Muara Tae, Kutai Barat – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja strategis ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 827/Mahakam Cakti Yudha (acronym: MCY) pada Selasa, 13 Januari 2026. Lokasi kunjungan di Muara Tae, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur menjadi saksi penekanan penting Menhan terkait pembinaan prajurit berbasis meritocracy (sistem prestasi).1
Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi rutin. Menhan membawa arahan tegas: pembinaan personel TNI harus mengacu pada prinsip meritokrasi—mengedepankan prestasi, kapasitas, dan kapabilitas nyata, bukan senioritas atau faktor usia. "Kita tidak melihat senior dan junior, tapi kita melihat prestasi," tegasnya.2 Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran paradigma dalam manajemen SDM militer Indonesia.
Meritokrasi sebagai Fondasi Pembinaan
Konsep meritokrasi yang diusung Menhan Sjafrie bukan hal baru dalam wacana reformasi birokrasi. Sistem ini mengutamakan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja personel secara adil dan objektif tanpa diskriminasi latar belakang.3 Dalam konteks TNI, implementasinya berarti penilaian prajurit tidak lagi bergantung pada urutan normatif administratif. Sebaliknya, kinerja riil di lapangan menjadi tolok ukur utama.
Menhan juga menekankan pentingnya konsep learning by doing (belajar sambil bertugas). Pendekatan ini memberikan ruang pengembangan optimal bagi seluruh jajaran—dari Tamtama, Bintara, hingga Perwira—sesuai potensi dan kompetensi masing-masing individu.4
| Aspek 📋 | Paradigma Lama | Paradigma Meritokrasi 🎯 |
|---|---|---|
| Dasar Promosi | Senioritas dan usia | Prestasi dan kapabilitas |
| Penilaian Kinerja | Administratif normatif | Kinerja nyata lapangan |
| Fokus Pembinaan | Hierarki formal | Kompetensi individual |
| Metode Pengembangan | Pelatihan terstruktur | Learning by doing |
| Objektivitas | Rentan subjektivitas | Adil dan objektif |
| Kriteria Utama | Masa dinas | Kualifikasi dan kinerja |
| Tujuan Akhir | Stabilitas hierarki | Peningkatan kualitas SDM |
Peran Ganda Yonif TP: Tempur dan Pembangunan
Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan pada hakikatnya adalah Batalyon Infanteri dengan core mission (tugas pokok) operasi tempur: mencari, menemukan, dan menghancurkan musuh. Namun ada dimensi tambahan. Tugas teritorial pembangunan berfungsi mendukung percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi nasional.5
Dualisme peran ini menuntut prajurit Yonif TP tidak hanya mahir dalam aspek pertempuran, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat lokal. Mereka menjadi garda terdepan bela negara sekaligus pendorong ekonomi rakyat.6 Program pembangunan 100 Yonif TP baru di berbagai wilayah Indonesia bahkan memprioritaskan rekrutmen putra daerah setempat untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat.7
Inovasi Pembelajaran: TV Merah Putih
Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 85/Benua Taka Cakti (BTC) menerapkan inovasi pembelajaran menggunakan TV Merah Putih—sebuah smart TV edukatif dukungan Kementerian Pertahanan. Perangkat ini dimanfaatkan untuk meningkatkan penguasaan teknologi dan kemampuan bahasa Inggris prajurit dari semua tingkatan pangkat.8 Penguasaan bahasa asing, khususnya Inggris, menjadi bekal krusial menghadapi penugasan internasional dan memperluas wawasan militer global.
Konteks Reformasi SDM Militer
Penerapan meritokrasi di lingkungan TNI sejalan dengan tren reformasi birokrasi nasional. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sebelumnya menyatakan bahwa sistem merit adalah tool (alat) untuk membangun birokrasi yang bersih.9 Dalam konteks militer, hal ini berarti menghilangkan praktik nepotisme dan memastikan setiap prajurit mendapat kesempatan setara berdasarkan kemampuan.
Upaya serupa juga dilakukan di institusi keamanan lain. Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Mahfud MD menegaskan bahwa rekrutmen Polri ke depan tidak boleh diwarnai praktik titip-menitip
yang melibatkan kuota khusus dari DPR, partai politik, atau menteri.10
Tantangan dan Harapan
Implementasi meritokrasi bukan tanpa tantangan. Pergeseran dari sistem senioritas yang sudah mengakar memerlukan perubahan mindset (pola pikir) di semua lini. Namun dengan komitmen kepemimpinan seperti yang ditunjukkan Menhan Sjafrie, reformasi ini berpotensi menghasilkan SDM militer yang lebih berkualitas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan keamanan modern.
