{!-- ra:00000000000003ea0000000000000000 --}Ses Itjen Kemhan πŸŽ–οΈ Tekankan Integritas Auditor dalam Jam Pimpinan - Swante Adi Krisna | Kementerian Pertahanan RI
cross
Hit enter to search or ESC to close
22
December 2025

Ses Itjen Kemhan πŸŽ–οΈ Tekankan Integritas Auditor dalam Jam Pimpinan

  • 2
  • Senin, 22 Desember 2025

Jakarta – Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan (Ses Itjen Kemhan) Brigadir Jenderal TNI Susanto memberikan arahan strategis kepada seluruh anggota Itjen Kemhan melalui Jam Pimpinan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Itjen Kemhan pada Jumat, 19 Desember 2025.1 Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan nilai-nilai integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas pengawasan pertahanan negara.

Penekanan Kode Etik dan Kehormatan Auditor

Dalam pemaparannya, Brigjen TNI Susanto mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan diri serta marwah (kehormatan institusi) Itjen Kemhan. Hal ini tercermin dari sikap, perilaku dan kepatuhan para Auditor terhadap peraturan serta Kode Etik Auditor.1 Penekanan ini sangat relevan mengingat peran krusial Inspektorat Jenderal sebagai garda terdepan pengawasan internal Kementerian Pertahanan.

Kehormatan institusi pengawasan tidak terbangun dalam semalam. Setiap auditor memiliki tanggung jawab pribadi untuk menjaga reputasi lembaga melalui konsistensi antara perkataan dan tindakan. Brigjen Susanto menekankan bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan praktik keseharian yang harus diwujudkan dalam setiap penugasan.1

πŸ” Aspek PenekananπŸ“‹ Penjelasan🎯 Tujuan
Kehormatan DiriMenjaga integritas personal auditorMembangun kepercayaan publik
Marwah InstitusiMenjunjung tinggi reputasi Itjen KemhanMeningkatkan kredibilitas lembaga
Kepatuhan PeraturanMengikuti prosedur dan regulasi yang berlakuMenjamin akuntabilitas
Kode Etik AuditorMenerapkan standar profesi pengawasanProfesionalisme dalam tugas
Pemanfaatan ITMengoptimalkan teknologi informasiEfisiensi dan efektivitas kerja
Bijak Media SosialPenggunaan medsos yang bertanggung jawabMelindungi informasi sensitif
Sikap dan PerilakuMenampilkan profesionalisme dalam keseharianKeteladanan bagi lingkungan

Optimalisasi Teknologi Informasi dan Media Sosial

Ses Itjen Kemhan juga meminta agar seluruh anggota untuk memanfaatkan IT (Teknologi Informasi) dalam mendukung tugas serta bijak dalam penggunaan media sosial.1 Di era digital seperti sekarang, teknologi informasi menjadi instrumen vital untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan audit.

Transformasi Digital dalam Pengawasan Pertahanan

Pemanfaatan teknologi informasi dalam tugas pengawasan sejalan dengan tren modernisasi pertahanan global. Konvergensi pertahanan digital menunjukkan bahwa observabilitas (kemampuan memantau sistem) menjadi garis depan keamanan siber, di mana batas antara operasi IT dan keamanan semakin kabur.2 Hal ini menuntut auditor untuk terus meningkatkan literasi digital mereka.

Pengembangan teknologi pertahanan menjadi kebutuhan mutlak dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman modern.3 Dalam konteks ini, auditor Itjen Kemhan dituntut tidak hanya memahami aspek administratif, tetapi juga dimensi teknologi dalam sistem pertahanan nasional. Artificial Intelligence (AI) dan elektronika menjadi fokus utama inovasi teknologi pertahanan untuk membangun kemandirian industri.4

Bijak Bermedia Sosial di Era Informasi

Penekanan kebijaksanaan dalam penggunaan media sosial mencerminkan kesadaran akan risiko kebocoran informasi. Anggota Itjen Kemhan memiliki akses terhadap data-data strategis pertahanan yang harus dijaga kerahasiaannya. Satu unggahan yang tidak hati-hati di media sosial bisa membawa konsekuensi serius bagi keamanan nasional.

Komitmen Kepemimpinan Itjen Kemhan

Turut hadir dalam Jam Pimpinan tersebut para Inspektur dan Kepala Bagian (Kabag) Itjen Kemhan.1 Kehadiran jajaran pimpinan ini menunjukkan keseriusan dalam membangun budaya organisasi yang kuat dan berintegritas. Kerja sama pertahanan Indonesia terus berkembang, termasuk dengan negara-negara seperti Turki dalam bidang teknologi pertahanan,5 yang menuntut pengawasan yang lebih profesional dan adaptif.

Pengembangan teknologi kapal autonomous (tanpa awak) menjadi elemen penting bagi sistem pertahanan laut Indonesia,6 sementara kapal selam tanpa awak dinilai sebagai lompatan besar teknologi pertahanan laut mengingat Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan 70 persen wilayah berupa laut.7 Kompleksitas teknologi pertahanan modern ini membutuhkan auditor yang kompeten dan terus belajar.

Kesimpulan

Jam Pimpinan yang diberikan Ses Itjen Kemhan Brigjen TNI Susanto menegaskan komitmen institusi terhadap integritas, profesionalisme, dan adaptasi teknologi. Penekanan pada kehormatan diri, kepatuhan kode etik, optimalisasi teknologi informasi, dan kebijaksanaan bermedia sosial menjadi pilar utama dalam menjaga marwah Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan. Dengan dukungan seluruh jajaran pimpinan, Itjen Kemhan diharapkan mampu menjalankan fungsi pengawasan yang semakin efektif di tengah dinamika pertahanan nasional yang terus berkembang.

Daftar Pustaka

Download Full PDF (downloaded 10 times)

Download PDF tentang Implementasi Jam Pimpinan seba (telah di download 10 kali)
PENULIS
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
KEMENTERIAN PERTAHAN RI