{!-- ra:00000000000003ec0000000000000000 --}Wamenhan Buka IMEDIC ๐Ÿฅ 2025 di Jakarta, Perkuat Biosecurity Indonesia - Swante Adi Krisna | Kementerian Pertahanan RI
cross
Hit enter to search or ESC to close
22
October 2025

Wamenhan Buka IMEDIC ๐Ÿฅ 2025 di Jakarta, Perkuat Biosecurity Indonesia

  • 14
  • Rabu, 22 Oktober 2025

ABSTRAK

Pembukaan 2nd International Military Medicine Symposium and Workshop (IMEDIC) 2025 di Jakarta pada 22 Oktober 2025 menandai komitmen Indonesia dalam memperkuat sistem biosecurity (keamanan biologis) dan biosafety (keselamatan biologis) dalam konteks pertahanan kesehatan nasional. Penelitian ini menganalisis pentingnya forum IMEDIC 2025 sebagai platform kolaborasi multidisiplin yang mengusung tema Biosecurity and Biosafety in Healthcare Services untuk merespons tantangan global seperti bioterorisme, pandemi, dan penyalahgunaan agen biologis. Dengan melibatkan Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, BPOM, dan berbagai pemangku kepentingan, IMEDIC 2025 bertujuan menghasilkan rekomendasi strategis dan rencana aksi konkret untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis militer melalui pelatihan berstandar internasional, inovasi kurikulum, dan pertukaran pengalaman dengan mitra global. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan sistem biosecurity dan biosafety memerlukan integrasi kebijakan nasional dengan praktik terbaik internasional, dukungan teknologi modern, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Indonesia telah menunjukkan kapasitas dalam membangun sistem kesehatan terintegrasi seperti iSIKHNAS dan penguatan biosecurity oleh Badan Karantina Indonesia, yang menjadi fondasi kuat untuk pengembangan lebih lanjut di bidang kedokteran militer. IMEDIC 2025 diharapkan menjadi katalisator lahirnya solusi nyata yang memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan kesiapan menghadapi ancaman biologis masa depan.

Kata Kunci: biosecurity, biosafety, kedokteran militer, IMEDIC 2025, pertahanan kesehatan nasional

PENDAHULUAN

Ancaman biologis terhadap keamanan nasional dan kesehatan publik telah menjadi perhatian serius komunitas internasional dalam beberapa dekade terakhir. Bioterorisme, pandemi global, dan potensi penyalahgunaan agen biologis menuntut respons terkoordinasi dari berbagai sektor, terutama pertahanan dan kesehatan.1 Dalam konteks ini, kedokteran militer memainkan peran krusial sebagai garda terdepan dalam mengantisipasi dan merespons ancaman biologis yang dapat mengancam stabilitas nasional.

Biosecurity (keamanan biologis) dan biosafety (keselamatan biologis) merupakan dua konsep fundamental yang saling terkait namun memiliki fokus berbeda. Biosecurity merujuk pada langkah-langkah pencegahan untuk melindungi agen biologis berbahaya dari akses, pencurian, penyalahgunaan, atau pelepasan yang disengaja.2 Sementara itu, biosafety berfokus pada prinsip, teknologi, dan praktik yang diterapkan untuk mencegah paparan tidak disengaja atau pelepasan agen biologis berbahaya yang dapat membahayakan pekerja laboratorium, masyarakat, atau lingkungan.3

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa menghadapi tantangan unik dalam membangun sistem biosecurity dan biosafety yang efektif. Pembukaan 2nd International Military Medicine Symposium and Workshop (IMEDIC) 2025 oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto pada 22 Oktober 2025 di Jakarta menunjukkan komitmen serius pemerintah Indonesia dalam memperkuat kapasitas nasional di bidang ini.1 Forum yang mengusung tema Biosecurity and Biosafety in Healthcare Services ini melibatkan kolaborasi antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, BPOM, Perkumpulan Kedokteran Militer (Perdokmil), dan Forum Kesehatan Indonesia (IndoHCF).