Kunjungan Menhan ke Yonif TP 827/MCY didampingi Wakil Panglima TNI dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, menunjukkan keseriusan institusi dalam mendorong transformasi ini hingga ke level satuan taktis.1
Kesimpulan
Kunjungan kerja Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke Yonif TP 827/MCY menandai komitmen kuat terhadap transformasi pembinaan prajurit TNI. Prinsip meritokrasi yang diusung—mengutamakan prestasi di atas senioritas—diharapkan menghasilkan prajurit berkualitas tinggi yang tidak hanya siap tempur, tetapi juga mampu berkontribusi pada pembangunan nasional. Dengan dukungan teknologi pembelajaran modern seperti TV Merah Putih dan fokus pada pengembangan kompetensi, TNI bergerak menuju profesionalisme yang lebih baik. Reformasi ini sejalan dengan upaya nasional membangun birokrasi dan institusi keamanan yang bersih, objektif, dan berbasis kemampuan nyata.
Daftar Pustaka
- Kementerian Pertahanan. "Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 827/MCY Kaltim, Tekankan Pembinaan Prajurit Berlandaskan Meritokrasi." 14 Januari 2026. https://www.kemhan.go.id/2026/01/14/menhan-sjafrie-tinjau-yonif-tp-827-mcy-kaltim-tekankan-pembinaan-prajurit-berlandaskan-meritokrasi.html
- Antara News. "Tinjau Yonif TP 827/MCY, Menhan: Penerapan merit system bina anggota." 13 Januari 2026. https://www.antaranews.com/berita/5350061/tinjau-yonif-tp-827-mcy-menhan-penerapan-merit-system-bina-anggota
- Liputan6. "Menhan Dorong Meritokrasi di TNI, Usia Tak Lagi Jadi Hambatan." 13 Januari 2026. https://www.liputan6.com/news/read/6256973/menhan-dorong-meritokrasi-di-tni-usia-tak-lagi-jadi-hambatan
- Tribun Kaltim. "Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 827 di Kutai Barat, Pastikan Kesiapan Pertahanan Teritorial." 13 Januari 2026. https://kaltim.tribunnews.com/tribun-etam/1132330/menhan-sjafrie-tinjau-yonif-tp-827-di-kutai-barat-pastikan-kesiapan-pertahanan-teritorial
- Antara News. "Tak hanya bela negara, prajurit Yonif TP diminta berdayakan masyarakat." 13 Januari 2026. https://www.antaranews.com/berita/5350205/tak-hanya-bela-negara-prajurit-yonif-tp-diminta-berdayakan-masyarakat
- Merdeka. "Prajurit Yonif TP Diminta Jadi Garda Terdepan Bela Negara dan Dukung Ekonomi Masyarakat." 13 Januari 2026. https://www.merdeka.com/peristiwa/prajurit-yonif-tp-diminta-jadi-garda-terdepan-bela-negara-dan-dukung-ekonomi-masyarakat-520725-mvk.html
- Tempo. "TNI Prioritaskan Putra Daerah untuk Isi 100 Yonif Teritorial Pembangunan Baru." 12 Oktober 2025. https://www.tempo.co/politik/tni-prioritaskan-putra-daerah-untuk-isi-100-yonif-teritorial-pembangunan-baru-2078778
- Merdeka. "Menhan Tekankan Pentingnya Prajurit TNI Kuasai Bahasa Asing untuk Misi Global." 13 Januari 2026. https://www.merdeka.com/peristiwa/menhan-tekankan-pentingnya-prajurit-tni-kuasai-bahasa-asing-untuk-misi-global-520812-mvk.html
- DetikNews. "MenPAN-RB: Sistem Merit Adalah Tools untuk Bangun Birokrasi yang Bersih." 20 Desember 2024. https://news.detik.com/berita/d-7695272/menpan-rb-sistem-merit-adalah-tools-untuk-bangun-birokrasi-yang-bersih
- MSN. "Mahfud MD soroti rekrutmen Polri, jangan ada lagi kuota khusus: titipan DPR, Parpol, dan menteri." 15 Januari 2026. https://www.msn.com/id-id/berita/other/mahfud-md-soroti-rekrutmen-polrijangan-ada-lagi-kuota-khusus-titipan-dprparpoldan-menteri/ar-AA1UhVBq



