{!-- ra:00000000000003ea0000000000000000 --}Kemhan Resmikan 🐴 130 Personel Komcad Berkuda di Monas Jakarta - Swante Adi Krisna | Kementerian Pertahanan RI
cross
Hit enter to search or ESC to close
1
October 2025

Kemhan Resmikan 🐴 130 Personel Komcad Berkuda di Monas Jakarta

  • 16
  • Rabu, 1 Oktober 2025

Kementerian Pertahanan menetapkan formasi Komponen Cadangan (Reserve Component) berkuda pertama kali dalam sejarah Indonesia. Ini langkah strategis memperkuat sistem pertahanan.

Jakarta menjadi saksi sejarah baru. Monas dipilih sebagai tempat upacara penetapan 130 personel Komponen Cadangan Berkuda Matra Darat pada Rabu pagi, 1 Oktober 2025.1 Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema memimpin upacara tersebut selaku Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemhan RI.

Keputusan Menteri Pertahanan Nomor KEP/1467/M/X/2025 menjadi landasan hukum penetapan ini. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pembentukan pasukan berkuda mencerminkan komitmen melanjutkan pengabdian kepada negara.2

Latar Belakang Pembentukan Pasukan Berkuda

Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) memerlukan kekuatan pendukung yang fleksibel. TNI berperan sebagai kekuatan utama, sementara rakyat menjadi penopang dalam menjaga kedaulatan. Menhan Sjafrie menegaskan hal ini dalam amanatnya yang dibacakan Kabacadnas.3

"Sistem ini menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah kekuatan utama, sementara rakyat menjadi kekuatan pendukung dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara," demikian kutipan pernyataan resmi Menhan.

Pasukan berkuda TNI AD sebenarnya punya jejak sejarah panjang. Sejak awal tahun 1950-an, formasi kavaleri berkuda telah berperan vital dalam berbagai operasi militer dan pengamanan kenegaraan.4 Bukan sekadar simbol ketangkasan—mereka memiliki fungsi operasional nyata di medan yang menantang.

Peran Strategis Kuda dalam Pertahanan Modern

Mengapa kuda? Pertanyaan ini langsung dijawab Letjen Gabriel Lema dalam sesi doorstop usai upacara. Wilayah Indonesia yang luas dan beragam geografisnya memerlukan solusi konektivitas alternatif.

Kuda berfungsi sebagai alat transportasi di medan sulit dijangkau kendaraan modern. "Kuda sebenarnya merupakan transportasi atau alat penyambung, di samping itu juga berbagai macam kebutuhan hidup dari masyarakat," jelas Kabacadnas.5 Mobilisasi logistik, evakuasi medis, hingga bantuan operasional TNI—semua bisa dilakukan dengan kuda.

Keunggulan Operasional di Medan Berat

Konektivitas jadi kunci. Daerah pegunungan, hutan lebat, atau kawasan terpencil sering kali menjadi kendala bagi kendaraan bermotor. Kuda mampu melewati jalur sempit dan medan ekstrem dengan lebih efisien. Logistik bisa diangkut, personel bisa dimobilisasi, bahkan evakuasi korban dapat dilakukan lebih cepat di lokasi yang sulit diakses.6

Aspek medis juga dipertimbangkan serius. Evakuasi pasien atau korban dari zona operasi yang terisolasi membutuhkan moda transportasi yang andal dan lincah.

Proses Pelatihan dan Persiapan

Seratus tiga puluh personel Komcad Berkuda tidak serta-merta ditetapkan tanpa persiapan. Mereka menjalani latihan dasar militer selama kurang lebih satu bulan di pusat kecabangan Kavaleri Matra Darat TNI AD.7

Kurikulum spesifik disiapkan khusus untuk formasi ini. Materi mencakup teknik berkuda militer, perawatan kuda, navigasi medan, serta taktik operasional yang relevan dengan tugas Komcad. Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan selaku Direktur Sumber Daya Pertahanan Ditjen Pothan Kemhan menyampaikan laporan pelaksanaan pembentukan dalam upacara penetapan.

Kurikulum Tersendiri untuk Pengganda Kekuatan

Komcad dirancang sebagai pengganda kekuatan (force multiplier) yang siap digerakkan sewaktu-waktu. Pelatihan menekankan kesiapsiagaan dan kemampuan adaptasi cepat terhadap situasi darurat atau operasi khusus. Personel disiapkan untuk mendukung TNI aktif dalam berbagai skenario operasional.8

Pertunjukan Ketangkasan di Monas

Upacara penetapan ditutup dengan atraksi spektakuler. Ke-130 personel Komcad Berkuda mempertontonkan keterampilan mereka dalam sebuah pertunjukan ketangkasan yang memukau para undangan dan publik yang hadir.9 Formasi berkuda, manuver taktis, dan demonstrasi kemampuan operasional ditampilkan dengan apik.

Pertunjukan ini bukan sekadar seremonial. Ini menunjukkan bahwa pelatihan yang mereka jalani benar-benar menghasilkan personel yang kompeten dan siap bertugas.

Signifikansi Sejarah dan Masa Depan

Pembentukan Komcad Berkuda ini menjadi pencapaian bersejarah—pertama kalinya Indonesia membentuk komponen cadangan dengan spesialisasi berkuda dalam era modern. Letjen Gabriel Lema menyebutnya sebagai "sejarah baru pertama di Indonesia" yang membuka peluang pengembangan lebih lanjut.10

Dinamika ancaman yang semakin kompleks menuntut TNI dan komponen pendukungnya untuk terus berinovasi. Kuda menawarkan fleksibilitas taktis yang sulit digantikan teknologi dalam konteks tertentu—terutama di geografi Indonesia yang menantang.

Kesimpulan

Penetapan 130 personel Komcad Berkuda Matra Darat merupakan langkah inovatif memperkuat sistem pertahanan Indonesia. Kuda bukan anakronisme—ia tetap relevan sebagai solusi mobilitas di medan berat dan terpencil. Dengan pelatihan spesifik dan integrasi dalam Sishankamrata, pasukan berkuda ini siap menjadi kekuatan pendukung yang efektif bagi TNI. Upacara di Monas bukan sekadar ritual administratif, melainkan penegasan komitmen negara mengoptimalkan semua potensi untuk menjaga kedaulatan.

Daftar Pustaka

Download Full PDF (downloaded 212 times)

Download PDF tentang Inovasi Strategis Pertahanan N (telah di download 212 kali)
  • Kemhan Resmikan 🐴 130 Personel Komcad Berkuda di Monas Jakarta
    Jakarta – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) hari ini secara resmi menetapkan 130 personel sebagai Komponen Cadangan (Komcad) Berkuda Matra Darat Tahun Anggaran 2025. Upacara penetapan dipimpin oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, bertempat di Monumen Nasional (Monas) pada Rabu (1/10/2025). Penetapan ini didasarkan pada Keputusan Ment...
PENULIS
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
KEMENTERIAN PERTAHAN RI