{!-- ra:00000000000003ec0000000000000000 --}Menhan Sjafrie 🎖️ Tinjau Yonif TP 827/MCY di Kaltim - Swante Adi Krisna | Kementerian Pertahanan RI
cross
Hit enter to search or ESC to close
14
January 2026

Menhan Sjafrie 🎖️ Tinjau Yonif TP 827/MCY di Kaltim

  • 2
  • Rabu, 14 Januari 2026

Muara Tae, Kutai Barat – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja strategis ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 827/Mahakam Cakti Yudha (acronym: MCY) pada Selasa, 13 Januari 2026. Lokasi kunjungan di Muara Tae, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur menjadi saksi penekanan penting Menhan terkait pembinaan prajurit berbasis meritocracy (sistem prestasi).1

Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi rutin. Menhan membawa arahan tegas: pembinaan personel TNI harus mengacu pada prinsip meritokrasi—mengedepankan prestasi, kapasitas, dan kapabilitas nyata, bukan senioritas atau faktor usia. "Kita tidak melihat senior dan junior, tapi kita melihat prestasi," tegasnya.2 Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran paradigma dalam manajemen SDM militer Indonesia.

Meritokrasi sebagai Fondasi Pembinaan

Konsep meritokrasi yang diusung Menhan Sjafrie bukan hal baru dalam wacana reformasi birokrasi. Sistem ini mengutamakan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja personel secara adil dan objektif tanpa diskriminasi latar belakang.3 Dalam konteks TNI, implementasinya berarti penilaian prajurit tidak lagi bergantung pada urutan normatif administratif. Sebaliknya, kinerja riil di lapangan menjadi tolok ukur utama.

Menhan juga menekankan pentingnya konsep learning by doing (belajar sambil bertugas). Pendekatan ini memberikan ruang pengembangan optimal bagi seluruh jajaran—dari Tamtama, Bintara, hingga Perwira—sesuai potensi dan kompetensi masing-masing individu.4

Aspek 📋Paradigma LamaParadigma Meritokrasi 🎯
Dasar PromosiSenioritas dan usiaPrestasi dan kapabilitas
Penilaian KinerjaAdministratif normatifKinerja nyata lapangan
Fokus PembinaanHierarki formalKompetensi individual
Metode PengembanganPelatihan terstrukturLearning by doing
ObjektivitasRentan subjektivitasAdil dan objektif
Kriteria UtamaMasa dinasKualifikasi dan kinerja
Tujuan AkhirStabilitas hierarkiPeningkatan kualitas SDM

Peran Ganda Yonif TP: Tempur dan Pembangunan

Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan pada hakikatnya adalah Batalyon Infanteri dengan core mission (tugas pokok) operasi tempur: mencari, menemukan, dan menghancurkan musuh. Namun ada dimensi tambahan. Tugas teritorial pembangunan berfungsi mendukung percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi nasional.5

Dualisme peran ini menuntut prajurit Yonif TP tidak hanya mahir dalam aspek pertempuran, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat lokal. Mereka menjadi garda terdepan bela negara sekaligus pendorong ekonomi rakyat.6 Program pembangunan 100 Yonif TP baru di berbagai wilayah Indonesia bahkan memprioritaskan rekrutmen putra daerah setempat untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat.7

Inovasi Pembelajaran: TV Merah Putih

Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 85/Benua Taka Cakti (BTC) menerapkan inovasi pembelajaran menggunakan TV Merah Putih—sebuah smart TV edukatif dukungan Kementerian Pertahanan. Perangkat ini dimanfaatkan untuk meningkatkan penguasaan teknologi dan kemampuan bahasa Inggris prajurit dari semua tingkatan pangkat.8 Penguasaan bahasa asing, khususnya Inggris, menjadi bekal krusial menghadapi penugasan internasional dan memperluas wawasan militer global.

Konteks Reformasi SDM Militer

Penerapan meritokrasi di lingkungan TNI sejalan dengan tren reformasi birokrasi nasional. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sebelumnya menyatakan bahwa sistem merit adalah tool (alat) untuk membangun birokrasi yang bersih.9 Dalam konteks militer, hal ini berarti menghilangkan praktik nepotisme dan memastikan setiap prajurit mendapat kesempatan setara berdasarkan kemampuan.

Upaya serupa juga dilakukan di institusi keamanan lain. Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Mahfud MD menegaskan bahwa rekrutmen Polri ke depan tidak boleh diwarnai praktik titip-menitip yang melibatkan kuota khusus dari DPR, partai politik, atau menteri.10

Tantangan dan Harapan

Implementasi meritokrasi bukan tanpa tantangan. Pergeseran dari sistem senioritas yang sudah mengakar memerlukan perubahan mindset (pola pikir) di semua lini. Namun dengan komitmen kepemimpinan seperti yang ditunjukkan Menhan Sjafrie, reformasi ini berpotensi menghasilkan SDM militer yang lebih berkualitas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan keamanan modern.

Kunjungan Menhan ke Yonif TP 827/MCY didampingi Wakil Panglima TNI dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, menunjukkan keseriusan institusi dalam mendorong transformasi ini hingga ke level satuan taktis.1

Kesimpulan

Kunjungan kerja Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke Yonif TP 827/MCY menandai komitmen kuat terhadap transformasi pembinaan prajurit TNI. Prinsip meritokrasi yang diusung—mengutamakan prestasi di atas senioritas—diharapkan menghasilkan prajurit berkualitas tinggi yang tidak hanya siap tempur, tetapi juga mampu berkontribusi pada pembangunan nasional. Dengan dukungan teknologi pembelajaran modern seperti TV Merah Putih dan fokus pada pengembangan kompetensi, TNI bergerak menuju profesionalisme yang lebih baik. Reformasi ini sejalan dengan upaya nasional membangun birokrasi dan institusi keamanan yang bersih, objektif, dan berbasis kemampuan nyata.

Daftar Pustaka

Download Full PDF (downloaded 43 times)

Download PDF tentang Implementasi Prinsip Meritokra (telah di download 43 kali)
  • Menhan Sjafrie 🎖️ Tinjau Yonif TP 827/MCY di Kaltim
    Analisis transformasi sistem pembinaan personel Tentara Nasional Indonesia melalui penerapan meritokrasi sebagai landasan pengembangan sumber daya manusia militer berbasis prestasi, kapasitas, dan kapabilitas dalam konteks kunjungan kerja Menteri Pertahanan ke satuan teritorial pembangunan di wilayah perbatasan Kalimantan Timur.
PENULIS
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
KEMENTERIAN PERTAHAN RI