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis IMEDIC 2025 dalam mengembangkan sistem biosecurity dan biosafety Indonesia, mengidentifikasi area prioritas penguatan kapasitas, serta merumuskan rekomendasi untuk implementasi berkelanjutan guna memperkuat pertahanan kesehatan nasional.

PEMBAHASAN

Signifikansi Strategis Biosecurity dan Biosafety dalam Pertahanan Nasional

Wakil Menteri Pertahanan dalam pembukaan IMEDIC 2025 menegaskan bahwa aspek biosecurity dan biosafety merupakan bagian integral dari sistem pertahanan kesehatan nasional yang harus diperkuat melalui kolaborasi multidisiplin di tingkat nasional maupun internasional.1 Pernyataan ini mencerminkan evolusi konsep keamanan nasional yang tidak lagi terbatas pada ancaman militer konvensional, melainkan mencakup ancaman non-tradisional seperti wabah penyakit menular dan bioterorisme.

Perkembangan dunia kedokteran saat ini maju pesat mewujudkan kesehatan modern, termasuk dalam dunia militer.4 Kedokteran militer memainkan peran penting terutama di wilayah konflik dan situasi darurat dimana infrastruktur kesehatan sipil mungkin tidak memadai atau terganggu. Tenaga medis militer harus memiliki kompetensi khusus dalam menangani berbagai skenario ancaman biologis, mulai dari wabah alamiah hingga serangan bioterorisme yang disengaja.

Konteks global menunjukkan peningkatan investasi berbagai negara dalam infrastruktur biosafety. Taiwan mengumumkan rencana membangun fasilitas riset dan pengembangan biosafety generasi baru untuk memperkuat pertahanan terhadap perang biologis, sebagai respons terhadap meningkatnya aktivitas militer regional.5 Provinsi Guangdong, China Selatan, merencanakan pembangunan puluhan laboratorium biosafety tingkat tinggi untuk menangani penyakit paling menular dalam lima tahun ke depan.6 Tren global ini menunjukkan pentingnya kesiapan infrastruktur dan SDM dalam menghadapi ancaman biologis.

IMEDIC 2025 sebagai Platform Kolaborasi Multidisiplin

IMEDIC 2025 dirancang tidak sekadar sebagai forum akademik, tetapi sebagai wadah untuk menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti secara nyata oleh seluruh pemangku kepentingan di bidang pertahanan dan kesehatan nasional.1 Prosesi simbolis penekanan tangan di atas globe IMEDIC 2025 yang melibatkan Menteri Kesehatan, Ketua BPOM, Ketua Perdokmil, Ketua IndoHCF, dan Ketua IMEDIC 2025 bersama Wamenhan merepresentasikan komitmen kolaboratif lintas institusi.1

Kerja sama internasional menjadi elemen penting dalam pengembangan kapasitas biosecurity. Indonesia dan Australia telah melakukan lokakarya biosecurity yang diselenggarakan oleh Badan Karantina Indonesia dan Department of Agriculture, Fisheries and Forestry (DAFF) Australia pada 1-2 Juli 2025 di Jakarta.7 Kerja sama bilateral semacam ini memfasilitasi transfer pengetahuan, teknologi, dan best practices (praktik terbaik) dari negara dengan sistem biosecurity yang lebih matang.

Universitas Pertahanan (Unhan) juga telah menggandeng International Creatives Exchange (ICE) untuk menyukseskan ajang IMEDIC, menunjukkan keterbukaan terhadap kolaborasi dengan organisasi internasional.8 Kepala BPOM menyatakan bahwa simposium IMEDIC adalah momentum untuk kolaborasi dan inovasi dalam dunia kedokteran militer.4 Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan sinergi antara regulator, akademisi, praktisi medis militer, dan industri untuk mengembangkan solusi inovatif dalam biosecurity dan biosafety.

