{!-- ra:00000000000003ea0000000000000000 --}Wamenhan RI Terima Dubes Iran ๐Ÿค Bahas Transfer Teknologi dan Kerja Sama Industri Pertahanan - Swante Adi Krisna | Kementerian Pertahanan RI
cross
Hit enter to search or ESC to close
21
November 2025

Wamenhan RI Terima Dubes Iran ๐Ÿค Bahas Transfer Teknologi dan Kerja Sama Industri Pertahanan

  • 7
  • Jumat, 21 November 2025

Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran H.E. Mohammad Boroujerdi di kantor Kementerian Pertahanan, Jumat (21/11/2025).1 Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama bilateral di sektor industri pertahanan. Iran menawarkan Transfer of Technology (ToT) serta produk alutsista dengan harga kompetitif.

Peluang Strategis bagi Kemandirian Teknologi

Dubes Boroujerdi menegaskan bahwa produk pertahanan Iran mampu mendukung kemandirian teknologi Indonesia. Kemhan RI menyatakan kesiapan menindaklanjuti inisiatif ini dari tahap LoI menuju bentuk kerja sama lebih komprehensif seperti MoU atau DCA.1 Selain itu, dibuka peluang komunikasi teknis dengan tiga matra TNI serta industri pertahanan dalam negeri.

Konsiderasi yang disampaikan Bapak Dubes akan kami teruskan kepada Menteri Pertahanan, ujar Wamenhan Donny.1 Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjajaki opsi diversifikasi sumber alutsista.

Konteks Kapabilitas Militer Iran

Mantan Dubes Indonesia untuk Iran Dian Wirengjurit pernah menyatakan bahwa Iran memiliki kemampuan militer luar biasa.2 Hal ini relevan mengingat Iran baru saja melewati konflik dengan Israel pada pertengahan 2025. Iran bahkan mengklaim rudal Sejil berhasil menghancurkan pertahanan udara Israel.3

Pasca gencatan senjata Juni 2025, Iran aktif memperkuat pertahanannya. China dilaporkan mengirimkan sistem rudal SAM kepada Iran beberapa pekan setelah perang 12 hari tersebut.4 Iran juga membentuk Dewan Pertahanan Nasional baru untuk merestrukturisasi sistem keamanannya.5

Posisi Indonesia di Kancah Pertahanan Global

Menurut Global Firepower (GFP), peringkat militer Indonesia mengungguli Israel dan Iran.6 Posisi ini menjadi modal diplomasi pertahanan Indonesia. Kerja sama dengan berbagai negara terus diperluas. Sebelumnya, Kemhan RI juga menjajaki pertukaran teknologi pertahanan dengan Belarusia.7

๐Ÿ“‹ Aspek๐Ÿ“ Keterangan
Waktu PertemuanJumat, 21 November 2025
LokasiKantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta
Pihak IndonesiaWamenhan Donny Ermawan Taufanto
Pihak IranDubes H.E. Mohammad Boroujerdi
Tawaran IranTransfer Teknologi (ToT), alutsista harga kompetitif
Tahap AwalLetter of Intent (LoI)
Target Kerja SamaMoU atau Defense Cooperation Agreement

Kesimpulan

Pertemuan Wamenhan RI dengan Dubes Iran membuka jalan bagi kerja sama industri pertahanan yang saling menguntungkan. Indonesia berpotensi memperoleh akses teknologi pertahanan dengan skema ToT. Langkah ini sejalan dengan upaya diversifikasi sumber alutsista dan penguatan kemandirian industri pertahanan nasional. Tindak lanjut diplomatis akan menentukan realisasi kerja sama bilateral ini.

Daftar Pustaka

Download Full PDF (downloaded 50 times)

Download PDF tentang Diplomasi Pertahanan Indonesia (telah di download 50 kali)
PENULIS
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
KEMENTERIAN PERTAHAN RI