{!-- ra:00000000000003ec0000000000000000 --}TNI Evakuasi 18 Pekerja Freeport dari Ancaman Bersenjata - Swante Adi Krisna | Kementerian Pertahanan RI
cross
Hit enter to search or ESC to close
14
January 2026

TNI Evakuasi 18 Pekerja Freeport dari Ancaman Bersenjata

  • 2
  • Rabu, 14 Januari 2026

Mimika, Papua Tengah — Operasi penyelamatan dramatis terjadi di ketinggian ekstrem Papua. Satgas TNI Komando Operasi (Command Operations) Habema menyelamatkan 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang terjebak tiga hari penuh di Pos Tower 270, Distrik Tembagapura.1 Ancaman kelompok bersenjata membayangi. Medan sulit. Waktu mendesak.

Operasi Senyap di Pegunungan Ekstrem

Sabtu, 10 Januari 2026 menjadi titik krusial. Personel TNI bergerak menembus ketinggian lebih dari 2.500 Meter Di atas Permukaan Laut (MDPL).2 "Operasi penyelamatan ini dilaksanakan di tengah medan yang sangat sulit dengan tingkat ancaman tinggi serta keterbatasan waktu sebagai faktor krusial," ungkap Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto.1

Tidak ada kontak senjata. Perencanaan matang membuahkan hasil gemilang. Para pekerja terisolasi sejak beberapa hari sebelumnya akibat gangguan keamanan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah pertambangan tersebut.3 Kondisi geografis Papua yang berat menjadi tantangan tersendiri, ditambah ancaman yang terus mengintai setiap detik.

Disiplin Taktis Tanpa Korban

Seluruh tahapan operasi dilakukan dengan perencanaan yang terukur. "Negara hadir melalui langkah-langkah terencana, terukur, dan profesional, sehingga seluruh personel yang terjebak dapat diselamatkan," kata juru bicara operasi.4 Tidak ada korban jiwa baik dari pihak pekerja maupun personel TNI yang terlibat dalam misi penyelamatan ini.

Operasi berlangsung dua hari dengan tingkat kesulitan luar biasa tinggi.5 Pegunungan Papua yang terjal, suhu dingin ekstrem, dan visibilitas terbatas menjadi hambatan fisik yang harus diatasi pasukan.

Aspek Operasi ⚙️Detail 📋
Lokasi EvakuasiPos Tower 270, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika
Jumlah Diselamatkan18 karyawan PT Freeport Indonesia
Durasi TerjebakTiga hari (sejak 7 Januari 2026)
Ketinggian MedanLebih dari 2.500 MDPL
Tanggal EvakuasiSabtu, 10 Januari 2026
Komandan OperasiMayjen TNI Lucky Avianto (Pangkoops Habema)
Korban JiwaNihil (tidak ada korban)
Metode OperasiOperasi senyap tanpa kontak senjata

Komitmen Melindungi Objek Vital Nasional

Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa operasi ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam melindungi warga negara.1 Keamanan objek vital nasional, termasuk fasilitas strategis seperti area pertambangan Freeport, menjadi prioritas utama dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah rawan konflik.

Kepercayaan Publik Meningkat

Analis intelijen dan pertahanan Ngasiman Djoyo menilai keberhasilan TNI dalam operasi ini merupakan capaian penting yang patut diapresiasi.6 Kepercayaan publik terhadap kemampuan TNI dalam mengamankan wilayah Papua semakin menguat. Profesionalisme pasukan dalam menghadapi situasi kritis mendapat pengakuan luas.

PT Freeport Indonesia sendiri dikenal memiliki perhatian besar terhadap keselamatan karyawan dan masyarakat sekitar. Perusahaan bahkan pernah memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menggelar upacara 17 Agustus di elevasi tertinggi.7 Komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan terus dijunjung tinggi di tengah operasional pertambangan yang kompleks.

Peran Strategis Koops Habema

Komando Operasi Habema merupakan satuan khusus TNI yang bertugas di wilayah pegunungan Papua Tengah. Unit ini telah menjalani berbagai operasi kompleks di medan yang sangat menantang, dengan personel yang terlatih khusus untuk kondisi ekstrem.8

Pada Juni 2025, sebanyak 155 prajurit elit TNI Koops Habema bahkan menerima kenaikan pangkat luar biasa sebagai penghargaan atas profesionalisme mereka.9 Menteri Pertahanan menekankan bahwa penghargaan tersebut adalah mandat moral untuk terus meningkatkan profesionalisme personel.

Stabilitas Keamanan Papua

Keberhasilan operasi ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara.1 Melindungi keselamatan warga negara serta mengamankan objek vital nasional strategis di wilayah rawan konflik menjadi fokus utama. Peran TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua terus diperkuat melalui pendekatan terukur dan humanis.

Kesimpulan

Operasi penyelamatan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Papua Tengah membuktikan profesionalisme dan komitmen TNI dalam melindungi warga negara. Tanpa korban jiwa, operasi senyap di medan ekstrem ini mencerminkan kemampuan taktis yang matang dan disiplin tinggi. Keberhasilan ini memperkuat kepercayaan publik sekaligus menunjukkan keseriusan negara dalam menjaga keamanan objek vital nasional di wilayah Papua yang penuh tantangan geografis dan keamanan.

Daftar Pustaka

Download Full PDF (downloaded 6 times)

Download PDF tentang Analisis Operasi Penyelamatan (telah di download 6 kali)
  • TNI Evakuasi 18 Pekerja Freeport dari Ancaman Bersenjata
    Penelitian ini menganalisis operasi penyelamatan 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang dilaksanakan oleh Satgas TNI Komando Operasi Habema pada 10 Januari 2026 di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dengan fokus pada aspek taktis, profesionalisme militer, dan dampak terhadap kepercayaan publik dalam konteks pengamanan objek vital nasional.
PENULIS
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
KEMENTERIAN PERTAHAN RI