Rencana Aksi Konkret untuk Penguatan Kapasitas

Wamenhan menyampaikan harapan bahwa melalui forum IMEDIC 2025 akan lahir gagasan, kolaborasi, dan solusi nyata yang memperkuat sistem biosecurity dan biosafety di Indonesia, serta meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan militer dalam menghadapi berbagai ancaman biologis di masa depan.1 Untuk mewujudkan harapan tersebut, beberapa rencana aksi konkret telah diidentifikasi, meliputi peningkatan kompetensi dan kapasitas tenaga medis militer melalui pelatihan berstandar internasional, inovasi kurikulum, dan pertukaran pengalaman dengan mitra global.1

Pelatihan berstandar internasional sangat penting untuk memastikan tenaga medis militer Indonesia memiliki kompetensi yang setara dengan standar global. Hal ini mencakup pelatihan dalam penanganan agen biologis berbahaya, protokol biosafety laboratorium tingkat tinggi, manajemen wabah, serta respons terhadap insiden bioterorisme. Inovasi kurikulum pendidikan kedokteran militer harus mengintegrasikan perkembangan terkini dalam teknologi biosafety, seperti platform teknologi biosafety yang mendukung bangunan sehat dengan disinfeksi udara dan permukaan berkelanjutan menggunakan teknologi UV-C untuk ruang berpenghuni.9

Area PenguatanStrategi ImplementasiTarget Jangka PendekTarget Jangka Panjang
Kompetensi SDM Medis MiliterPelatihan berstandar internasional, sertifikasi biosafetyPelatihan 500 tenaga medis/tahunSemua tenaga medis militer tersertifikasi
Infrastruktur LaboratoriumPembangunan fasilitas BSL-3 dan BSL-4Upgrade 5 laboratorium utamaJaringan laboratorium nasional terintegrasi
Kurikulum PendidikanIntegrasi biosecurity dalam kurikulum kedokteran militerRevisi kurikulum UnhanStandar kurikulum nasional
Kolaborasi InternasionalKemitraan bilateral dan multilateralMoU dengan 5 negara mitraJaringan regional biosecurity
Protokol dan SOPHarmonisasi protokol nasionalPenyusunan panduan nasionalImplementasi di semua fasilitas kesehatan militer
Teknologi BiosafetyAdopsi teknologi modernPilot project di 3 fasilitasDigitalisasi penuh sistem biosafety
Sistem Peringatan DiniIntegrasi dengan sistem surveilans nasionalKoneksi dengan iSIKHNASSistem peringatan real-time terintegrasi

Fondasi dan Kapasitas Eksisting Indonesia

Indonesia memiliki fondasi yang cukup kuat untuk pengembangan sistem biosecurity dan biosafety yang lebih komprehensif. Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional terintegrasi Indonesia (iSIKHNAS) diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (OIE) sebagai salah satu sistem informasi kesehatan hewan terbaik di Asia.10 Pengalaman dalam membangun sistem surveilans terintegrasi ini dapat direplikasi dan diadaptasi untuk sistem biosecurity kesehatan manusia, khususnya dalam konteks kedokteran militer.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) telah melakukan penguatan sistem biosecurity dan pengawasan keamanan pangan serta penerapan digitalisasi di Bandara Internasional selevel negara maju.11 Infrastruktur dan sistem yang telah dikembangkan Barantin menunjukkan kapasitas teknis Indonesia dalam mengimplementasikan protokol biosecurity yang ketat sesuai standar internasional. Pengalaman ini dapat menjadi benchmark (acuan) untuk pengembangan sistem serupa di fasilitas kesehatan militer.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur pernah menerapkan sistem biosecurity untuk mengantisipasi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) melalui budidaya atau pemeliharaan ternak yang terkontrol.12 Di tingkat nasional, Indonesia juga telah meningkatkan langkah-langkah biosecurity untuk mencegah African Swine Fever (ASF).13 Kapasitas dalam manajemen wabah hewan ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dan SDM yang dapat diintegrasikan dengan sistem pertahanan kesehatan nasional.

