ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis peran strategis Senior Advisory Group (SAG) Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia-Australia (IKAHAN) dalam penguatan kerja sama pertahanan bilateral. Berdasarkan pertemuan Wakil Menteri Pertahanan RI dengan SAG IKAHAN pada 7 November 2025, kajian ini mengeksplorasi mekanisme diplomasi track-two yang dijalankan IKAHAN sebagai wadah komunikasi strategis antara Indonesia dan Australia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen kebijakan dan studi kasus pertemuan bilateral. Temuan menunjukkan bahwa IKAHAN efektif membangun saling pengertian dan kepercayaan di bidang pertahanan melalui forum dialog rutin, latihan bersama seperti Bhakti Kanyini Ausindo 2025 di Banten, dan keterlibatan tokoh senior dari kedua negara. Pertemuan SAG-IKAHAN ke-25 yang akan datang mengindikasikan kontinuitas kerja sama jangka panjang. Dirjen Strahan Kemhan turut mendampingi Wamenhan dalam pertemuan tersebut, mencerminkan koordinasi strategis lintas direktorat. Latihan bantuan kebencanaan bersama TNI dan Australian Defence Force menggunakan helikopter EC-725 Caracal pada Oktober 2025 menunjukkan dimensi kemanusiaan dalam kerja sama pertahanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa IKAHAN berperan vital sebagai jembatan komunikasi yang memperkuat stabilitas kawasan dan mendorong kerja sama produktif berkelanjutan. Implikasi strategis mencakup potensi perluasan kerja sama trilateral Indonesia-Papua Nugini-Australia sebagaimana diusulkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Kontribusi IKAHAN dalam membangun kepercayaan antar negara tetangga menjadi model diplomasi pertahanan yang dapat diadopsi kawasan lain.
Kata Kunci: diplomasi pertahanan, IKAHAN, kerja sama bilateral, Indonesia-Australia, track-two diplomacy
PENDAHULUAN
Hubungan bilateral Indonesia-Australia di bidang pertahanan merupakan salah satu pilar penting stabilitas kawasan Asia-Pasifik. Kedua negara tetangga ini memiliki kepentingan strategis yang saling terkait – mulai dari keamanan maritim, penanggulangan bencana, hingga kontra-terorisme1. Namun, dinamika hubungan bilateral tidak selalu mulus. Perlu mekanisme diplomasi yang efektif untuk membangun kepercayaan jangka panjang.
Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia-Australia atau IKAHAN hadir sebagai wadah track-two diplomacy (diplomasi jalur kedua) yang unik2. Berbeda dengan diplomasi formal pemerintah ke pemerintah, IKAHAN melibatkan para alumni pendidikan pertahanan dari kedua negara – menciptakan jaringan personal yang kuat di kalangan elite militer dan pertahanan. Senior Advisory Group (SAG) IKAHAN khususnya berperan sebagai kelompok penasehat yang memberikan masukan strategis bagi pembuat kebijakan3.
Pada 7 November 2025, Wakil Menteri Pertahanan RI menerima kunjungan SAG IKAHAN di Kemhan untuk membahas persiapan Pertemuan SAG-IKAHAN ke-251. Ini pertemuan rutin yang sudah berlangsung puluhan tahun – menunjukkan kontinuitas dan komitmen kedua negara. Wamenhan menegaskan bahwa Menhan menilai IKAHAN sangat penting sebagai wadah yang menjembatani komunikasi dan kerja sama strategis1.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi konkret IKAHAN dalam penguatan kerja sama pertahanan bilateral, mengidentifikasi mekanisme diplomasi yang dijalankan, serta mengeksplorasi implikasi strategis bagi stabilitas kawasan.
PEMBAHASAN
Konsep Track-Two Diplomacy dalam Konteks IKAHAN
Track-two diplomacy merujuk pada diplomasi yang dilakukan oleh aktor non-pemerintah atau semi-resmi untuk memfasilitasi dialog dan membangun kepercayaan4. IKAHAN sebagai organisasi alumni menjalankan fungsi ini dengan melibatkan mantan pejabat tinggi pertahanan, akademisi, dan praktisi dari Indonesia dan Australia. Berbeda dengan negosiasi formal yang sering terhambat protokol diplomatik, forum IKAHAN memungkinkan diskusi lebih terbuka dan personal.
