap teknologi penyimpanan melayani kebutuhan berbeda.

Bahan Bakar Drop-in untuk Aviasi

Randall Field, Direktur Riset MITEI, menyoroti bahan bakar drop-in yang kompatibel dengan mesin eksisting. Potensi penghematan: triliunan dolar untuk penggantian armada.1 MITEI mengumumkan studi dua tahun mulai awal 2026: The Future of Fuels: Pathways to Sustainable Transportation.

🔬 Aspek📋 Detail🌍 Dampak
Tema KonferensiTackling Emerging Energy ChallengesGlobal
Peserta150+ dari akademisi, industri, pemerintahMultisektor
Grid ResiliencyStudi kasus pemadaman Spanyol-PortugalJutaan terdampak
Penyimpanan EnergiTarget 300 TWh untuk 2050Dekarbonisasi penuh
Data Center ForumDiluncurkan September 2025Infrastruktur AI
Studi Bahan BakarDimulai awal 2026Aviasi, pelayaran
Kompetisi AS-ChinaChina dominan di teknologi bersihRantai pasok global

Geopolitik dan Kompetisi Teknologi Bersih

Kelly Sims Gallagher dari Tufts University menyampaikan fakta mengejutkan. U.S. competitiveness in low-carbon technologies has eroded in nearly every category, katanya.1 China menguasai 51% manufaktur turbin angin global dan 75% modul surya.

Solusinya? Kebijakan energi bipartisan yang stabil. Membangun kembali manufaktur domestik. Insentif fiskal konsisten. Mike Gerty dari PACCAR menjelaskan usaha patungan AS-China untuk memproduksi baterai litium besi fosfat di Amerika.1

Plata menutup dengan optimisme: I hope you all leave this conference and look back on it in the future, saying I was in the room when they actually solved some of the challenges.1

Kesimpulan

Konferensi MITEI 2025 menegaskan urgensi kolaborasi lintas sektor. Ketahanan jaringan, penyimpanan energi skala besar, dan bahan bakar berkelanjutan menjadi tiga pilar utama. Kompetisi geopolitik menambah kompleksitas, namun kemitraan strategis—seperti yang ditunjukkan usaha patungan baterai AS-China—membuka jalan menuju masa depan energi rendah karbon.

Daftar Pustaka

Download PDF tentang Strategi Transisi Energi Renda (telah di download 30 kali)
Penulis
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan ai paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.