Tantangan dan Peluang Implementasi

Implementasi sistem biosecurity dan biosafety yang komprehensif di Indonesia menghadapi beberapa tantangan signifikan. Pertama, kebutuhan investasi infrastruktur yang sangat besar untuk membangun dan memelihara laboratorium tingkat biosafety tinggi. Australia, misalnya, mengalokasikan dana miliaran dolar untuk penguatan biosecurity melalui peningkatan biaya perjalanan internasional, paket luar negeri, dan impor.14 Indonesia perlu mengidentifikasi mekanisme pendanaan berkelanjutan yang tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah.

Kedua, tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan pendekatan desentralisasi dalam penempatan fasilitas biosafety dan distribusi tenaga terlatih. Namun, desentralisasi ini harus tetap terkoordinasi dalam sistem terintegrasi nasional untuk memastikan standar yang konsisten. Ketiga, perlunya harmonisasi regulasi dan protokol antara berbagai institusi yang terlibat, dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, hingga BPOM, untuk menghindari tumpang tindih atau kesenjangan dalam sistem biosecurity nasional.

Di sisi lain, terdapat peluang besar yang dapat dimanfaatkan. Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan membuka kemungkinan untuk sistem surveilans dan peringatan dini yang lebih canggih dan responsif. Komitmen global terhadap penguatan biosecurity, seperti yang ditunjukkan oleh Inggris yang mempersiapkan diri menghadapi ancaman biosecurity masa depan,15 menciptakan peluang kolaborasi dan transfer teknologi. IMEDIC 2025 sendiri merupakan platform ideal untuk membangun jaringan kemitraan internasional yang dapat memfasilitasi akses terhadap best practices, teknologi, dan pendanaan.

KESIMPULAN

Pembukaan IMEDIC 2025 menandai tonggak penting dalam upaya Indonesia memperkuat sistem biosecurity dan biosafety sebagai bagian integral dari pertahanan kesehatan nasional. Forum ini berfungsi tidak hanya sebagai platform akademik, tetapi sebagai katalisator lahirnya solusi nyata melalui kolaborasi multidisiplin antara pemerintah, akademisi, praktisi medis militer, dan mitra internasional. Tema Biosecurity and Biosafety in Healthcare Services sangat relevan dengan tantangan global kontemporer, termasuk ancaman bioterorisme, pandemi, dan penyalahgunaan agen biologis.

Rencana aksi konkret yang diharapkan lahir dari IMEDIC 2025 meliputi peningkatan kompetensi tenaga medis militer melalui pelatihan berstandar internasional, inovasi kurikulum pendidikan kedokteran militer, pengembangan infrastruktur laboratorium tingkat tinggi, harmonisasi protokol nasional, serta penguatan kolaborasi bilateral dan multilateral. Indonesia memiliki fondasi yang solid untuk pengembangan ini, terbukti dari keberhasilan membangun sistem terintegrasi seperti iSIKHNAS dan penguatan biosecurity oleh Barantin.

Meskipun menghadapi tantangan terkait investasi infrastruktur, kompleksitas geografis, dan harmonisasi regulasi, peluang yang tersedia melalui kolaborasi internasional, adopsi teknologi digital, dan momentum global penguatan biosecurity memberikan optimisme terhadap keberhasilan implementasi. Kunci keberhasilan terletak pada komitmen berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan, alokasi sumber daya yang memadai, dan konsistensi dalam implementasi rekomendasi strategis yang dihasilkan dari forum seperti IMEDIC 2025. Dengan pendekatan komprehensif dan terkoordinasi, Indonesia dapat membangun sistem biosecurity dan biosafety yang tangguh untuk melindungi kesehatan nasional dan keamanan regional dalam menghadapi ancaman biologis masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

