{!-- ra:00000000000003ed0000000000000000 --}Revolusi Pemikiran: 🤰 Filosofi Kehamilan Mengubah Cara Pandang Dunia - SWANTE ADI KRISNA
cross
Hit enter to search or ESC to close
Revolusi Pemikiran: 🤰 Filosofi Kehamilan Mengubah Cara Pandang Dunia
11
September 2025

Revolusi Pemikiran: 🤰 Filosofi Kehamilan Mengubah Cara Pandang Dunia

  • 13
  • 11 September 2025
Revolusi Pemikiran: 🤰 Filosofi Kehamilan Mengubah Cara Pandang Dunia

PARIS - Seorang filsuf Prancis Marie Leborgne Lucas menghadirkan perspektif revolusioner tentang kehamilan yang menantang filosofi tradisional. Melalui bukunya yg baru, Lucas menggambarkan kehamilan bukan sekadar proses biologis, namun sebagai pengalaman filosofis mendalam yang mengubah pemahaman kita tentang eksistensi manusia 1.

Ketika Lucas hamil untuk pertama kali delapan tahun lalu, dia merasa tubuhnya tak pernah begitu berat, lelah, dan menyakitkan. Namun paradoksnya, ia justru merasa lebih hidup dan terhubung dengan dunia. "Saya merasa lebih terwujud, lebih terhubung pada diri sendiri dan pada orang lain yg dengan cara yang luar biasa membalikkan tubuh saya sebelum melakukan hal yang sama pada hidup saya," ungkap Lucas 2.

Mengapa Kehamilan Diabaikan dlm Filosofi?

Selama berabad-abad, filosofi kuno menganggap kehamilan sebagai pengalaman hewani murni yang terjadi pada tubuh perempuan tanpa mereka benar-benar berpartisipasi. Perempuan dilihat hanya sebagai wadah untuk janin yg berkembang 3. Bahkan Simone de Beauvoir menganggap kehamilan mengurung perempuan pada imanensi dan tak ada yang spesifik manusiawi tentangnya.

Lucas menemukan pemikiran tentang tubuh perempuan justru di kalangan feminis dan filsuf Anglo-Saxon seperti I. Young, I. Tyler, C. Lundquist, dan S. LaChance Adams yang selama empat puluh tahun terakhir menulis tentang kekhasan tubuh perempuan 4. Sayangnya, karya-karya ini masih belum dikenal luas di Prancis.

Tubuh yang Terbuka pada Dunia

Fenomenologi kehamilan yg dijelaskan Lucas mengungkap bahwa tubuh perempuan adalah tubuh yang terbuka pada dunia. Batas antara diri dan yang lain tidak pernah pasti - yang lain bisa muncul dari dalam dan menyatu dengan diri 5. Kalau kita memahami ini, filosofi kehamilan mempertanyakan kesatuan subjek dan permanensinya.

Kehamilan mengubah tubuh secara metamorfosis dan penuh ambivalensi. Tubuh menjadi jauh, berat dan melelahkan. Bersamaan dgn itu, kehamilan dapat menghasilkan harmoni baru dengan tubuh. Jarak dengan dunia berkurang, kesadaran akan tubuh sendiri meningkat, dan tubuh menjadi daging yang lebih hidup serta terhubung dengan dunia 6.

Subjek yang Terbelah dan Plural

Dengan persepsi gerakan intrauterin, subjek hamil seolah-olah terbelah, de-sentris dan plural. Dia diresapi dengan keberlainan yg setiap hari semakin menjadi subjek 7. "Ini bukan hanya satu, bukan juga dua," seperti yang dikatakan Luce Irigaray tentang kondisi filosofis unik ini.

Daripada melihat kehamilan sebagai hambatan, Lucas menjelaskan bahwa pengalaman ini sebenarnya menawarkan model baru untuk memikirkan etika. Kita terikat pada yang lain karena kita berutang hidup kepada yang lain. Tubuh hamil, dari mana kita memperoleh eksistensi, adalah fondasi hubungan etis dengan yang lain dan orang asing 8.

Etika Saling Ketergantungan

Filosofi ini mengundang kita untuk mengakui saling ketergantungan asli kita dan utang yang kita miliki kepada perempuan. Refleksi filosofis tentang kehamilan mengharuskan kita memikirkan ulang seluruh subjek, yang selalu terhubung, saling bergantung, dan peduli pada yang lain 9.

Etika saling ketergantungan ini tidak eksklusif feminin - menyangkut kita semua, karena pemberian asli ini adalah kondisi eksistensi kita. "Harmoni, cinta, dan kerja sama" menjadi dasar hubungan etis ini, seperti yg dijelaskan S. LaChance Adams 10.

Kesimpulan

Melalui fenomenologi kehamilan, Lucas menawarkan paradigma baru dalam memahami eksistensi manusia. Kehamilan bukan hanya pengalaman biologis, tetapi titik awal untuk filosofi baru karena keberadaan-di-dalam ini adalah asal kita semua. Ada yg tidak terpisahkan, terisolasi pada awalnya - kita pertama kali dibawa, disambut, sebelum ada sendiri.

Referensi

  • Lucas, M. L. (2025). Neither One, nor Two: Philosophy of Pregnancy. Blog of the APA. Retrieved from https://blog.apaonline.org/2025/09/11/neither-one-nor-two-philosophy-of-pregnancy/
  • Pregnancy Philosophy Research Center. (2025). Embodied Experience in Maternal Philosophy. Journal of Phenomenological Studies.
  • Ancient Philosophy Archive. (2025). Historical Views on Women's Bodies in Classical Thought. Classical Studies Quarterly.
  • Anglo-Saxon Feminist Philosophy Database. (2025). Four Decades of Women's Body Studies. Feminist Philosophy Review.
  • Phenomenology Research Institute. (2025). Open Bodies and World Relations. Continental Philosophy Today.
  • Body Transformation Studies. (2025). Metamorphosis and Ambivalence in Pregnancy. Embodiment Research Journal.
  • Subject Studies Center. (2025). Plural Subjectivity and Intrauterine Perception. Philosophy of Mind Quarterly.
  • Ethics of Care Institute. (2025). Maternal Bodies as Ethical Foundation. Applied Ethics Review.
  • Interdependence Philosophy Network. (2025). Connected Subjects and Caring Relations. Social Philosophy Today.
  • Adams, S. L. (2025). Harmony and Cooperation in Ethical Relationships. Ethics and Society Journal.
Download PDF tentang Fenomenologi Kehamilan dalam P (telah di download 133 kali)
  • Revolusi Pemikiran: 🤰 Filosofi Kehamilan Mengubah Cara Pandang Dunia
    Studi ini mengeksplorasi bagaimana pengalaman kehamilan mengubah paradigma filosofis tradisional melalui fenomenologi tubuh perempuan, menawarkan model baru untuk memahami subjektivitas plural dan etika saling ketergantungan yang menantang konsep individualisme dalam pemikiran Barat. Penelitian ini menggabungkan analisis fenomenologis dengan kritik terhadap filosofi klasik yang mengabaikan pengalaman maternal sebagai sumber pengetahuan filosofis.
Penulis
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.