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada Juli 2022 menekankan pentingnya IKAHAN SAG dalam membangun hubungan baik antar negara3. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa meskipun IKAHAN bukan lembaga pemerintah, perannya diakui dan didukung oleh pimpinan militer tertinggi Indonesia. Keterlibatan tokoh senior seperti mantan Gubernur Jenderal Australia David John Hurley yang mengunjungi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin pada Oktober 2025 juga menunjukkan kredibilitas IKAHAN di mata elit pertahanan Australia5.
Mekanisme Operasional SAG IKAHAN
SAG IKAHAN beroperasi melalui beberapa mekanisme konkret. Pertama, pertemuan rutin tahunan yang membahas isu-isu strategis pertahanan regional1. Pertemuan ke-25 yang direncanakan menunjukkan konsistensi forum ini selama lebih dari dua dekade. Kedua, seminar dan konferensi internasional – seperti seminar keamanan maritim yang diselenggarakan bersama Universitas Pertahanan pada Mei 2017 di Jakarta6. Ketiga, konsultasi informal dengan pembuat kebijakan di kedua negara.
Dirjen Strahan Kemhan turut mendampingi Wamenhan dalam pertemuan 7 November 20251, mengindikasikan bahwa masukan dari SAG IKAHAN tidak hanya didengar di level politik tetapi juga diintegrasikan dalam perencanaan strategis pertahanan. Koordinasi lintas direktorat ini penting untuk implementasi kebijakan yang koheren.
| Dimensi Kerja Sama | Bentuk Implementasi | Periode | Hasil/Dampak |
|---|---|---|---|
| Dialog Strategis | Pertemuan SAG IKAHAN tahunan | 1999-2025 (25 kali) | Membangun kepercayaan jangka panjang |
| Pendidikan & Pelatihan | Program pertukaran perwira di institusi pertahanan | Berkelanjutan | Jaringan alumni lintas negara |
| Latihan Militer Bersama | Bhakti Kanyini Ausindo 2025 di Banten | 27-31 Oktober 2025 | Interoperabilitas dan koordinasi operasional |
| Bantuan Kebencanaan | Latihan SAR dengan helikopter EC-725 Caracal | 31 Oktober 2025 | Kesiapan respons bencana kawasan |
| Konsultasi Kebijakan | Kunjungan tokoh senior (Hurley ke Menhan) | 29 Oktober 2025 | Masukan strategis bilateral |
| Riset & Seminar | Seminar keamanan maritim Unhan-IKAHAN | 10 Mei 2017 | Pertukaran pengetahuan akademik |
| Kerja Sama Multilateral | Usulan trilateral Indonesia-PNG-Australia | Diusulkan Agustus 2025 | Perluasan arsitektur keamanan kawasan |
Latihan Bersama sebagai Manifestasi Kerja Sama
Kerja sama pertahanan Indonesia-Australia tidak berhenti di level wacana. Latihan gabungan Bhakti Kanyini Ausindo 2025 yang digelar TNI dan Australian Defence Force di Lebak Selatan, Banten, pada akhir Oktober 2025 merupakan bukti konkret7. Latihan ini fokus pada operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana – relevan dengan kondisi geografis kedua negara yang rawan bencana alam.
TNI AU mengerahkan helikopter EC-725 Caracal dalam latihan bantuan bencana bersama ADF pada 31 Oktober 20258. Penggunaan aset militer canggih ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi antar kedua angkatan bersenjata. Latihan semacam ini juga meningkatkan interoperabilitas – kemampuan pasukan dari berbagai negara untuk bekerja sama secara efektif dalam operasi gabungan.
Menurut Liputan6, latihan ini merupakan wujud diplomasi pertahanan yang berbasis kepedulian kemanusiaan7. Bukan sekadar demonstrasi kekuatan militer, tetapi komitmen untuk saling membantu dalam situasi darurat. Ini mencerminkan evolusi paradigma kerja sama pertahanan dari orientasi konflik menuju kerja sama kemanusiaan.
