{!-- ra:00000000000003ea0000000000000000 --}Presiden 🇮🇩 Tinjau Pemulihan Aceh: Jembatan Bailey dan Bantuan Pengungsi - Swante Adi Krisna | Kementerian Pertahanan RI
cross
Hit enter to search or ESC to close
7
December 2025

Presiden 🇮🇩 Tinjau Pemulihan Aceh: Jembatan Bailey dan Bantuan Pengungsi

  • 5
  • Minggu, 7 Desember 2025

Bireuen, Aceh – Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh pada Minggu (7/12/2025).1 Kunjungan ini merupakan kali kedua Menhan ke Aceh setelah sebelumnya pada November meninjau titik-titik pengungsian. Gubernur Aceh Muzakir Manaf langsung menyambut kedatangan Presiden.

Pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane

Agenda utama adalah peninjauan pembangunan Jembatan Bailey (jembatan sementara model Bailey) Teupin Mane di Kabupaten Bireuen.1 Jembatan dengan bentang 30 meter ini menjadi penghubung vital ruas Bireuen–Takengon yang terputus akibat banjir besar. Presiden menegaskan seluruh kemampuan pemerintah dikerahkan untuk memulihkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. "Semua usaha kita kerahkan. Nanti semua jembatan kita akan perbaiki. Mudah-mudahan 1 sampai 2 minggu," ujar Presiden.1

Pekerjaan pemasangan jembatan dikebut siang-malam dengan target rampung dalam sepekan.2 Jembatan ini menghubungkan jalur kritis antara Kota Medan dan Banda Aceh serta beberapa kabupaten di wilayah tengah Aceh yang ambruk akibat banjir bandang.3 Rencananya, tiga jembatan penghubung lainnya juga akan dibangun untuk memperkuat akses transportasi di kawasan terdampak.

Karakteristik Jembatan Bailey

Aspek 📋Keterangan
Tipe Konstruksi 🏗️Jembatan sementara model Bailey
Lokasi 📍Teupin Mane, Juli, Bireuen, Aceh
Panjang Bentang 📏30 meter
Fungsi Utama 🚛Penghubung Bireuen–Takengon dan jalur Medan–Banda Aceh
Target Penyelesaian ⏰1–2 minggu (estimasi 7 Desember 2025)
Status Pekerjaan 🔨Dikebut siang-malam
Penyebab Pembangunan 🌊Jembatan lama ambruk akibat banjir bandang

Penghapusan Utang Petani dan Jaminan Pangan

Presiden memastikan suplai bahan pangan telah diantisipasi dan akan dikirim dari berbagai daerah lain.1 Pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan sektor pertanian, termasuk penghapusan utang KUR (Kredit Usaha Rakyat) bagi petani terdampak bencana. "Pangan akan kita kirim dari tempat lain. Cadangan-cadangan masih cukup banyak. Kemudian utang-utang KUR. Karena ini keadaan alam. Kita akan hapus dan petani tidak usah khawatir. Karena ini bukan kelalaian, tapi keadaan terpaksa, force majeure," tutur Presiden.1

Kebijakan ini menjadi prioritas pemulihan ekonomi masyarakat di Aceh.4 Relaksasi KUR merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah mengingat bencana ini adalah keadaan yang tidak bisa dihindari (force majeure). Presiden juga berjanji akan merehabilitasi sawah-sawah yang rusak agar petani tidak perlu khawatir akan masa depan pertanian mereka.5

Kunjungan ke Tenda Pengungsian

Setelah meninjau jembatan, Presiden dan Menhan mengunjungi tenda-tenda pengungsian di Kabupaten Bireuen untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.1 Dengan penuh empati, Presiden menenangkan para pengungsi. "Sabar ya, sabar," ucap Presiden seraya menepuk bahu sejumlah pengungsi. Presiden yang didampingi Menhan, Panglima TNI dan Gubernur Aceh meninjau dapur umum, berbincang dengan relawan, memastikan ketersediaan logistik, bahkan turut mencicipi nasi dan ikan tongkol yang disiapkan sebagai menu makan siang.1

Dari 470 SPPG (Satuan Pangan Pemerintah Gratis) yang beroperasi di Aceh, 164 beroperasi normal dan 105 beralih menjadi dapur umum.6 Total 562.676 porsi makanan telah disalurkan kepada warga terdampak bencana. Pemerintah memastikan tidak ada pengungsi yang kelaparan, mengingat kekhawatiran Gubernur Muzakir Manaf tentang kondisi pengungsi yang membutuhkan perhatian serius.7

Kebutuhan Pemulihan dan Anggaran

Pemulihan bencana di Sumatra, termasuk Aceh, membutuhkan anggaran sekitar Rp51,82 triliun dengan Aceh sebagai wilayah paling terdampak.8 Presiden menegaskan bahwa pemerintah memiliki kemampuan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur. Rapat terbatas penanganan bencana banjir dipimpin langsung oleh Presiden setelah menerima laporan kerusakan yang cukup parah di berbagai wilayah Sumatra. "Kondisi memang cukup memperhatikan," ujar Presiden saat ratas (rapat terbatas) bencana.9

Kementerian Kesehatan mencatat berdasarkan data 5 Desember 2025 terdapat 3.285.263 jiwa terdampak di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.10 Pemerintah juga memastikan pemulihan listrik di empat kabupaten Aceh akan normal pada malam hari setelah 12 saluran transmisi tegangan tinggi ambruk akibat banjir bandang.11

Kesimpulan

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana banjir. Pembangunan infrastruktur darurat seperti Jembatan Bailey Teupin Mane, penghapusan utang petani, jaminan pangan, dan perhatian langsung terhadap kondisi pengungsi menjadi bukti komitmen negara. Dengan anggaran pemulihan yang telah disiapkan dan koordinasi lintas kementerian, diharapkan Aceh dan wilayah terdampak lainnya dapat pulih dalam waktu dekat. Upaya ini tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Daftar Pustaka

Download Full PDF (downloaded 392 times)

Download PDF tentang Analisis Komprehensif Respons (telah di download 392 kali)
PENULIS
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
KEMENTERIAN PERTAHAN RI