{!-- ra:00000000000003ec0000000000000000 --}Menhan Sjafrie 🎖️ Perkuat Pembinaan Prajurit Silampari - Swante Adi Krisna | Kementerian Pertahanan RI
cross
Hit enter to search or ESC to close
12
December 2025

Menhan Sjafrie 🎖️ Perkuat Pembinaan Prajurit Silampari

  • 4
  • Jumat, 12 Desember 2025

Lubuk Linggau, Sumatera Selatan mencatat sejarah baru. Kamis, 11 Desember 2025 menjadi momen penting ketika Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menginjakkan kaki di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Territorial Development Infantry Battalion) 846/Ksatria Silampari1. Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial. Ada tiga agenda besar: meninjau pembangunan pangkalan, mengecek kesiapan operasional, dan—yang menarik—melihat langsung program ketahanan pangan yang dikelola prajurit2.

Rombongan Menhan cukup lengkap. Wakil Panglima TNI hadir. Wakil Kepala Staf Angkatan Darat juga. Belum lagi pejabat Eselon I Kementerian Pertahanan, Pangdam II/Sriwijaya, dan—penting ini—unsur Komisi I DPR RI ikut serta1. Diskusi di Markas Besar Mayonif (Infantry Battalion Headquarters) TP 846 berlangsung intensif, membahas percepatan penataan fasilitas yang masih dalam tahap pembangunan.

Fokus Pembangunan dan Pembinaan

Menhan Sjafrie tak main-main soal fasilitas. Ia meminta laporan resmi terkait kondisi bangunan dan lingkungan satuan. "Semua temuan harus dilaporkan, ditindaklanjuti," tegasnya saat berbicara dengan komandan satuan3. Pembangunan area tembak diprioritaskan—karena tanpa latihan menembak yang memadai, prajurit infanteri akan kehilangan kemampuan dasar mereka. Sarana pembinaan fisik juga menjadi perhatian khusus dalam rapat tersebut.

Kualitas pembinaan prajurit mendapat sorotan tajam. Sjafrie menekankan pentingnya peningkatan manajemen satuan secara menyeluruh4. Bukan cuma infrastruktur fisik yang dibangun—tetapi juga sistem pembinaan yang terstruktur dan terukur. Batalyon baru seperti Yon TP 846 membutuhkan fondasi kuat sejak awal agar tidak mengalami masalah struktural di kemudian hari.

Program Ketahanan Pangan: Dari Lahan Gambut hingga Peternakan

Inilah yang membedakan kunjungan kali ini. Program ketahanan pangan (food security program) di lahan satuan mendapat apresiasi tinggi dari Menhan. Peternakan berjalan. Perikanan berkembang. Pertanian pun mulai menunjukkan hasil5. "Ketahanan pangan bukan hanya untuk logistik satuan, tetapi juga untuk membangun kemandirian dan mental bertani prajurit," ujar Sjafrie dalam arahannya kepada prajurit di lapangan apel.

Yang menarik—Menhan memberikan catatan khusus soal karakteristik lahan. Wilayah Lubuk Linggau dan sekitarnya memiliki lahan gambut yang memerlukan pengelolaan berbeda dibanding lahan mineral biasa. "Kelola dengan cerdas, fokus pada yang cepat dan efektif," pesan Menhan1. Artinya, pemilihan komoditas harus disesuaikan dengan kondisi tanah agar hasil maksimal tanpa pemborosan sumber daya.

Sektor 📊Program 🎯Status Perkembangan ✅Manfaat Strategis 🚀
PeternakanPemeliharaan ternak unggas dan ruminansiaBerjalan baik dengan hasil memadaiSuplai protein hewani untuk satuan, kemandirian pangan
PerikananBudidaya ikan air tawar di kolam satuanBerkembang dengan pengelolaan prajuritDiversifikasi sumber pangan, pelatihan wirausaha
PertanianTanaman pangan disesuaikan lahan gambutMenunjukkan hasil awal positifLogistik mandiri, pembinaan mental bertani
InfrastrukturPembangunan area tembak dan sarana latihanDalam tahap percepatan pembangunanKesiapan operasional dan kemampuan tempur
PembinaanPeningkatan kualitas SDM prajuritTerus ditingkatkan dengan standar tinggiProfesionalisme dan adaptasi lingkungan tugas
ManajemenPenguatan sistem organisasi satuanEvaluasi dan perbaikan berkelanjutanEfektivitas operasional jangka panjang
KesejahteraanPerhatian pada kondisi kehidupan prajuritMendapat perhatian langsung MenhanMoral tinggi, loyalitas, dan kinerja optimal

Program ketahanan pangan TNI sebenarnya bukan hal baru. Pangdam III Siliwangi baru-baru ini meninjau program serupa di Banjaran, Kabupaten Bandung6. Di Dumai, Babinsa (Non-Commissioned Officer for Village Development) Kelurahan Lubuk Gaung bahkan turun langsung mendampingi warga dalam pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan lokal7. Artinya, program ini telah menjadi bagian integral dari tugas TNI di berbagai wilayah Indonesia.