Isu Strategis dalam Hubungan Bilateral
Meskipun kerja sama berjalan baik, hubungan Indonesia-Australia tidak bebas dari tantangan. Perjanjian pertahanan Australia-Papua Nugini pada Oktober 2025 sempat menimbulkan kekhawatiran di Indonesia terkait kedaulatan dan dinamika keamanan regional9. Indonesia merespons dengan mendesak penghormatan terhadap kedaulatannya. Namun, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin justru mengusulkan kerja sama trilateral Indonesia-Papua Nugini-Australia pada Agustus 202510 – menunjukkan pendekatan proaktif dan konstruktif.
IKAHAN sebagai forum dialog informal dapat berperan penting dalam mengelola isu-isu sensitif semacam ini. Melalui diskusi di level track-two, kekhawatiran dan persepsi dapat dikomunikasikan dengan lebih terbuka sebelum menjadi sengketa diplomatik formal4. Fungsi early warning (peringatan dini) dan conflict prevention (pencegahan konflik) ini sangat berharga dalam menjaga stabilitas kawasan.
Modernisasi Pertahanan dan Implikasinya
Era Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan modernisasi postur TNI yang masif11. Indonesia menerima pesawat angkut strategis Airbus A400M pada November 2025 yang dinilai memperkuat sistem pertahanan udara12. Modernisasi ini meningkatkan kapabilitas militer Indonesia dan mengubah balance of power (keseimbangan kekuatan) di kawasan.
Dalam konteks ini, transparansi dan komunikasi menjadi krusial untuk mencegah security dilemma (dilema keamanan) – situasi di mana peningkatan kapabilitas militer satu negara dipersepsikan sebagai ancaman oleh negara lain13. IKAHAN dapat berfungsi sebagai kanal komunikasi yang meyakinkan Australia bahwa modernisasi pertahanan Indonesia tidak ditujukan untuk konfrontasi melainkan untuk keamanan nasional yang sah.
Prospek Kerja Sama Masa Depan
Wamenhan dalam pertemuan 7 November 2025 menyatakan harapan agar SAG IKAHAN terus mendorong kerja sama yang lebih produktif dan berkelanjutan1. SAG diharapkan memberikan pemikiran strategis yang inovatif untuk menghadapi tantangan keamanan kontemporer – mulai dari terorisme, kejahatan transnasional, hingga ancaman siber.
Pertemuan dengan tokoh seperti Hurley yang memiliki pengalaman sebagai Panglima Angkatan Bersenjata dan Gubernur Jenderal Australia memberikan akses ke perspektif strategis tingkat tinggi5. Op. Cit. sumber tersebut menyebutkan bahwa diskusi mencakup rencana ekspansi portofolio pertahanan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang berlatar belakang militer.
Usulan kerja sama trilateral dengan Papua Nugini membuka dimensi baru dalam arsitektur keamanan kawasan10. Jika terwujud, ini akan menciptakan mekanisme koordinasi yang lebih luas dan mengintegrasikan Papua Nugini ke dalam kerangka kerja sama pertahanan regional – menguntungkan stabilitas di wilayah Pasifik Selatan.
KESIMPULAN
Senior Advisory Group IKAHAN memainkan peran vital dalam penguatan kerja sama pertahanan bilateral Indonesia-Australia melalui mekanisme track-two diplomacy. Pertemuan rutin SAG-IKAHAN yang telah berlangsung 25 kali sejak akhir 1990-an menunjukkan kontinuitas dan komitmen jangka panjang. Forum ini efektif membangun kepercayaan dan saling pengertian di kalangan elite pertahanan kedua negara.
Latihan bersama seperti Bhakti Kanyini Ausindo 2025 dan latihan bantuan kebencanaan dengan helikopter EC-725 Caracal menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya di level wacana tetapi juga implementasi operasional. Dimensi kemanusiaan dalam latihan-latihan ini mencerminkan evolusi paradigma dari orientasi konflik menuju kerja sama untuk kepentingan bersama.
Keterlibatan pejabat tinggi seperti Wamenhan, Dirjen Strahan Kemhan, dan tokoh senior seperti David Hurley mengindikasikan bahwa masukan dari IKAHAN diintegrasikan dalam proses pengambilan kebijakan. Dukungan dari pimpinan militer tertinggi seperti Panglima TNI memperkuat legitimasi dan efektivitas forum ini.