  • Kementerian Pertahanan. "Wamenhan Buka IMEDIC 2025, Solusi Nyata Perkuat Sistem Biosecurity dan Biosafety di Indonesia." 22 Oktober 2025. https://www.kemhan.go.id/2025/10/22/wamenhan-buka-imedic-2025-solusi-nyata-perkuat-sistem-biosecurity-dan-biosafety-di-indonesia.html
  • Centre for Long-Term Resilience. "The UK must prepare for the biosecurity threats to come." Financial Times. 18 Februari 2023. https://www.ft.com/content/b89d51c4-d148-4565-b9f1-48b1073504f1
  • Michigan Technological University. "Biosafety (IBC)." 22 Oktober 2020. https://www.mtu.edu/research/integrity/biosafety/
  • Fajar.co.id. "Kepala BPOM RI : Momentum Simposium IMEDIC 2024, Saatnya Kolaborasi dan Inovatif." 23 Oktober 2024. https://fajar.co.id/2024/10/23/kepala-bpom-ri-momentum-simposium-imedic-2024-saatnya-kolaborasi-dan-inovatif/
  • South China Morning Post. "Taiwan's new biosafety lab to counter โ€“ not develop โ€“ bioweapons, defence ministry says." 15 Juli 2023. https://www.scmp.com/news/china/science/article/3227642/taiwans-new-biosafety-lab-counter-not-develop-bioweapons-defence-ministry-says
  • South China Morning Post. "Top-grade biosafety lab building spree planned in southern China." 25 Mei 2020. https://www.scmp.com/news/china/science/article/3085977/top-grade-biosafety-lab-building-spree-planned-southern-china
  • Antara News. "Indonesia, Australia boost biosecurity through workshop." 3 Juli 2025. https://en.antaranews.com/news/363709/indonesia-australia-boost-biosecurity-through-workshop
  • JPNN.com. "Unhan Gandeng ICE untuk Sukseskan Ajang IMEDIC 2024." 29 Agustus 2024. https://www.jpnn.com/news/unhan-gandeng-ice-untuk-sukseskan-ajang-imedic-2024
  • Business Wire. "R-Zero Launches Category-Defining Biosafety Technology Platform, Powering Healthy Buildings." 9 November 2021. https://www.businesswire.com/news/home/20211109006388/en/R-Zero-Launches-Category-Defining-Biosafety-Technology-Platform-Powering-Healthy-Buildings
  • Tribunnews.com. "Sistem Kesehatan Hewan Indonesia Terbaik se Asia." 19 September 2018. https://www.tribunnews.com/nasional/2018/09/19/sistem-kesehatan-hewan-indonesia-terbaik-se-asia?page=all
  • Elshinta.com. "Barantin siap lakukan penguatan sistem biosecurity selevel negara maju." 13 Agustus 2025. https://elshinta.com/news/382563/2025/08/14/barantin-siap-lakukan-penguatan-sistem-biosecurity-selevel-negara-maju
  • JawaPos.com. "Pemprov Jatim Pakai Sistem Biosecurity Antisipasi Penyebaran Wabah PMK." 30 Mei 2022. https://www.jawapos.com/berita-sekitar-anda/01389142/pemprov-jatim-pakai-sistem-biosecurity-antisipasi-penyebaran-wabah-pmk
  • Antara News. "RI enhances biosecurity measures to prevent ASF." 14 September 2025. https://en.antaranews.com/news/379825/ri-enhances-biosecurity-measures-to-prevent-asf
  • ABC News Australia. "Federal budget 2023: Fee hikes on international travel, overseas parcels, imports to fund $1b biosecurity boost." 9 Mei 2023. https://www.abc.net.au/news/rural/2023-05-10/federal-budget-biosecurity-funding-boost/102326496
  • Financial Times. "The UK must prepare for the biosecurity threats to come." 18 Februari 2023. https://www.ft.com/content/b89d51c4-d148-4565-b9f1-48b1073504f1

Download Full PDF (downloaded 114 times)

Download PDF tentang Penguatan Sistem Biosecurity d (telah di download 114 kali)
PENULIS
Swante Adi Krisna
Penikmat musik Ska, Reggae dan Rocksteady sejak 2004. Gooners sejak 1998. Blogger dan SEO paruh waktu sejak 2014. Graphic Designer autodidak sejak 2001. Website Programmer autodidak sejak 2003. Woodworker autodidak sejak 2024. Sarjana Hukum Pidana dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Magister Hukum Pidana di bidang cybercrime dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta. Magister Kenotariatan di bidang hukum teknologi, khususnya cybernotary dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta. Bagian dari Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
KEMENTERIAN PERTAHAN RI