Sebuah tim peneliti akademis memulai proyek ambisius menciptakan Independent Philosophy Institute (Institut Filsafat Independen) sebagai respons terhadap penyusutan program filsafat di Amerika Serikat1. Anthony Beavers dari Indiana University memimpin inisiatif ini bersama Catherine Kemp, Corey McCall, Peter Suber, Mark Valenzuela, dan David Weinberger.
Mereka mendapat hibah dari John D. and Catherine T. MacArthur Foundation untuk mendokumentasikan defunding (pengurangan dana) dan penyusutan filsafat akademik di universitas-universitas2. Laporan terbuka akan dirilis pada musim gugur 2026.
Latar Belakang Krisis Pendidikan Filsafat
Berbagai perkembangan demografis, ekonomi, dan teknologi memicu kekhawatiran tentang kelangsungan institusi pendidikan tinggi tradisional. Selama dekade terakhir, banyak perguruan tinggi mengurangi penawaran filsafat atau menghapus program sepenuhnya3. Data kehilangan mencakup pemotongan anggaran, pemutusan hubungan kerja fakultas, penutupan departemen, penghapusan jurusan, penyempitan kurikulum, dan penurunan pendaftaran mahasiswa.
Tim peneliti ini memiliki hampir satu abad pengalaman mengajar kolektif di perguruan tinggi. Mereka mulai bertemu Oktober 2022 untuk memikirkan cara-cara baru mendukung pengajaran dan studi filsafat4. Diskusi mengarah pada dua hal: kebutuhan mendokumentasikan masalah dan kebutuhan rumah institusional alternatif serta komplementer untuk filsafat.
Konsep Institut Filsafat Independen
| Aspek ๐ฏ | Deskripsi ๐ |
|---|---|
| Bentuk Organisasi | Organisasi nirlaba (nonprofit) di luar kampus konvensional |
| Penawaran | Seminar filsafat kecil secara online |
| Cakupan Topik | Rentang luas: teks, tokoh, periode, gerakan, budaya |
| Administrasi | Dikelola terutama oleh para filsuf |
| Independensi | Tidak tunduk pada anggaran, kurikulum, tingkat staf, atau ekspektasi pendaftaran kampus |
| Fakultas | Bisa dibayar (setelah periode start-up) |
| Mahasiswa | Bisa mendapat kredit yang dapat ditransfer |
| Biaya | Banyak atau sebagian besar kursus gratis; beberapa berbayar untuk pendapatan operasional |
Ide masih dalam tahap perencanaan5. Tim sedang berpikir keras tentang keuangan, kontrol kualitas, kurikulum, akreditasi, tata kelola, dan infrastruktur. Harapannya, setelah periode awal, fakultas institut bisa dibayar dan mahasiswa bisa mendapatkan kredit yang dapat ditransfer.
Model Pendanaan Berkelanjutan
Institut berencana menggabungkan model campuran. Tidak semua fakultas perlu dibayar dan tidak semua mahasiswa memerlukan kredit. Namun untuk keberlanjutan, beberapa kursus akan mengenakan biaya kuliah untuk mengumpulkan pendapatan membayar pengajar dan menutup biaya operasional dasar6. Sebagian besar kursus diharapkan tetap gratis untuk menjangkau lebih luas.
Keterlibatan Komunitas dan Riset
Proyek ini tidak hanya tentang menciptakan institusi baru, tapi juga penelitian kuantitatif pemotongan di bidang filsafat selama beberapa dekade terakhir, terutama di Amerika Serikat. Mereka melampaui anekdot menuju tren terukur7.
- Tim mengundang anggota disiplin yang tertarik pada proyek penelitian atau deliberasi tentang masa depan filsafat untuk bergabung
- Situs web menyediakan instruksi untuk mendaftar ke mailing list, formulir sukarelawan, dan halaman pendaftaran untuk berpartisipasi dalam survei pengumpulan data penting
- Filsafat hidup dalam percakapan antara sarjana, mahasiswa, dan pengajarโketika tokoh, teks, topik, periode, budaya, dan gerakannya menghilang dari kurikulum institusional tradisional, filsafat itu sendiri berisiko menghilang
- Mereka ingin menemukan cara melestarikannya dan mengajak semua pihak bergabung dalam misi ini
Perspektif Global tentang Masa Depan Filsafat
Kekhawatiran serupa muncul di berbagai belahan dunia. Konferensi di Bristol mempertanyakan apakah masa depan konferensi filsafat ada di akademia atau sektor swasta, dan apakah pembuatan film menjadi masa depan filsafat8. UNESCO juga mengadakan acara tentang filsafat untuk semua, dengan sosiolog Hartmut Rosa menyampaikan pidato utama tentang konsep baru energi sosial9.
Peter Suber dan David Weinberger bersama rekan penulisnya bertanya apakah masa depan filsafat akademik terletak di universitas dalam tulisan tamu untuk Daily Nous10. Pertanyaan ini mencerminkan kegelisahan global tentang keberlanjutan disiplin filosofis di tengah perubahan lanskap pendidikan.
Kesimpulan
Institut Filsafat Independen menawarkan visi alternatif untuk pendidikan filsafat di luar struktur universitas tradisional. Dengan fokus pada aksesibilitas, kualitas, dan keberlanjutan, proyek ini berpotensi menjadi model baru bagaimana pengetahuan filosofis dapat disebarluaskan dan dilestarikan untuk generasi mendatang. Tim berharap dapat meluncurkan laporan penelitian komprehensif pada 2026 dan terus mengembangkan konsep institut ini dengan masukan dari komunitas filosofis global.
Daftar Pustaka
- Weinberg, Justin. "Exploring the Future of Philosophy: An Independent Philosophy Institute?" Daily Nous, 23 Oktober 2025, https://dailynous.com/2025/10/23/exploring-the-future-of-philosophy-an-independent-philosophy-institute-guest-post/
- Ibid.
- Ibid.
- Ibid.
- Ibid.
- Ibid.
- Ibid.
- "The Future of Philosophy Conferences." University of Bristol, 11 Agustus 2025, https://www.bristol.ac.uk/arts-law-social-sciences/events/2025/august/philthe-future-of-philosophy-conferences.html
- "Philosophy for All: Reigniting Social Energy for an Inclusive Future." UNESCO, 21 November 2024, https://www.unesco.org/en/articles/philosophy-all-reigniting-social-energy-inclusive-future
- "Exploring the Future of Philosophy." Harvard Berkman Klein Center, 25 Oktober 2025, https://cyber.harvard.edu/story/2025-10/exploring-future-philosophy