Tantangan tetap ada – termasuk pengelolaan persepsi terkait modernisasi pertahanan dan dinamika geopolitik kawasan. Namun, IKAHAN sebagai kanal komunikasi informal dapat memfasilitasi dialog yang lebih terbuka untuk mengelola isu-isu sensitif sebelum menjadi sengketa formal. Usulan kerja sama trilateral dengan Papua Nugini membuka prospek perluasan arsitektur keamanan kawasan yang lebih inklusif.
Secara keseluruhan, IKAHAN merupakan model diplomasi pertahanan yang dapat diadopsi kawasan lain. Kombinasi antara jaringan personal alumni, keterlibatan tokoh senior, forum dialog rutin, dan implementasi kerja sama konkret menciptakan fondasi yang kuat untuk hubungan bilateral yang produktif dan berkelanjutan di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Pertahanan. "Wamenhan Terima Kunjungan Senior Advisory Group IKAHAN Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Australia" 7 November 2025. https://www.kemhan.go.id/2025/11/07/wamenhan-terima-kunjungan-senior-advisory-group-ikahan-bahas-penguatan-kerja-sama-pertahanan-indonesia-australia.html
- Antara News. "Unhan-IKAHAN selenggarakan seminar pertahanan" 9 Mei 2017. https://www.antaranews.com/berita/628373/unhan-ikahan-selenggarakan-seminar-pertahanan
- Antara News. "Panglima TNI dukung Ikahan SAG untuk perkuat hubungan RI-Australia" 5 Juli 2022. https://www.antaranews.com/berita/2978657/panglima-tni-dukung-ikahan-sag-untuk-perkuat-hubungan-ri-australia
- Kompas. "Mengurai Potensi Konflik Indonesia-Australia di Bidang Pertahanan" 14 Maret 2018. https://nasional.kompas.com/read/2018/03/14/08312831/mengurai-potensi-konflik-indonesia-australia-di-bidang-pertahanan?page=all
- The Australian. "David Hurley gets lowdown on Indonesia's defence strategy" 29 Oktober 2025. https://www.theaustralian.com.au/world/david-hurley-gets-lowdown-on-indonesias-defence-strategy/news-story/13d0ce7f6b05ced909aff50c272ac0b3
- Berita Satu. "Pererat Kerja Sama, Unhan-Ikahan Gelar Seminar Internasional" 10 Mei 2017. https://www.beritasatu.com/news/429893/pererat-kerja-sama-unhanikahan-gelar-seminar-internasional
- Liputan6. "TNI dan Militer Australia Latihan Bersama: Ketika Diplomasi Pertahanan Berwujud Kepedulian" 27 Oktober 2025. https://www.liputan6.com/news/read/6196599/tni-dan-militer-australia-latihan-bersama-ketika-diplomasi-pertahanan-berwujud-kepedulian
- Antara News. "Indonesia, Australia hold joint disaster relief drill in Banten" 31 Oktober 2025. https://en.antaranews.com/news/389205/indonesia-australia-hold-joint-disaster-relief-drill-in-banten
- ABC News. "Indonesia urges respect for its sovereignty after Australia-PNG defence treaty" 9 Oktober 2025. https://www.abc.net.au/news/2025-10-10/indonesia-responded-pukpuk-defence-agreement-australia-png/105869738
- Kompas. "Indonesia Ingin Kerja Sama Pertahanan Bersama Australia dan Papua Nugini" 29 Agustus 2025. https://nasional.kompas.com/read/2025/08/29/11102701/indonesia-ingin-kerja-sama-pertahanan-bersama-australia-dan-papua-nugini
- Merdeka. "Modernisasi Postur TNI Era Prabowo: Kekuatan Militer Indonesia Kian Diperhitungkan di Kancah Global" 8 November 2025. https://www.merdeka.com/politik/modernisasi-postur-tni-era-prabowo-kekuatan-militer-indonesia-kian-diperhitungkan-di-kancah-global-491926-mvk.html
- Antara News. "Prabowo nilai pesawat A400 perkuat pertahanan udara Indonesia" 3 November 2025. https://www.antaranews.com/berita/5216013/prabowo-nilai-pesawat-a400-perkuat-pertahanan-udara-indonesia
- Koran Jakarta. "Panglima TNI dan Mantan Gubernur Jenderal Australia Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan" 29 Oktober 2025. https://koran-jakarta.com/2025-10-30/panglima-tni-dan-mantan-gubernur-jenderal-australia-bahas-penguatan-kerja-sama-pertahanan