Arahan Langsung di Lapangan Apel

Setelah rapat internal, Menhan memberikan pengarahan langsung kepada seluruh prajurit Yon TP 846 di lapangan apel. Tiga poin utama disampaikan dengan tegas: disiplin, profesionalisme, dan kekompakan1. Sjafrie tak segan menekankan bahwa sebagai satuan baru, standar harus tinggi sejak awal—dalam kemampuan dasar, kesiapsiagaan, dan adaptasi dengan lingkungan tugas.

"Kalian adalah generasi pertama yang membangun reputasi batalyon ini. Jaga kehormatan satuan dengan bekerja keras, menjaga fisik, dan terus belajar," ujar Menhan di hadapan ratusan prajurit yang berbaris rapi1. Pesan ini mengandung beban tanggung jawab besar—karena prestasi dan reputasi yang dibangun saat ini akan menjadi warisan bagi generasi prajurit berikutnya di satuan yang sama.

Yang menarik dari kunjungan ini adalah pendekatan humanis Menhan. Usai pengarahan formal, ia mengadakan makan siang bersama prajurit di aula batalyon. Suasana kekeluargaan tercipta, memperlihatkan bahwa kepemimpinan militer tidak melulu soal komando keras—tetapi juga soal membangun ikatan emosional dan budaya organisasi yang solid8. Momen tersebut memberi ruang bagi prajurit untuk menyampaikan masukan langsung terkait pembinaan dan kehidupan mereka di satuan.

Konteks Lebih Luas: Penguatan Satuan Baru TNI

Pembangunan Yon TP 846 sebenarnya bagian dari strategi besar TNI dalam memperluas jangkauan teritorial dan memperkuat pertahanan nasional. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bahkan menegaskan bahwa Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan siap menjadi kekuatan baru TNI AD dalam mendukung program pemerintah9. Ini bukan hanya soal penambahan jumlah satuan—tetapi juga soal kapasitas TNI dalam menjalankan fungsi teritorial dan pembangunan di daerah-daerah strategis.

Pemerintah daerah pun memberikan dukungan penuh. Gubernur Jambi Al Haris, misalnya, menyatakan kesediaan menyiapkan lahan untuk pembangunan Kodam baru dan pangkalan udara10. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur pertahanan yang memerlukan investasi besar dan komitmen jangka panjang.

Kesimpulan

Kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke Yon TP 846/Ksatria Silampari menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan satuan-satuan baru TNI tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga dipersiapkan secara profesional dari segi pembinaan SDM dan kesiapan operasional. Program ketahanan pangan yang dikembangkan menjadi nilai tambah strategis—membuktikan bahwa TNI tidak hanya fokus pada aspek pertahanan militer, tetapi juga pada kemandirian ekonomi dan kesejahteraan prajurit.

Pesan terakhir Menhan sebelum meninggalkan lokasi sangat jelas: pembangunan Yon TP 846 merupakan investasi strategis pertahanan negara1. Ia mengajak seluruh prajurit untuk menjaga integritas, meningkatkan kualitas diri, serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Dengan fondasi yang kuat sejak awal, Yon TP 846 diharapkan dapat menjadi satuan unggulan yang tidak hanya kuat secara militer, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Daftar Pustaka

Download Full PDF (downloaded 19 times)

Download PDF tentang Strategi Pembangunan Satuan Te (telah di download 19 kali)
  • Menhan Sjafrie 🎖️ Perkuat Pembinaan Prajurit Silampari
    Analisis komprehensif terhadap pendekatan holistik pembangunan satuan baru TNI Angkatan Darat yang mengintegrasikan aspek infrastruktur pertahanan, pembinaan personel, dan program ketahanan pangan sebagai model kemandirian operasional berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan ekologis di wilayah strategis nasional.
PENULIS
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
KEMENTERIAN PERTAHAN RI